icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Remember When

Bab 2 Bertemu Si Kembar

Jumlah Kata:1571    |    Dirilis Pada: 07/04/2022

enapa Olivia mendadak susah tidur akibat terkena sindrom terlalu senang akan bertemu dengan Si Kembar. Setelah mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian Lussi

ivia turun dari tangga. "Nggak disangka-sangka baju lamaku ma

ndutan sih, Lu," kata Olivia yang langs

eperti keluarga itu dengan limpahan rasa kangen. "Si Kembar ke mana?" tanya Olivia

ai langsung minta bapaknya bersepeda keliling area komplek. Dasar bapaknya ya ditur

h ternyata," kata Olivia sambil mengurai pelukan. "Ada acara apa kalia

a kamu jarang mampir ke rumah. Terakhir kali

ah bilang ke Mama kok, Lu. Maklumin saja sekretaris itu pasti banyak sibukn

ta tidak pernah ada yang tahu dan duga. Apa kehendak Tuhan dan dengan siapa kita berjodoh nanti semuanya adalah benar rahasia-Nya. Sama halnya seperti Lussi dan Reihan. Mereka berdu

buh bersama sejak kecil. Ke mana-mana mereka selalu bersama. Mungkin karena alasan itulah benih bernama cinta mekar dihati Olivia. Ditambah lagi sifat Reihan yang penuh perhatian menambah kesan spesial dimata Olivia. Kedua orangtua mereka

aaaaaa

ung membuat gaduh suasana kediaman Elok pagi itu. Lussi menghujani kedua anak

Papa?" tanya Lussi p

, Ma," jawab anak Lussi

alu tuh sama Anti Via kalau Aro sama Ara ba

bar kemudian menoleh sec

kedua anak kembar Lussi dan teman kecilnya

Viaaaa

ambur ke pelukan Olivia k

ah main ke lumah Alo? Alo k

seling-seling main ke lumah

t ke rumah Aro sama Ara. Tapi sekarang

embali memeluk Olivia erat-erat.

ga saya

minta ke kamarmu. Sampai Bapaknya har

embul itu menggeliat. Kemudian selang beberapa saat Reihan muncul dengan ka

i ya. Sekarang mandi dulu. P

n sama Anti Via, Pa," p

dinya sama

arnya dari pelukan Olivia. Namun sayangnya bocah gembul itu tidak mau

di sama Mama. Alo

ya yang sempat diraih Lussi dan beralih semakin mendekat

a Alo dan Anti Via. Ala m

ng Pengikut. Kombinasi yang kompak. Namany

n tiba-tiba meninggikan suara. "Nggak Pa

bar itu menatap Reihan d

ah, Papa," kata k

ketika kedua anak kembarnya dibuat menangis bahkan oleh ayah kandung mereka sekalipun. Olivia

h atas semuanya. "Biar Mama di sini menemani Anti Olivia. Aro sama Ara pastinya

aan. Tentu saja tingkah laku mereka berdua membuat Olivia juga Lussi tidak bisa lagi menahan

n wajahnya yang kotor karena terkena lumpur. Tatapan matanya hanya fokus ke arah Olivia tanpa berniat untuk berpaling barang sedetik pun.

a mengubah posisi duduknya. Interogasi dimulai. "Apa yang m

hilang? Ba

a maksudnya?" Oliv

Olivia adalah terlalu suka ikut campur dengan m

al yang kukerjakan kemarin. Biasalah pembu

mu di Lamongan sana. Kamu bahkan nggak ada kabar sama sekali. Aku tahu kalau aku

mu nggak punya hak, seharusnya memang nggak ada hak. Ini hidupku, Rei. Aku bukan anak kecil yang apa-apa harus selalu minta iz

a kamu jadikan alasan untuk nggak me

lang," kata Olivia tiba-tiba seraya bangkit dari sofa dan menyamba

ngan kalian. Tapi sepertinya percuma. Waktuku terbuang sia-s

icara, Via," protes

u pembicaraan ini

emudian pergi dan memacu mobilnya

*

ya, Via," kata Luss

rasa penasaran Lussi. Buktinya istri sahabat kecil Olivia itu sampai re

lembut nggak pernah sekalipun mengeluarkan kata-kata seperti tadi si

diam dengan posisi yang sama

tiap kali sindrom ikut campur Reihan kumat. Kamu seolah-olah seperti nggak m

," sahut Olivia setela

ia

I'm f

napas yang Olivia yang

mbali melanjutkan. "Hidup itu nggak semudah membalik

bali tidak

jawab satu pertanyaanku. Did you miss him? Atau lebih pa

pat, secepat degup jantungnya

ow what

Bagi Olivia lima tahun adalah waktu yang cukup untuk seseorang belajar melupakan.

*

ah membaca

n yang membang

xo

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Remember When
Remember When
“"Give me one more chances, Via," kata Dante sembari menatap manik mata Olivia. "Nggak bisa, Dante. Aku nggak bisa ...." "Kenapa? Kasih aku alasannya," desak Dante lagi. Olivia menggeleng-merasa tidak ada titik terang jika ia menjelaskannya sekalipun. "Kalau begitu akan kucari sendiri jawabannya." Manis. Bibir yang mengecup Olivia masih sama seperti tiga tahun yang lalu. Manis dan akan selalu manis. Seperti kenangannya bersama laki-laki itu. Tapi perpisahannya dengan laki-laki itu bukanlah tanpa sebab. Satu rahasia yang Olivia sembunyikan dari Dante. Alasan dibalik kepergiannya.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Bertemu Si Kembar3 Bab 3 Pak Bos Ganteng4 Bab 4 Lamaran Yusa5 Bab 5 It will Happen Soon6 Bab 6 Bukan Pelarian, Kan 7 Bab 7 Direct Message8 Bab 8 Sebuah Titik Terang9 Bab 9 Berita Baik atau Buruk10 Bab 10 Kepulangan Dante11 Bab 11 Yusa Cemburu12 Bab 12 Tertekan13 Bab 13 Pengumuman Penting14 Bab 14 Kamu Itu Milikku15 Bab 15 Berbaikan16 Bab 16 Keputusan Olivia17 Bab 17 Kita Harus Berhenti18 Bab 18 Satu-Satunya Jalan19 Bab 19 Aku Kotor, Dante20 Bab 20 Rahasia Terkuak21 Bab 21 Flashback Satu22 Bab 22 Flashback Dua23 Bab 23 Mona24 Bab 24 Beri Aku Waktu25 Bab 25 Bertemu Camer26 Bab 26 Keuwuan27 Bab 27 Pertemuan Dua Keluarga28 Bab 28 Mimisan29 Bab 29 Kepergok Lagi30 Bab 30 Sah!31 Bab 31 Pelan-Pelan Saja32 Bab 32 Malam Pertama33 Bab 33 Pengganggu Datang34 Bab 34 Hadiah Terindah35 Bab 35 Sedang Ingin Manja36 Bab 36 Pria Dari Masa Lalu37 Bab 37 Ancaman