icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dilamar Tuan Duda

Bab 5 Mencari Jejak Pembunuhan yang Tertinggal

Jumlah Kata:1122    |    Dirilis Pada: 21/03/2022

ekerja di keja

kami ke sana

il yang di parkir di depan rumah peristirahatan Rain samb

Sea bekerja. Hari sudah sore, matahari sudah turun ke barat. Jalanan sore itu sedi

utan di sana-sini, ditambah arus lalu lintas yang tidak

aman kantor kejaksaan. Rain

a!" tegas Rain yang wajahnya terlihat emosi

kasa, seraya membukanya, dan duduk

saya Angkasa,

dan Andy memperkenalk

mu maksud?" tanya Angkasa pada a

nya, membenarkan pertanya

terbahak. Lain dengan Rain yang bing

Sea mengenai apa yang terjadi denganmu," ujar pria yang m

ya, Pak Jaksa?" tan

yelidikinya dul

ni diungkap, karena saya yak

unya masalah atau

ik, dia berasal dari keluarga sederhana dan t

da yang memp

" jawab Rain ragu-ragu

encoba meyakinkan Rain, sementara Ra

, dia tidak mempunyai m

kasa sembari berdiri dan mengambil jas hi

an pertanyaan Angkasa tadi, karena pe

" Pertanyaan Angkasa m

gkasa dan Sea. Andy mencoba

k Rain pada Sea yang sedang me

ngan keras. "Numpang mobil te

a, hanya melirik sini

line, Angkasa memakai perlengkapan sterilis

gan teliti dan tanp

ng masih terangkai di bangunan yang sedang dalam proses pengecoran. Kemudian, Angkasa menj

sesuatu dan tanpa sadar bagian tubuhnya tergores kawat ini

ka gores di tangan atau tubuh l

guk membenarkan

n mencoba memulihkan CCTV di sini. A

k jalan masuk dan

a dirusa

pungka

am yang tahu betul setiap sudut gedung ini, dan pastinya

i menyilangkan tangan dan sesekali

ap. "Kita lanjutkan be

n ulang bersama tim. Anda sebaiknya menenangkan diri dulu. Jangan

u tidak akan mempercayai siap

gar Rain. Aku

begitu, Ndy, ck!

! Sepertinya, kau sudah tidak sedih lagi," sahut

Rain yang diikuti An

*

enemani Cyra. Ia menatapi putri kecilnya yang belum ta

tanya Cyra yang sedari

so far, Cyra. Cyra ma

an wajah merengut ka

nggam Rain

, M

na dengan mee

a beberapa hari. Saya

ik,

ambungan teleponnya), "tolong kirim file pekerjaan h

d copy file yang harus dit

rumah saya. Setelah itu, ka

ng menyiapkannya." Ak

bilkan minum, d

sakannya. Rain terlupakan bahwa ia sudah kehilangan sosok yang ia panggil dengan nama kes

n senyum riangnya. Rain langsung terin

irip dengan mamanya. Rain menatapnya lekat. Ia sangat merindukan wajah

ahkan lamunan Rai

Cyra berlari mendekat

ng. Apa kab

asuk ke ruang kerjanya disusul oleh

main sama Om dulu

Cyra sambil ber

ile-ny

n sudah ia pelajari. Setelah itu

gani. Sisanya ditinggal saja. S

anorama ingin meeting diada

iga hari ke depan. Kau atu

k, P

erbuka. Maya melongo ke kamarnya, melihat Cyra sed

awa Cyra. Ia lantas mendekati kamarnya dan mendapati Cyra sedang

pergi?" t

berdiri, "Maaf, Pak. Saya tadi liat Cyra l

ni, Pak, Cyra sedang kesepian,"

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dilamar Tuan Duda
Dilamar Tuan Duda
“Rain-seorang duda yang kehilangan istrinya karena dibunuh-bertemu seorang gadis muda dan meminta untuk menikahinya secepat mungkin. Mengapa Hanna, sang istri, mati terbunuh? Lalu, mengapa Rain meminta Sea, seorang gadis SMA, untuk menikahinya, padahal ia baru mengenalnya?”
1 Bab 1 Kematian Hanna2 Bab 2 Cyra Menghilang3 Bab 3 Dipanggil Om 4 Bab 4 Menculik Sea di Jalan5 Bab 5 Mencari Jejak Pembunuhan yang Tertinggal6 Bab 6 Hasil Autopsi Hanna7 Bab 7 Prediksi Kasus Pembunuhan8 Bab 8 Pertemuan Sea dan Orang Tua Rain9 Bab 9 Hasil Tes DNA10 Bab 10 Ditemukannya Hasil Tes DNA Lain.11 Bab 11 Mengejar Maya yang Kabur12 Bab 12 Ice Cream Strawberry13 Bab 13 Sekretaris Baru yang Cantik14 Bab 14 Benci tapi Cinta15 Bab 15 Kecemburuan RainTerhadap Sea16 Bab 16 Bodyguard baru Sea17 Bab 17 Jangan Menyukaiku!18 Bab 18 Lamaran Mendadak19 Bab 19 Mengejar Kepergian Calon Istri20 Bab 20 Kegalauan Seorang Rain21 Bab 21 Rain yang Salah Tingkah22 Bab 22 Akhirnya, Waktu yang Ditunggu-tunggu23 Bab 23 Akad Nikah24 Bab 24 Cemburu25 Bab 25 Melihat Rain dengan Gadis Lain26 Bab 26 Salah Paham27 Bab 27 Malam Istimewa28 Bab 28 Kecelakaan29 Bab 29 Kabar Mengejutkan30 Bab 30 Kecemburuan tak Beralasan31 Bab 31 Diam-diam Dia Begitu Manis32 Bab 32 Sea Menggodanya33 Bab 33 Kemarahan Bintang34 Bab 34 Marahnya Seorang Rain35 Bab 35 Bintang Mulai Gila36 Bab 36 Papanya Bintang Murka37 Bab 37 Menghibur Sea dengan Caranya Sendiri38 Bab 38 Sea Diculik39 Bab 39 Kesempatan yang Berakhir Tragis40 Bab 40 Sea Membentak Rain41 Bab 41 Akhir yang Diharapkan