icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Feng Na Na

Bab 4 Pria Mesum

Jumlah Kata:1059    |    Dirilis Pada: 06/06/2022

mbuktikan jika aku adalah putri kerajaan Feng yang asli. Yang benar saja, hanya karna ia memiliki kekuasaan yang tinggi, ia dengan seenaknya memberi perin

hanya karna kau memiliki kekuasaan!" teriakku kesal lalu mundu

ngkan diri anda" pinta pengaw

ain itu, aku hanya memintamu membuka bajumu, bukan menanggalkan semua pakaianmu. Kau tentu saja masih memakai dalaman bukan? Aku hanya ingin memastikan kau memang putri mahkota kerajaan Feng, Feng Na Na, calon permaisuriku.

us, bagaimana anda bisa bercanda dengan meminta mei -

ulan sabit, dalam catatan kelahiran kerajaan Feng, hanya calon p

ada disini berpikir jika kau melakukan aksi mesummu di hadapa

ku mereka sama sekali tak mengenalku karna pada dasarnya hanya

"Kemari, atau aku yang ke sana dan merobek pakaianmu di depan semua orang

h karna menahan gejolak amarah. Pada akhirnya aku berdiri di hadapannya, dan dengan cepat ia melepas cengkeraman tanganku pada kerah bajuku dan mem

aku memunggunginya dengan bahu yang sedikit terbuka. Hanya beberapa saat, aku merasakan benda hangat

n hal itu!" teriak pangeran Feng Lan

nku dengan semula seraya berbisik tepat di telingaku dan berkata "K

ngkitannya hari ini, kita anggap saja sebagai mukjizat dan keajaiban tengah terjadi di kerajaan Feng. Dan untuk mensyukuri keajaiban

Li" pan

membelikanku makan dan mengambilkanku

, pastikan kau tidak lalai menjaganya untuk kali

ia putri mahkota hingga titi

yakan keselam

*

tu cukup lama hanya dengan duduk berdiam diri dan merasakan sakitnya sebuah guncangan akibat roda kereta melalui jalan berbatu, kin

kopat itu. Dari tempatku saat ini, suara keramaian dan kerlap kerlip cahaya lampu kamera menyapa indra pendengaranku. Penasaran dengan

ng terjad

ku menembu

di hadapanku, besar harapanku aku bisa meraih pundak orang yang tengah membelakangiku tersebut, sayangny

ngapa aku tak bisa menyentuh siapapun? Apakah a

sama ku ingat adalah salah satu karyawan perusahaa

embuat karyawan perusahaan keluargaku lantas maju menerobos kerumunan saa

g Na Na" pekiknya terkejut saat melihat jasad seorang wanita canti

asih mengelilingi tempat kejadian di mana polisi mulai mengambil bukti - bukti

sana sedangkan aku jelas - jelas disini?" kataku cu

i jiwa yang gentayangan?" tanyak

ntas kembali memasuki ragaku yang terbaring kaku, sayangny

A

ang kali pula ragaku menolak jiwaku kembali menyat

ika pada akhirnya aku hanya akan menj

nya di sana aku masih bisa hidup meski harus beradaptasi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Feng Na Na
Feng Na Na
“Hal yang terakhir kuingat adalah kondisiku yang menggenaskan. Lantas bagaimana aku kembali bernafas dengan tubuh yang dibalut dengan hanfu putih yang mengingatkanku dengan pakaian tradisional zaman dulu. Melihat kondisiku yang masih bernafas, banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Tapi bagaimana bisa orang yang telah mati merasakan sakit dari guncangan hebat benda persegi yang membawaku? Bagaimana bisa aku merasakan sakit dan nyeri saat kedua pundakku menabrak kedua sisi kayu yang berada di sisi kanan dan kiriku? Bukankah orang yang telah mati tak mampu merasakan apapun? Terlalu pusing dengan pikiranan dan pertanyaan - pertanyaan yang terus bermunculan dalam kepalaku, aku lantas memilih bangun dan mendudukan diriku. Baru saja aku bangun dari tempat yang kutiduri, seketika kedua bola mataku terbelalak terkejut saat menyadari tempat yang menjadi tempat tidurku. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku bangun dari peti mati? Apa yang sebenarnya terjadi padaku, bukankah aku telah mati di tangan tunanganku sendiri? Lantas apa ini?”