icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Feng Na Na

Bab 5 Penyesalan Keluarga Feng dari Masa Depan

Jumlah Kata:1145    |    Dirilis Pada: 06/06/2022

i di perlihatkan proses penguburanku. Ayahku memilih mengkremasiku dengan alasan wajahku yang telah hancur membuatnya tak

i berpura - pura bersikap tegar di hadapan semua orang. Saat sosok yang begitu ku kenal pun turut datang berbela sungkawa, saat itu pula Ay

kan kakimu dan datang kemari setelah apa y

g Xing "Tapi ayah kau tak boleh menghakimiku seorang diri, bagaimanapun ayah pun juga turut andil dalam memaksa mei mei bertunangan dengan pria itu meski sejak awal mei mei tak menyukai ide kita. A

yaksikan kesedihan mereka. Aku tahu jika pertunanganku dengan pria brengsek itu ada karna campur tangan mereka, awalnya aku memang sempa

sebenarnya ia hanyalah orang gila yang menutupi kegilaannya dengan kejeniusan dan kesempurnaan yang dimilikinya. Selama ini ia m

nya, aku akan merasa sangat puas. Meskipun hidupku terasa sangat singkat dan belum meraih kebahagian untuk kehidupanku, aku percaya akan ada hari di m

gar begitu asing di telingaku perlahan - lahan membuat kesadaranku yang berc

dalam tidurmu?" tanyanya s

ku pada liang lahat. Beruntungnya aku masih di beri kesempatan hidup, meski aku tahu saat ini raga yang ku tempati bukanlah milikku. Meskipu begitu, aku tak akan menyia - nyiakan kesempatan kedua yang diberikan untukku. Aku a

tanya padamu, mengapa kau bisa menangis dal

kan aura penuh kasih sayang, tatapannya teramat begitu lembuh padaku seakan - akan aku

dang bermimpi

salah satu tangannya yang lain melingkari pinggangku. Sebuah sapuan dibelakang kepalaku terasa begitu menenangkan, suarany

isini bersamamu" katanya

kepalaku pada dadanya yang begitu nyaman. Untuk pertama kalinya, aku merasa nya

*****

ng mendatangiku sore tadi dengan membawa banyak buku. Ia memintaku membaca semua buku yang di bawanya, sebab menurut perkataan pengawal yang sejak kebangunanku dari p

pribadiku itu katakan adalah hal yang salah. Aku sama sekali tidak lupa ingatan, sebab

cil kemungkinan jika putri Feng Na Na yang raganya kutempati saat ini adalah rengkarnasi diri

terasa pusing membaca setiap peraturan yang berlaku di kerajaan Feng, serta tugas -

cukup" jawabnya yan

a aku harus mempelajari tugas - tugas dan kewaji

jari tugas dan kewajiban permaisuri karna dalam waktu dekat kau akan menika

i adalah saudara? Bagaimana bisa kami me

sar Feng Rui atau Aku dan denga

b kita sama - sama memil

agi akan menjadi permaisuri. Kau tahu wanita yang menikahi seorang pria akan mengikuti marga suaminya? Jadi kau sama sekali tak memiliki ikatan darah

aku harus kembali di kejutkan dengan sebuah pernikahan dengan pria asing yang meski memberi kenyamanan da

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Feng Na Na
Feng Na Na
“Hal yang terakhir kuingat adalah kondisiku yang menggenaskan. Lantas bagaimana aku kembali bernafas dengan tubuh yang dibalut dengan hanfu putih yang mengingatkanku dengan pakaian tradisional zaman dulu. Melihat kondisiku yang masih bernafas, banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Tapi bagaimana bisa orang yang telah mati merasakan sakit dari guncangan hebat benda persegi yang membawaku? Bagaimana bisa aku merasakan sakit dan nyeri saat kedua pundakku menabrak kedua sisi kayu yang berada di sisi kanan dan kiriku? Bukankah orang yang telah mati tak mampu merasakan apapun? Terlalu pusing dengan pikiranan dan pertanyaan - pertanyaan yang terus bermunculan dalam kepalaku, aku lantas memilih bangun dan mendudukan diriku. Baru saja aku bangun dari tempat yang kutiduri, seketika kedua bola mataku terbelalak terkejut saat menyadari tempat yang menjadi tempat tidurku. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku bangun dari peti mati? Apa yang sebenarnya terjadi padaku, bukankah aku telah mati di tangan tunanganku sendiri? Lantas apa ini?”