icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Blue Eyes

Bab 5 Pagar Gaib

Jumlah Kata:1082    |    Dirilis Pada: 31/03/2022

E

n depan villa, tepatnya di samping kiri ruang tamu. Sekali-sekali masih terde

. Kegiatan menunggu Viana menjadi hal yang

a tetap tidak mau mendekatiku yang hanya bisa memandanginya dari jendela. Hingga akhirnya

ulit dengan lembut. Sesaat setelah terjaga aku bergegas jalan masuk ke kamar mandi

enyapu ruang tengah. Wajahnya sudah tampak le

panas dari kopi yang mengaliri tenggorokan, menghadirkan sensasi hangat yang menenangkan. Tanganku terulur menga

ngan kebun yang ditanami sayur mayur. Disusul dengan Tari yang memb

nggak?" tanya Bu Ismi sambi

kan siang, ya?" A

anjang. Bingung mau dibuat apa k

ara Tari tampak menyibukkan diri menyiangi sayuran. Aku bilang menyibukkan diri, karena pada kenya

lentingan tentang kejadian lain di

as?" balas beliau de

u pergi dari sini, atau

dak terdengar oleh kedua putrinya. "Sebetulnya, bapak pernah cerita. Ada yang ngasih tahu,

r dan melanjutkan pekerjaan. Setelah menghabiskan sarapan, aku berpamitan pada ketiga perem

*

kan. Setelah berusaha keras untuk mencapai puncak, akhirnya aku tiba d

g mulai panjang. Kurapatkan jaket hingga batas leher, dan

elipatnya dengan tangan terjuntai tepat di atas lutut. Menikmati pemandangan

h yang membuatku senang tinggal di sini. Aku memang benar-benar mem

itu yang kian mendekat. Sudut bibirku terangkat membingkai senyuman kala mengenali so

a meletakkan ransel dan membukanya. Mengeluarkan satu tempat makanan berbahan

ich. Menggigit ujungnya dan terbeliak saat merasakan sensa

ya dengan seulas

ka yang pedas-pedas?" tanya

emudian terkekeh. Tanpa sadar aku ikut tertawa pelan. T

y mendengarkan dengan saksama. Sekali-sekali dia mengangguk tanda paham dengan isi cerita, sembari menata

enanyakan hal yang Mas omongin temp

?" tanyaku den

dari almarhum ayahnya. Karena kakek lebih banyak berada di asrama s

beberapa orang bolak balik ke rumah itu, sebelum ters

empercayai berita itu. Terutama setelah sering melihat penampak

an puzzle yang sangat menarik. Kami melanjutkan obrolan hingga sedikit lupa akan

annya saat membantu Risty turun. Kemudian, kami jalan melintasi area yang

ri di ujung jalan. Viana sepertinya memang sedang menunggu. Dia melayang men

renda hitam di sekeliling bagian bawah gaun. Secarik senyuman tercetak di wajahnya y

malaman," ujarku m

ke rumah," sahutnya de

tanpa perlu dipanggil." Aku merasa sed

jawabannya," tukas Viana sambil memba

ana berdiri tadi. "Apa maksudnya, Ris? Aku benar-benar

uk bisa menembus rumah. Jadinya dia hanya

an? Pag

, Mas. Apa kamu bisa membuat p

osok astral. Tetapi aku tidak mempunyai kemampuan lebih dari itu," jawabku sembari m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka