icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Feng Na Na

Bab 6 Rutinitas Baru Feng Na Na

Jumlah Kata:1185    |    Dirilis Pada: 06/06/2022

nalkan Jun Jie padaku. Pria jenius dengan segala prestasi yang ia miliki membuat Ayahku menyukainya hingga pada akhirnya memaksa kami untuk bertunangan

hi pria asing yang tak kukenal. Walaupun ia memberi rasa aman dan nyaman, tapi itu tak lantas me

erlaksana?" tanyaku set

waktu untuk mengenali orang - orang di sekitarmu dan mempelajari semua buku yang ada di perpustakaan kerajaan untu

mengapa kau memanggilku mei - mei, bukankah panggilan

ang kakak pada adiknya, lalu apa yang salah d

engapa kau memanggilku mei mei sedangkan k

tentu saja kujawab dengan gelengan "Jika tak ada masalah

a penasar

mahkota kerajaan Feng, dan selama kau belum diangkat menjadi permaisuri, aku akan tetap

emberimu pelajaran dan buku - buku yang harus kau baca, yang mulia kaisar Rui mem

i meninggalkanku, ia meminta beberapa dayang untuk tetap mengawasiku. Jujur saja membaca semua buku yang ia berikan telah

mengizinkanku beristirahat sejenak?" pintaku pada para d

kami hanya diminta untuk mengawasi dan menjaga anda. Apa yang anda ingin lakukan, itu adalah

tas sebelum menutup dan menaruhnya di atas meja, setelah

khirnya!

utku seketika begitu jelas kudengar. Seingatku perjalanan menuju istana siang tadi ditengah pe

lapar?" tanya seorang dayang yang men

dengarnya?," tanyaku yang lantas di angguki dayangan tersebut. Aku hanya

akanku makanan? Seperti yang kau dengar, tampaknya aku sedang lapar" tambahku. Daya

*****

h dan melelahkan, ia seharusnya langsung beristirahat. Namun tampaknya saudaranya itu tak membiarkan ia tenang dan

li setelah melakukan perjalanan jauh dan melelahkan. Di mana hati nuranimu, mengapa kau kej

ika kau akan melewatkan mengenai kejanggalan dari masalah kemarian Feng N

tu yang aneh tentang kemati

gal dunia padahal baik kau dan aku tahu putri mahkota Feng Na Na telah sembuh dari penyakitnya

yataan itu rapat - rapat demi keselamatan putri mahkota yang mungkin saja mendapat ancaman yang bisa saja membahayakan nyawanya di penghujung pelantikannya. Namun nyatanya sebaik - baiknya m

ng gege temukan?" tan

. Yi Fei mengatakan penyakit Na Na telah sepenuhnya sembuh, dan saat ia

raut wajahnya berubah serius. Aura mengintimidasi dengan cepat menguar dari tubuhnya,

ih

kukan hal yang paling rendah seperti ini

gege tahu jika mei mei mati ka

erapa jimat kertas yang ditempel di setiap sudut istana barat. Mereka cukup cerdik dengan mena

nya di atas loteng" tebak pangeran Feng Lang yang di angguki k

!" geram pangeran Feng Lang yang l

h Feng Na Na sudah kembali, kita bisa menggunakan kesempatan bangkitnya ia dari kematian

sa mei mei kembali hidup?"

gil jiwanya dari masa depan"

natap saudaranya dengan suara meninggi "A-APA?! GEGE BUKANKAH KAU PERNA

aknya aku harus memakainya sekarang d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Feng Na Na
Feng Na Na
“Hal yang terakhir kuingat adalah kondisiku yang menggenaskan. Lantas bagaimana aku kembali bernafas dengan tubuh yang dibalut dengan hanfu putih yang mengingatkanku dengan pakaian tradisional zaman dulu. Melihat kondisiku yang masih bernafas, banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Tapi bagaimana bisa orang yang telah mati merasakan sakit dari guncangan hebat benda persegi yang membawaku? Bagaimana bisa aku merasakan sakit dan nyeri saat kedua pundakku menabrak kedua sisi kayu yang berada di sisi kanan dan kiriku? Bukankah orang yang telah mati tak mampu merasakan apapun? Terlalu pusing dengan pikiranan dan pertanyaan - pertanyaan yang terus bermunculan dalam kepalaku, aku lantas memilih bangun dan mendudukan diriku. Baru saja aku bangun dari tempat yang kutiduri, seketika kedua bola mataku terbelalak terkejut saat menyadari tempat yang menjadi tempat tidurku. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku bangun dari peti mati? Apa yang sebenarnya terjadi padaku, bukankah aku telah mati di tangan tunanganku sendiri? Lantas apa ini?”