icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hayu

Bab 2 Bisma Adibrata

Jumlah Kata:1030    |    Dirilis Pada: 29/03/2022

napa mendadak bo

tang tak diundang? Ken

ang lewat dan melihatmu seperti orang gila. Makanya, saya menghamp

novel-novel sosok CEO cenderung dingin, tidak bagi sosok Candra, dia selalu mengganggu

ng Bapak antar saya

uh saya, mau saya poton

hidup, kalau gaji saya dipo

h Candra pada se

lam minggu, bisa saja bosnya itu pulang dari ke

lumayan ramai malam ini. Mungkin karena malam minggu banya

is kencan

li lho, saya menanyakan ini. Kamu harusnya bersyukur punya atasan yang baik dan perhatian seperti s

a, kalau bawahan bapak, sekaligus sahabat bapak itu, adalah putra da

, dia sudah bisa menebak ap

ereka lakuk

dengan kenyataan yang harus saya

ia tak ingin Candra tahu apa yang terjadi di sana, di

Bisma pasti merendahkan sekretarisnya itu. Candra diam, ta

umah Hayu. Tampak ibu Hayu duduk di teras rumah, sepertinya menunggu Hayu pulang. Hayu turun dari mo

u," ucap Candra m

kasih sudah mengantar Hayu

"Ada apa, Bu. Apa ada

u, katanya kamu pulang sendirian, jadi ib

n sesuatu, buru-buru pamit pada mereka berd

pun mengangguk,

Hayu baru sadar, kalau dia belum mengucapkan terima kasih pada atasa

bilnya, melajukan kendaraannya di jal

a itu dia memutuskan untuk menelepon ibu Hayu. Memastikan Hayu sudah sampai di rumah atau belum. Ketika bu Tuti mengatakan bahwa putrinya belum sampai di rumah, dengan segera Bisma menyusulnya. Tapi saat sampai di rumah Hayu. Di

ang menunggu Bisma pulang kesal melihat putranya. "Ad

apa lagi, Mi. Bisma tahu apa yang akan Mami bicarakan. Bukankah Mami sendiri yang bilang akan men

sa memilih istri semaumu sendiri, kita harus tahu, bibit, bebet dan

mi. Lagi pula ini zaman modern ,Mi. Kenapa harus melihat orang lain dari status sosialnya. Kita tidak hidup di zaman kerajaan Mami, yang semuanya be

i bukan Tuhan. Jadi, semua orang berbeda di mata Mami! Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, Bisma. Apalagi kamu satu-satunya anak Mami, p

kenapa sudah berpikiran bahwa Hayu tidak pantas untuk Bisma, Mi. Cobalah lebih dekat dengan Hayu, Mi. Mami pasti

uang, jangan bodoh, Bisma." Bu Ayu tak mau kalah dengan putranya, kamu

ak mau menjadi durhaka, satu sisi yang lain, dia sangat

Adibrata. Dia hanya tahu, kalau Bisma hanya seorang manajer biasa yang bekerja satu k

al, mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar. "Mi, t

ikl

samb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hayu
Hayu
“"Jadi, apa pekerjaan kamu?" "Saya sekretaris di Hardana Grup, Bu." "Jangan panggil saya, Bu. Panggil saya, Nyonya Adibrata." "Mi!" seru Bisma anak semata wayangnya. Kata orang tua zaman dahulu, memilih istri itu harus berpatokan pada bibit, bebet dan bobot. Hayu berpikir, itu mungkin terjadi di zaman dulu, di mana banyak orang masih berpikiran kuno. Tapi di zaman modern sekarang ini, mana mungkin pemikiran seperti itu masih terjadi. Seiring perkembangan zaman, Hayu yakin, pemikiran orang sudah mulai terbuka, namun pemikiran Hayu ternyata salah. Buktinya sekarang, Hayu sedang menjawab serangkaian pertanyaan -pertanyaan yang akan menentukan kelanjutan hubungannya dengan Bisma Adibrata. Calon pewaris tunggal Adibrata Group. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? follow IG Kardinah.dinah”
1 Bab 1 Nyonya Ayu Adibrata 2 Bab 2 Bisma Adibrata 3 Bab 3 Feeling Seorang Ibu4 Bab 4 Hari Yang Sial 5 Bab 5 Tak Diakui6 Bab 6 Jelita7 Bab 7 Frustrasi 8 Bab 8 Gundah Gulana 9 Bab 9 Ketahuan10 Bab 10 Main Hati11 Bab 11 SK Berlaku!12 Bab 12 Lawan Seimbang13 Bab 13 Broken14 Bab 14 Aku Mau Pulang15 Bab 15 Rumah Rasa Neraka16 Bab 16 Merutuki Kebodohan17 Bab 17 Aji Mumpung 18 Bab 18 Deep Talk 19 Bab 19 Situasi Rumit20 Bab 20 Jangan Denial21 Bab 21 You Are Just In Time 22 Bab 22 Playing Victim23 Bab 23 Pelengkap Atau Pembanding 24 Bab 24 Dua Lawan Satu25 Bab 25 Rencana26 Bab 26 Sekeping Rasa 27 Bab 27 Temani Aku 28 Bab 28 Dua Jam, Please 29 Bab 29 Panggilan Darurat 30 Bab 30 Jahilnya Candra31 Bab 31 Kamu Saja Jadi Istriku 32 Bab 32 Kebenaran Yang Menyakitkan 33 Bab 33 Tawaranku Masih Berlaku