icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Feng Na Na

Feng Na Na

Penulis: Baekhyun_G
icon

Bab 1 Mati dan Hidup Kembali

Jumlah Kata:1182    |    Dirilis Pada: 06/06/2022

t di atas sofa panjang yang ada di apartemennya. Aku tak pernah melihatnya memancarkan tatapan tajam dan mengerikan seperti yang ia tunjukan sekarang, selama kami menjalin

ikan, serta perasaan asing yang kurasakan s

pria yang selama beberapa bulan setelah statusnya berganti menjadi tunanganku dengan tatapan berkaca - kaca, jujur me

rkejut seakan - akan ia baru saja sada

nnya padaku. Aku tak tahu hal apa yang membuatnya memukulku hari ini, padahal yang k

elangkah mundur dan menjauh darinya "Na Na.. aku minta maaf, aku tak bermaksud menyaki

bahkan bujukan dan rayuan yang ia lontarkan, saat ini yang terbesit dalam benakku hanyal

u minta ma

n sangat erat hingga aku kesulitan bernafas. Aku lantas memukul dadanya kuat, lalu mendorongnya dengan sekuat tenaga.

udah gila dengan ingin

berhasil membuatku kehilangan nyaliku. Ia lalu berkata "Aku memang berniat m

langkah mendekat. Aku yang menyadari kedatangannya lantas mendapat peringatan tanda bahaya, aku

u hingga aku meringis. Rasa sakit yang kudapatkan dari tarikannya berhasil membuatku menangis saat

ie, le

lon

ong.

ni sangat sepi. Mungkin dikarenakan para penghuni unit aparteme

keluar dari apartemennya karna teriakanku. Merasa frustrasi karna apartemennya tak kunjung terbuka, sedangkan aku terus meronta d

u. Jun Jie membenturkan kepalaku berulang - ulang, hingga aku merasakan kepalaku mulai terluka dan mengeluarkan darah. Meskipun aku memohon, pria itu bahkan tak mendengar

a kau meminta dan memohon seperti itu!" katanya lalu

u

u

kembali membenturkan kepalaku cukup keras hingga aku merasakan penglihatanku terasa

melepasmu, bagaimanapun aku tak akan pernah melepaskanmu,

an sakit, tapi aku kini mulai lelah dan berharap aku mati dan semua ini berakhir. Namun tampaknya takdir masih saja ingin mempermainkank

n orang yang baru saja pulang dari bekerja atau berbelanja. Salah satu dari mere

k seorang wanita yang begitu terkejut

g kini mulai merasa sangat lelah. Saat semua orang ingin menyelamatkanku, Jun Jie menghantam kepalaku kembali

t ini pandanganku mulai tampak mengabur. Nafasku terasa sangat berat, begitu pun dengan mataku yang sangat ingin terpejam, saa

.....

enang dan aku akan segera berada di nirwana. Sayangnya pemikiranku tentang hal itu lantas lenyap ketika aku merasaka

yang masuk melalui cela - cela kecil sebuah benda bergerak yang membawaku. Aku lantas menatap pakaianku yang di dominasi warna p

mendudukkan diriku. Saat baru saja bangun dari tempat yang kutempati ki

dari sebuah peti mati?" t

ng bermimpi, namun pemikiranku tentang hal itu langsung ku tepis jauh bagaimanap

akit, bagaimana aku tiba - tiba bisa bangun dan bergerak, juga bagaimana aku bisa bangun dari peti mati mengenakan sebuah hanfu berwarna puti

ku kembal

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Feng Na Na
Feng Na Na
“Hal yang terakhir kuingat adalah kondisiku yang menggenaskan. Lantas bagaimana aku kembali bernafas dengan tubuh yang dibalut dengan hanfu putih yang mengingatkanku dengan pakaian tradisional zaman dulu. Melihat kondisiku yang masih bernafas, banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Tapi bagaimana bisa orang yang telah mati merasakan sakit dari guncangan hebat benda persegi yang membawaku? Bagaimana bisa aku merasakan sakit dan nyeri saat kedua pundakku menabrak kedua sisi kayu yang berada di sisi kanan dan kiriku? Bukankah orang yang telah mati tak mampu merasakan apapun? Terlalu pusing dengan pikiranan dan pertanyaan - pertanyaan yang terus bermunculan dalam kepalaku, aku lantas memilih bangun dan mendudukan diriku. Baru saja aku bangun dari tempat yang kutiduri, seketika kedua bola mataku terbelalak terkejut saat menyadari tempat yang menjadi tempat tidurku. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku bangun dari peti mati? Apa yang sebenarnya terjadi padaku, bukankah aku telah mati di tangan tunanganku sendiri? Lantas apa ini?”