icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balada Sang Pemuas

Bab 7 Wanita Kampung

Jumlah Kata:1240    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

ing ranjang menunjukkan pukul 07.30, Nadia khawatir mereka aka

erlebihan untuk bulan madu mereka yang tertunda. Namun Nadia terpaksa sedikit lebih lama menyabuni tubuhnya, setiap bagia

l meyakinkan Andre suaminya bahwa sperma yang mengalir keluar dari area i

i dia merasa bangga ketika Pak Egar memuji tubuhnya dan mencumbunya dengan sangat bernafsu

tersisa. Jika suaminya memang mengizinkannya untuk bersenang-senang pada liburan nanti, lalu kena

njangnya. Dialiri air yang menciptakan sungai-sungai kecil, mengalir di sela

eh pandangan mereka. Adakah kekaguman bila dirinya membiarkan payudaranya tersenggol oleh ulah mereka yang usil? A

ndesah panjang, tidak mungkin semua itu terjadi. Dia adalah seorang istri yang baik-baik dari suami yang bai

tok,

ta!" teriak Andre, yang bergegas masuk ke dalam

oleh kicauan Ricko dan Yudis. Tapi setidaknya pria itu bisa be

obilnya di basemen gedung. Setelah meyakinkan tidak ada yang tertin

masuk kantor. Sementara di samping mereka Aditya bersama Diana istrinya yang masih sangat muda sedang be

dalah tatapan ketiga cowok itu yang tak pernah lepas dari tubuh para wanita, khususnya Nadia yang menge

edung, Andre mengeluarkan rokoknya. Aida mencoba tersenyum ketika melihat An

asi. Tak heran jika dirinya menyendiri agak jauh dari yang lain. Namun yang membuat Andre terkesima adalah dandanan Aida yang sedikit

iburan!" seru Andre sambil

melindungi dadanya yang menjadi pemandangan indah bagi Andre. Tapi payudara itu justru semakin membusu

a rasa liburan ini akan semakin menarik dengan kehadir

amun apa yang diucapkan Andre membuatnya sedikit rileks. "Suami saya yang memilihkan b

uah gambar kecil dengan pose yang menantang di sebuah lam

yembunyikan hapenya ke dalam tas, "Hahah

mentar yang kamu kumpulkan untuk gambar itu, pasti gambar itu b

ikit ragu menyerahkan hapenya ke telapak tangan Andre. Dengan cepat Andre menyambut, dan dengan cepat pula

g kamu dapat. Sepertinya kamu benar-benar memikat mereka," ucap Andre ketika mendapati sebuah gamb

akan pernah mampu menyaingi istrimu atau Bu Siska yang selalu menjadi pusat per

ti diriku yang sebenarnya." Aida tersenyum getir. Sepertinya ada nada kecewa akan keterbatasan yang dimilikinya sebagai wanita

dah ratusan kali berusaha membangkitkan kepercayaan diri

bir mungil dipadu dengan lesung pipit yang manis. Mata lentik berhias kaca mata ya

ah beranak satu ini? Bahkan suamiku pun kini sudah jarang memuji, apalagi sampai me

Dengan ragu-ragu Aida mengikuti permintaan pria yang sempat

memberi intruksi, matanya tak melihat adanya gumpalan lemak pada perut yang ramping itu. Bahkan bukan hanya payudaranya saj

^

las

membaca cerita ini. Apakah kamu suka de

indahnya dunia saat pertama jatuh cinta dan juga saat pertama mengena

nah muda, terhanyut dalam alur yang sangat apik, penuh dengan romantisme dan keme

asa

saja SAHABA

DUKU karena alurnya sangat berbeda de

h dari 5 juta pembaca di WP. Sekarang di

i, juga selamat berselancar d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balada Sang Pemuas
Balada Sang Pemuas
“BACAAN KHUSUS DEWASA Siapapun tidak akan pernah tahu, apa sesungguhnya yang dipikirkan oleh seseorang tentang sensasi nikmatnya bercinta. Sama seperti Andre dan Nadia istrinya. Banyak yang tidak tahu dan tidak menyadari. Atau memang sengaja tidak pernah mau tahu dan tidak pernah mencari tahu tentang sensasi bercinta dirinya sendiri. Seseorang bukan tidak punya fantasi dan sensasi bercinta. Bahkan yang paling liar sekalipun. Namun norma, aturan dan tata susila yang berlaku di sekitranya dan sudah tertanam sejak lama, telah mengkungkungnya. Padahal sesungguhnya imajinasi bisa tanpa batas. Siapapun bisa menjadi orang lain dan menyembunyikan segala imajinasi dan sensasinya di balik aturan itu. Namun ketika kesempatan untuk mengeksplornya tiba, maka di sana akan terlihat apa sesungguhnya sensasi yang didambanya. Kisah ini akan menceritakan betapa banyak orang-orang yang telah berhasil membebaskan dirinya dari kungkungan dogma yang mengikat dan membatasi ruang imajinasi itu dengan tetap berpegang pada batasan-batasan susila”