icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Present Of Love

Bab 5 Pria Menyebalkan

Jumlah Kata:1384    |    Dirilis Pada: 23/03/2022

di sekolah baru yang sangat ia idam-idamkan. Memang sudah ke sekian kalinya ia berpindah sekolah.

i pelataran sekolah, turun dari sebu

olah. Suasana depan sekolah sangat ramai oleh anak-anak yang baru sampai. Sekolah ini benar-benar mengagumkan. Ini adalah s

pria berumur kepala empat ter

epala sekolah?" tanyanya y

bukan kali pertama ia berpindah sekolah. Seila sudah bias

!" Kedipan sebelah mata yang terkesan genit dan manis menyemangati p

" Seila mendekat dan

" Surya melam

ah tas dari bahan kertas berwarna merah jambu dan bergambar hati. Tas ini berisi jake

a sekolah. Seorang guru yang ramah menya

dunia serta gambar petinggi-petinggi sekolah dan tak lupa foto presiden serta wakil presiden yang di tempel di dindin

ya?" tanyanya sambil memp

as senyuman pria yang memiliki name

aku wali kelas kamu untuk berkenalan dan mendapatkan bang

anggil guru yang meru

nya, ya." pintanya agar S

jawab guru

dan sudah memarkirkan motor gedenya. Pria tampan bernama Aksara tengah di kelilingi oleh para gadis. Gadis-gadis berpa

as perlakuan semua gadis. Dia terkesan cuek d

mbut yang hitam, ditunjang dengan hidung mancung dan mata yang indah.Aksara bagaik

yang bening menampilkan jelas kegiatan pria itu. Sei

rasa sakit. Ternyata dia menabrak punggung pak Bimo

ngomeli Seila karena gadis ini malah sib

minta maaf sambil ter

ja dia sudah di

las IPA tiga. Kelas IPA ini terkenal di huni oleh dua orang pria tampan

s yang sudah datang. Suara riuh dari kegaduhan p

eila anak baru di kelas kit

da Seila. "Hai Seila!

ng kosong, ya!" Bimo memper

lewati celah meja-meja untuk

erburu-buru menabraknya hi

arnya tanp

t kaca. Dia memasang earphone di tel

a hanya terpisah oleh celah jalan tapi masih sejajar. Sei

engan pria yang ia kenal. Kebetulan sekali. Se

depan Seila menoleh ke belak

!" Bila tersenyum

disini ia langsung di sapaoleh teman. Berbeda denga

nasaran, apa yang ada di dalam tas kertas y

sara yang akan aku ke

nama Aksara. Pria ketua kelas ini adalah pria yang terkesan di

ara, Bil?" tanya S

, dia cuek dan bersikap dingin." ujar Bila yang ingi

Seila akan berusaha untuk mengajak Aksara yang

dan menyorot wajah tampan Aksara. Pria tampan yang tengah m

merasa silau. Sayang sekali jika pria b

jawaban. Mungkin volume earphone Aksara begitu kencang sehingg

ndapatkan jawaban. Bila hanya memperhatikan sembari me

a. Dia penasaran sekencang apa volume musik yang Ak

ndengar musik apa yang tengah Aksara putar.

" panggi

kat hingga embusan nafas Aksara begitu terasa. Pria itu tak berkedip dan

g .

ang marah. "Menjauh dariku!" Matanya membulat dan t

eka menjadi pusat perhatian. Betapa beraninya seorang anak b

ab Aksara ketus. Sepertinya hari

balikan ini. Seila menyimpan tas

ke bangku dan memejamkan mata. Menyilangkan tangan

la. Ia takut teman baruny

sih jaketn

ap aksara berbeda sekali dengan yang ia temui kemar

enggebrak meja. Dia kembali duduk di

akan Seila dan Aksara. Gadis itu sedikit

s yang berisi jaket dan keluar kelas lalu mendek

kejam Aksara yang membuang barang dar

Bila baru saja berbicara tapi ia

las dan mengambil barang

yang cuci sendiri

an merasa kasihan karena dia mendapatk

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Present Of Love
The Present Of Love
“Warning! Cerita ini mengandung konten dewasa. Jika anda belum berumur lebih dari 18+ harap menyingkir! Kisah ini bermula dari seorang gadis anak mucikari. Kapan kebahagiaan akan datang padanya? Untuk hidup saja berat, hari-harinya dipenuhi dengan cemoohan orang. "Tidak kusangka malam itu aku melakukan malam panas dengannya!" Rindu itu apa? Sungguh, bila Seila harus ditanyakan soal itu, dia tak akan pernah bisa menjawab. Rindu terlalu rumit untuknya, hingga dia harus mengingat kembali apa yang telah terjadi belakangan ini. Peristiwa dia hampir diperkosa menjadi awal pertemuan dia bersama Aksara. Kejadian ditinggalkan ke luar negeri menjadi akhir untuk kebersamaan mereka. Tidak ada yang tahu. Benar, tidak ada yang tahu. Ini takdir. Takdir yang membuat Seila mendapat kebahagiaan lalu terperosok jatuh dan sulit untuk bangkit. Berusaha melupakan tetapi tidak bisa melupakan. Bagaimana ia melewati masa-masa sulit itu? Apa bisa dia hidup dengan tenang?”