icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balada Sang Pemuas

Bab 5 Posisi Yang Lain

Jumlah Kata:1186    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

ban pada Andre akan noda yang mongering pada rok istrinya. Dan

dan terus menghentak kasar dan ssser batang kejantan And

i? Bukankah Nadia tidak pernah

ang diterima Nadia semakin sempurna. Seakan tak ingin kehilangan kenikmatan itu, area

at. Tapi kali ini ada sensasi yang berbeda. Membuat ego Andre memuncak untuk membuktikan dirinyalah yang

enatap wajah suam

, biar bagaimanapun Andre adalah suaminya, dan dia sangat takut kehilangan orang yang paling disayanginya

, akuu, mengakui semua kesalahanku membiarkannya terus

n berpura-pura marah. Namun hatinya tak tega, dan lagi-lagi entah mengapa, sungguh, tak ada rasa amarah di

Jadi ceritakanlah semuanya," ucap Andre sambil mema

udaranya. Andre sangat yakin jika hanya rembasan tidak mungkin membuat tanda merah yang begitu

berjanjilah untuk tidak marah sayang, karena aku melakukan semu

beberapa tanda merah di dada

marah, apakah dia bertindak k

tak tahu bagaimana mungkin rudalnya dapat bertahan begitu lama, dan aku merasa kasihan denga

t manja di dalam seli

a Andre, dirasakannya rudal itu mulai kembali terjag

awarkan untuk menyelesaikan permainannya. Seakan takut aku menarik tawaranku, d

al

tidak mampu menolak ketika kepalanya dengan cepat menghilang di selangkanganku dan lagi-lagi aku merasakaaan lidahnya yang panas menjilat,

itambah area intimnya yang kembali menerima sodokan pela

mampu menolak orgasme yang menyerang diriku. Aku lihat Pak Egar

yeeeee

rharap lidahnya memasuki vaginaku sekali lagiii,. Aku ingin lidahnya menggelitik dinding-dinding vaginaku, menggigiiiitt, kli

aat Andre

kangan istrinya itu. Dirinya tidak menyangka jika istrinya justru sangat menyukai perm

etubuhan yang sedikit berbeda. Rudal Andre kembali menyodok dengan mant

ebuah kesepakatan. Bila aku bersedia menerima rudalnya pada vaginaku maka diri

u Andre cepat, rudalnya semakin men

t tidak apa-apa jika rudalnya itu beberapa saat mencari kenikmatan dalam mevaginaku. Sekali merangkuh dayung dua pulau terlampaui

melepas rok dan seluruh pakaian atasku, tapi aku malu, aku rasa cukup dengan melepas celana dalam dan mengangkat rokku hingga ke pinggul, dia

langkanganku dengan kasar. Namun aku harus kecewa, perutnya yang buncit ditambah rudal yang

i rudal suamimu yang panjaaaaa

tu justru membuatku semakin terangsang. Lidahnya menjilat dan menggigiti putiingku ini. Namun usahaku tak juga membuahkan hasil. Rudalnya tidak menunjukkan tanda

k melepas blus ketat ini, tapi dia agak kesulitan ketika harus melepas rokku yang te

, erotis aaa

uh lantai aku merasakan lidah yang basah

Andre merah padam terb

n. Seorang atasan yang memiliki wajah galak dan selalu menggerutu kepada semua

teruuuus sayaaaa

belakang dan vaginaku, dan entah kenapa aku marasa sangat puas ketika melihat matanya

Andre menceracau, sesungguhnya ini yang paling dia damba-dambakan dari masa pacar

belakangi tubuhnya, Ooohhh, tahukah kamu sayang? Aku sangat malu dengan kondisi dan apa ya

a sangat legiiit saya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balada Sang Pemuas
Balada Sang Pemuas
“BACAAN KHUSUS DEWASA Siapapun tidak akan pernah tahu, apa sesungguhnya yang dipikirkan oleh seseorang tentang sensasi nikmatnya bercinta. Sama seperti Andre dan Nadia istrinya. Banyak yang tidak tahu dan tidak menyadari. Atau memang sengaja tidak pernah mau tahu dan tidak pernah mencari tahu tentang sensasi bercinta dirinya sendiri. Seseorang bukan tidak punya fantasi dan sensasi bercinta. Bahkan yang paling liar sekalipun. Namun norma, aturan dan tata susila yang berlaku di sekitranya dan sudah tertanam sejak lama, telah mengkungkungnya. Padahal sesungguhnya imajinasi bisa tanpa batas. Siapapun bisa menjadi orang lain dan menyembunyikan segala imajinasi dan sensasinya di balik aturan itu. Namun ketika kesempatan untuk mengeksplornya tiba, maka di sana akan terlihat apa sesungguhnya sensasi yang didambanya. Kisah ini akan menceritakan betapa banyak orang-orang yang telah berhasil membebaskan dirinya dari kungkungan dogma yang mengikat dan membatasi ruang imajinasi itu dengan tetap berpegang pada batasan-batasan susila”