icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Remember When

Bab 4 Lamaran Yusa

Jumlah Kata:1551    |    Dirilis Pada: 07/04/2022

ah s

Yusa menghampiri meja Olivia beberapa saat setelah meeti

" tanya Yusa heran ke arah Olivia da

Pak?" jawab Olivia agak te

Lana. Kalau dia sudah punya

ima untuk memberi jawaban membuat Lana berubah salah tingkah saat nam

g-barangmu. Kemungkinan kita nggak

erbuatan Yusa padanya barusan benar-benar menyulut

Good job kampr

*

njeran Park. Sudah jauh, panas pula. Benar-benar menguras waktu dijalan hanya demi sepiring nasi pengganjal perut. Lagipula Olivia tidak bisa memprotes apa-apa karena ini juga termasuk jobdesk yang telah ia tanda

saat melihat Olivia yang belum mau

n lain?" kata Yusa lagi sembari mengambilkan sepotong paha

h ya. Ayo dimakan dulu. Ini sudah lewat j

f lain kalau Bapak terus memperlakukan saya berbeda," papar Olivia lembut tapi teg

di kantor?" tanya Yusa di tengah-tengah suapan

mengajakmu pergi. Kita juga nggak melakukan apa-apa. Kita hanya ke

ak. Tapi teta

via

dengan cepat kemudian menyodorkan

tu aku janji akan mendengar

l Yusa memang tidak ada niat kembali ke kantor. Apapun yang dikatakan Olivia menguap begitu saja oleh laki-laki itu. Yusa memarkirkan mobilnya di parkiran

ana. Sebetulnya Olivia mulai tidak sanggup mengikuti pola kerja Yusa yang tidak tertata seperti ini. Bukan pekerjaannya, melainkan lebih ke arah gosip yang akan selalu Olivia emban setiap harinya. Olivia jadi ingat ucapan Lussi kala itu. Posisi sekretaris tampaknya memang keren, tapi mental mengemba

en-scroll, mengecek satu per satu email saat koneksi wifi berha

milli

Ms. Z

rm you our CEO Mr. Wirawan would love to see you in Surabaya personally as a guest. Please l

nk

& reg

ie C

sedang

h laki-laki itu sudah berada di depan wajahnya yang hanya berjarak beberapa s

lalu menghela napas. "Aku mengajak keluar dari kantor b

as Olivia. "Paling tidak tolong iz

kerjakan nant

ap

CEO mereka langsung. Nanti kamu atur saja akomodasi mereka selama di sini. S

pas kembali kemudi

kenapa aku mengajakmu k

terpaksa saya harus tegas menolaknya. Saya tidak ingin digosipkan macam-macam karena masalah yang bukan pekerjaan saya. Saya tahu ini juga termasuk salah satu jobdesk saya, tapi saya tergang

aki itu bahkan harus memegang perutn

perkataan saya barusan, Pa

, namun masih terpingk

pasnya secara bersamaan. "Kamu tahu nggak jika hanya berada didekatmu saja

ia kembali

lu, Via. Minimal jika kita sedang tidak berad

i. Tanpa Olivia sadari jemarinya telah bertaut dengan jemari Yusa. Keterkejutan Olivia bahkan hanya dibalas senyuman oleh Sang Pemilik Tangan. Seb

ior. Aku sama sekali nggak menyangka akan bertemu lagi denganmu di sini. Ini takdir

ktif dan secara kebetulan pula mereka sama-sama menjabat sebagai anggota inti. Olivia kembali bernostalgia. Malam keakraban itu bertempatan di M

amarmu, Via. Wil

ia selama ini bahkan disaat usianya yang sudah terbilang matang untuk membangun sebuah bahtera rumah tangga. Meskipun di dasar hati terdalamnya ia merindukan seorang anak hadir dalam kehidupannya, tapi menikah? Olivia bahkan tidak pernah bermimp

via

membuat Olivia kembali

esionalitasmu dalam bekerja, Via. A

bergeming selain mena

untuk bersama, Via. Apa

, sa

. Mereka hanya iri. Kamulah yang kumau, Via. Kamu ad

eperti i

kata Yusa sembari meraih kembali salah satu

n menolakku y

ersikap seperti ini dan t

ku lakukan, Vi

kiti tangan saya.

lain. Bahkan ketika pergelangan tangan Olivia yang terlihat memerah karena perbuatannya sama sekali tidak dihiraukan oleh laki-laki

!" hardi

ap pergelangan tangannya dengan tatapan tidak suka. Sungguh benar-benar tidak masuk akal jika lak

ar. Lebih baik kamu dinginkan dulu isi kepalamu itu. Setelah itu baru kita bicarakan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Remember When
Remember When
“"Give me one more chances, Via," kata Dante sembari menatap manik mata Olivia. "Nggak bisa, Dante. Aku nggak bisa ...." "Kenapa? Kasih aku alasannya," desak Dante lagi. Olivia menggeleng-merasa tidak ada titik terang jika ia menjelaskannya sekalipun. "Kalau begitu akan kucari sendiri jawabannya." Manis. Bibir yang mengecup Olivia masih sama seperti tiga tahun yang lalu. Manis dan akan selalu manis. Seperti kenangannya bersama laki-laki itu. Tapi perpisahannya dengan laki-laki itu bukanlah tanpa sebab. Satu rahasia yang Olivia sembunyikan dari Dante. Alasan dibalik kepergiannya.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Bertemu Si Kembar3 Bab 3 Pak Bos Ganteng4 Bab 4 Lamaran Yusa5 Bab 5 It will Happen Soon6 Bab 6 Bukan Pelarian, Kan 7 Bab 7 Direct Message8 Bab 8 Sebuah Titik Terang9 Bab 9 Berita Baik atau Buruk10 Bab 10 Kepulangan Dante11 Bab 11 Yusa Cemburu12 Bab 12 Tertekan13 Bab 13 Pengumuman Penting14 Bab 14 Kamu Itu Milikku15 Bab 15 Berbaikan16 Bab 16 Keputusan Olivia17 Bab 17 Kita Harus Berhenti18 Bab 18 Satu-Satunya Jalan19 Bab 19 Aku Kotor, Dante20 Bab 20 Rahasia Terkuak21 Bab 21 Flashback Satu22 Bab 22 Flashback Dua23 Bab 23 Mona24 Bab 24 Beri Aku Waktu25 Bab 25 Bertemu Camer26 Bab 26 Keuwuan27 Bab 27 Pertemuan Dua Keluarga28 Bab 28 Mimisan29 Bab 29 Kepergok Lagi30 Bab 30 Sah!31 Bab 31 Pelan-Pelan Saja32 Bab 32 Malam Pertama33 Bab 33 Pengganggu Datang34 Bab 34 Hadiah Terindah35 Bab 35 Sedang Ingin Manja36 Bab 36 Pria Dari Masa Lalu37 Bab 37 Ancaman