icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Feng Na Na

Bab 8 Ketakutan Feng Na Na

Jumlah Kata:1083    |    Dirilis Pada: 06/06/2022

gingatkanmu akan masa lalu itu akan sangat menarik dan menyenangkan. Sayangnya harapank

at yang bersamaan, dan dua hal itu merupakan pelajaran yang sangat ku benci. Aku selalu menghindari kedua pelajaran itu dengan alasan sa

istirahat. Ini sudah sangat larut malam, terlebih kondisi t

long dan membantuku. Aku lantas berdiri dari dudukku dan melangkah menuju peraduan seraya berka

an, keamanan dan keselamatan anda" balas Guang Li y

u mematikan lampu minyak dan lilin yang menjadi penerang. Aku perlahan memejamkan mataku, seraya meyakinkan diriku jika aku bisa melewati hari - hari berikutnya. Ba

ng pemilik raga yang k

glihatanku adalah kegelapan, meskipun di beberapa sisi ruangan masih tampak terang namun ditempatku saat

apakah aku akan ikhlas menyerahkan rag

ya perlu lebih banyak belajar dan beradaptasi. Aku yakin aku bisa melaluinya, tapi jika jiwa sang p

usnya?," jedaku "Jika aku akan kembali, maka dunia yang kutuju hanyal

anku, meskipun aku berpindah tempat, ruang da

*****

n cepat mengangkat salah satu tanganku seraya mengahalau si

- bunga liar yang turut tumbuh berdampingan dan menambah keindahan dan pesona tempat tersebut. Ditempat yang sangat menawan ini, tiba - tiba saja b

ak bisa

na jal

itu gelap se

tak

gkuh menyapa indra pendengaranku di

yaku dengan suara y

emari tentu saja karna aku ingin mengambil ragaku yang

Bagaimana bisa ini terjadi secepat ini,

ragaku kemarin, namun kau dengan tidak tahu malunya memasu

ri ragaku

apa yang akan kau

k tahu malu. Berani - beraninya kau ingin mengambil alih ragaku, kau pikir kau siapa? Ap

ya putih yang sangat terang dengan c

U

k dan melihat dadaku, terdapat lubang besar yang membuatku dapat melihat jika lubang itu tembus hingga kebelakan

mana r

?" tanyanya masih dengan suara

pi jika kau menolak aku akan menghancurkan jiwamu sehingga kau tak dapat beren

ngan laku

kan ke

dari tubuhmu, tapi ja

. Pemuda tampan itu adalah kaisar Feng Rui, malam ini ia sengaja mengunjungi tunangannya saat ia terlelap sehingga ia bisa dengan leluasa memanjatk

, hei

akku, suara lembut nan menenangkan

ngapa kau begitu ketakutan?" tan

au tak perlu khawatir, aku akan menjagamu dan kau akan aman bersamaku" t

asa takut yang kurasakan menguap. Ada rasa aman dan nyaman yan

ti ini?" tanya kaisar Feng Rui saa

raduan. "Hamba dan pelayan lain sungguh khawatir dengan yang mulia putri mahkota dan kami pun berusaha membangunkan ya

katakan dalam racauan

an keluar', dan juga yang mulia putri mahkota mengatakan 'Aku akan keluar dari ragamu, ta

bertemu jiwa Feng N

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Feng Na Na
Feng Na Na
“Hal yang terakhir kuingat adalah kondisiku yang menggenaskan. Lantas bagaimana aku kembali bernafas dengan tubuh yang dibalut dengan hanfu putih yang mengingatkanku dengan pakaian tradisional zaman dulu. Melihat kondisiku yang masih bernafas, banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Tapi bagaimana bisa orang yang telah mati merasakan sakit dari guncangan hebat benda persegi yang membawaku? Bagaimana bisa aku merasakan sakit dan nyeri saat kedua pundakku menabrak kedua sisi kayu yang berada di sisi kanan dan kiriku? Bukankah orang yang telah mati tak mampu merasakan apapun? Terlalu pusing dengan pikiranan dan pertanyaan - pertanyaan yang terus bermunculan dalam kepalaku, aku lantas memilih bangun dan mendudukan diriku. Baru saja aku bangun dari tempat yang kutiduri, seketika kedua bola mataku terbelalak terkejut saat menyadari tempat yang menjadi tempat tidurku. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku bangun dari peti mati? Apa yang sebenarnya terjadi padaku, bukankah aku telah mati di tangan tunanganku sendiri? Lantas apa ini?”