icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hayu

Bab 8 Gundah Gulana

Jumlah Kata:1014    |    Dirilis Pada: 29/03/2022

njutkan perkataannya yang terkesa

g akan berlangsung terus-menerus. Don't be stupid, Bisma!

minya menutupi Hayu, karena dia malu Bisma berhubungan dengan Hayu. Pikiran Bisma berkecamuk, antara mau member

mengajakku pergi kamu datang saja menjemputku, barangkali kamu juga rindu de

, sekarang kamu yang

Kamu tahu, aku akan men

u bisa, aku tahu orang

ereka itu batal. Sejenak dia berpikir, jika dia pergi dengan Jelita, maka gadis itu akan semakin sulit melepaskannya, di

tu plin-plan, tadi menerima ajakan Jelit

Hayu selalu saja membuatnya stres, dia melamun, men

a yang selalu dia lakukan ketika sekretarisnya mengganggu atau tidak becus mengerjakan sesuatu. Setitik kecil kesalahan yang dilaku

Candra pada sahabatnya yang

snya kamu menyuruhku datang ruangan kamu saja, kenapa?

napa Bisma seperti tahu ke mana arah pembicaraan Candra

isku menyediakan mi

a, kamu tahu bukan? Aku hanya ingin b

meski dalam hatinya dia merasa gugup, takut m

Atau Jelita," tebak Bi

bicarakan urusan pribadi di kantor, jadi p

berikan padanya "Lalu? Apa ada masalah dengan pekerjaanku,

adang kekanakan dan tidak berpikir panjang, "Aku belum gila untuk mencurigai

rus

belum kamu keluar aku akan mencari pengganti, dan tolong sebel

eluar dari perusahaan Candra, apalagi Hayu juga bekerja d

apa? Ini pasti ada hubungannya dengan Hayu, aku tak ma

nya mengatakan apa yang kanjeng mamimu bilang padaku, jadi kalau k

Bisma tidak merestui hubungannya dengan Hayu. Candra tidak kaget

ucap Candra berdiri dari duduknya dan hendak m

bisa memperjuangkan Hayu, biar a

Candra. Sayangnya, belum sempat Bisma membuka

am

nggak punya penyakit jant

adanya. Dia harus menelepon maminya untuk memastikan perkataan

r ponselnya sembarangan. Dia berdiri dari kursi kebesarannya, mendekati jendela besar yang menampilkan pemandangan kota. Matahari mulai redup, sedikit demi sedikit kembali ke pe

u, tidak boleh ini dan itu. Terkadang ingin berontak, tapi dia tak mungkin mel

yalahkan maminya tapi juga tak tega melihat perlakuan maminya pada calon istrinya itu. Mau membela pun Bisma tak mamp

dan dewasa yang mampu membuatnya berpikir agak jernih

Tapi juga berjanji dengan kekasihnya untuk bertemu sepulang jam kantor. Hayu sam

, dia bahkan lupa jika harus menyiapkan laporan untuk akhir bulan. Meskipun punya sekretaris dia tidak suka menyuruh sekretarisnya itu yang mengerjakan laporan keuanganny

Hayu, sayangnya orang yang baru saja dia pik

samb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hayu
Hayu
“"Jadi, apa pekerjaan kamu?" "Saya sekretaris di Hardana Grup, Bu." "Jangan panggil saya, Bu. Panggil saya, Nyonya Adibrata." "Mi!" seru Bisma anak semata wayangnya. Kata orang tua zaman dahulu, memilih istri itu harus berpatokan pada bibit, bebet dan bobot. Hayu berpikir, itu mungkin terjadi di zaman dulu, di mana banyak orang masih berpikiran kuno. Tapi di zaman modern sekarang ini, mana mungkin pemikiran seperti itu masih terjadi. Seiring perkembangan zaman, Hayu yakin, pemikiran orang sudah mulai terbuka, namun pemikiran Hayu ternyata salah. Buktinya sekarang, Hayu sedang menjawab serangkaian pertanyaan -pertanyaan yang akan menentukan kelanjutan hubungannya dengan Bisma Adibrata. Calon pewaris tunggal Adibrata Group. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? follow IG Kardinah.dinah”
1 Bab 1 Nyonya Ayu Adibrata 2 Bab 2 Bisma Adibrata 3 Bab 3 Feeling Seorang Ibu4 Bab 4 Hari Yang Sial 5 Bab 5 Tak Diakui6 Bab 6 Jelita7 Bab 7 Frustrasi 8 Bab 8 Gundah Gulana 9 Bab 9 Ketahuan10 Bab 10 Main Hati11 Bab 11 SK Berlaku!12 Bab 12 Lawan Seimbang13 Bab 13 Broken14 Bab 14 Aku Mau Pulang15 Bab 15 Rumah Rasa Neraka16 Bab 16 Merutuki Kebodohan17 Bab 17 Aji Mumpung 18 Bab 18 Deep Talk 19 Bab 19 Situasi Rumit20 Bab 20 Jangan Denial21 Bab 21 You Are Just In Time 22 Bab 22 Playing Victim23 Bab 23 Pelengkap Atau Pembanding 24 Bab 24 Dua Lawan Satu25 Bab 25 Rencana26 Bab 26 Sekeping Rasa 27 Bab 27 Temani Aku 28 Bab 28 Dua Jam, Please 29 Bab 29 Panggilan Darurat 30 Bab 30 Jahilnya Candra31 Bab 31 Kamu Saja Jadi Istriku 32 Bab 32 Kebenaran Yang Menyakitkan 33 Bab 33 Tawaranku Masih Berlaku