icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Blue Eyes

Bab 6 Pria Berwajah Mirip

Jumlah Kata:1193    |    Dirilis Pada: 31/03/2022

E

diri saat melihat kami melangkah masuk. Mata bulatnya m

kata pun perempuan muda it

at sambil mengarahkan jempol tangan kanan ke arah meja. Aku menangkapnya sebagai sikap mempersilakan

e atas piring dan mengulurkannya padaku yang segera menambahkan la

dikit melupakan pertemuan dengan Viana tadi dan f

t rakaat. Entah kenapa, saat ini aku ingin sekali mendekatkan d

luar kamar. Pak Tono sedang duduk di kursi. Di sebelah kirin

memasang pagar gaib di sekeliling villa,"

bergerak duduk di kursi

berpandangan. Ada banyak pertanyaan berkelebat dalam benakku. "Pasti Mas Anto pena

gubah posisi duduk hingga kami saling berhadap

itu memasuki rumah lagi. Tari masih ket

ingin dibukakan lagi pagar gaibnya. Atau, dipasangnya di sekit

g dengan sang istri. Mungkin mereka

tu tidak menakutkan?" tanya

n kuat agar terlihat bahwa aku betul-betul tidak takut bila

, Pak. Kenapa Mas Anto meminta ag

ty?" tanya Pak Tono

misterius. Selama beberapa saat kami saling menatap satu sama lain

*

engan senyuman lebar. Pria bertubuh tambun tersebut membuka pintu pagar sedi

sudah menunggu di dalam," ujarnya s

menuju rumah yang pintu de

um," sapaku se

asuk, Mas," sahut Risty

k beraturan saat mendapati d

g sederhana, rambut panjangnya diikat menyerupai ekor kuda

mengobrol nih?" tanya Kakek Munir--ka

ty langsung membalikkan tubuh dan jalan mendekati sang kake

mi Kakek Munir dengan hormat. Kemudian, duduk

entang asal usulku. Aku menjawab semua pertanyaan dengan sejujur-j

pan dari tangan perempuan tersebut, kemudian menyajikannya di atas meja, d

belakang itu tahun 1957. Saat itu kakek masih kecil. Mungkin usia kakek baru

Ridwan. Pelan-pelan diubah dengan menambahkan dua buah kamar di bagian

akhir pekan. Hingga akhirnya, setelah ayah kakek pensiun, beliau menetap di sin

tidak menyangka bila akan seramai ini sekarang. Karena dulu, kakek dan adik-adik pernah berseloroh. Bah

waktu sering main ke sini tiap akhir pekan, kakek dan adik-adik sering berma

temu dengan noni Bela

a tahun sebelum bu Viana dinyatakan pindah ke kota lain," jawab Pak Munir sambil mengusap wajahnya dengan tangan kanan. "Waktu itu juga seb

nyaku dengan hati berdebar. Benar-b

giatan sekolah hingga jarang ke sini. Mulai sering berkunjung kembali setelah

*

Kletak.

membuatku menghentikan aktivitas di depan laptop. Ber

tu kamarku. Menatap lurus ke depa

ri bahwa Viana sedang berjalan menghampiri sesosok pria yang

ak. Pria itu menyambut kedatangan Viana dengan tangan yang dirent

isikkan sesuatu, karena perempuan itu menanggapinya dengan tawa yang sangat renyah. Kemudian pri

dan menarik taplak meja di ruang tengah. Setidaknya benda i

g. Meninggalkanku sendirian dengan batin berkecamuk. Selama

likkan tubuh dan jalan masuk ke rumah. Tak lupa untuk mengunci pi

k mencari jawaban yang

ah pri

ahnya bisa sanga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka