icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dilamar Tuan Duda

Bab 3 Dipanggil Om

Jumlah Kata:1567    |    Dirilis Pada: 21/03/2022

dra yang menggenggam pergelanga

begitu melihat Cyra dan berlari menggen

kay? Mama khawat

," jawabnya dis

jauhan langsung mem

apa," lirih C

ita pulang, y

*

dua hari s

k Grand William hotel hari ini!" perintah Ra

ak," jaw

Hanna dari dalam rumah sambil membawaka

n," sambil men

ai baju s

kasi proyek, takut

" sahut Hanna sambil melamba

un, Cyr

k perencanaannya?" tan

uk digitalnya, Pak." Maya menerangkan sambil menyodor

a dengan

Kids zone ada di lantai bawah di antara pusat kebugaran dan salon atau spa. Ja

sung menuju rooftoop. Dokter jaga perusahaan sudah disiapkan dan serv

ja b

at tatapan mencurigakan Hen

ulan yang akan datang. Rain selaku direktur sedang fokus dalam mengamati rencana proyek ho

eliling bersama Maya untuk melihat par

nya bersama para pekerja bangunan lain yang dalam kondisi pakaian kotor dan berisik

m saya ketingg

kan, Pak?" Maya

an saja, biar saya beli sen

sambil meneruska

l air mineral, ia melihat seekor kucing yang mencuri perhatiannya. Kucing berwarna orange denga

empat kucing tadi. Lalu, ia berjongkok, mengelus-elus kucingnya yang terlihat ketakutan. S

g? Memangnya, makanan itu gak enak?" Seor

ambut keriting gantung itu. Setelah menemani kucing itu meng

s itu sambil memberikan

a i

merasa lapar karena makana

, say

a saja, Om," paksa gadis itu sam

mang kam

eriaknya sambil mengeja nama

emberi saya makanan! Siapa juga yang k

il sedan hitam di depannya, dan mengetuk kaca mo

ah makan

, kemudian membuka

ak. Saya

engasongkan sebungkus makanan

a kasi

*

ari se

ke lokasi proyek hanya dengan kaos berwarna navy merek Gucci, celana pendek merek Hush Pupp

truktur bangunan. Rain bersama mandornya se

ump truck yang lalu lalang keluar masuk proyek, Hendra mendengar samar-samar suara ge

Hendra berte

jatuh dari atas. Ia melangkah jauh, lantas mendorong tubuh Maya hingga t

aaa

n!" teri

a baik-baik saja. Cepat kamu bantu Maya!" Rain memanggil o

ng masih shock. "Kepalamu terluka!" Ia melihat darah

dan membersihkan kotoran yang menempel di pakaiannya. Kemudian, ia berusaha jalan ke lu

etika seekor kucing ber

ntuk mampir ke sebuah warung yang sebelumnya ia datangi untuk membeli nasi beserta lauknya. Kemudian, pr

yang memakai seragam SMA meng

u lagi!"

menunjuk lokasi proyek. "tapi, malah memberi makanannya

amu tabung saja daripada

kok. Om tenang aja," katanya

inatang?" lanjutnya sambil memandan

berlalu pergi meninggalkanny

..!" te

leh, tetapi gadis i

ambil menatap lengan yang menar

k Sea ke lengan Rain y

ng baru saja dibeli Rain dan merebutnya. Kemudian, dibukalah obat itu dengan saksama, diambilnya kapas untuk mem

senyum sipit melihat pria y

...." Sea menunjuk k

n menangkis tangan Sea yang akan menyentuh pelipisnya. Ia lantas berdir

care

erikan kantong berisi o

k, P

nnya sudah diob

sal setelah bertemu si gadis. "Dra, se

selesaikan pekerja

i, P

ada di lapangan seperti ini. Kamu kerjakan saja urusan lain

mengangguk

*

ian, Starb

apa yang membuat Anda memilih s

agi saat Anda mengatakan tidak akan membatasi w

m, Rain menahan malu sekali

a dengan Delta da

epada mereka kalau visi dan misi

kan memberi jalan bagi

aya tidak ingin warga di sini terganggu apalagi sampai tidak ada jalan

beruang?" R

in," jelas Pak Raja, n

r jauh." Rain terkekeh. "Oh, ya, ngomong-ngomong pang

tu bukan siapa-siapa, terus saya yang begini apa, dong?

l bersenda gurau set

sudah ditandatangani dan dananya akan d

ain. Lain waktu mampi

pasti. Sampai be

dua dengan Maya yang duduk di dekat jendela kafe. Sementara i

ajak ke sini, Ma

untuknya. Nanti dia makan di mobi

pesankan makanan dan m

k, P

aya kembali dengan makanan

egera kembal

nting, Pak?

urusan kantor lalu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dilamar Tuan Duda
Dilamar Tuan Duda
“Rain-seorang duda yang kehilangan istrinya karena dibunuh-bertemu seorang gadis muda dan meminta untuk menikahinya secepat mungkin. Mengapa Hanna, sang istri, mati terbunuh? Lalu, mengapa Rain meminta Sea, seorang gadis SMA, untuk menikahinya, padahal ia baru mengenalnya?”
1 Bab 1 Kematian Hanna2 Bab 2 Cyra Menghilang3 Bab 3 Dipanggil Om 4 Bab 4 Menculik Sea di Jalan5 Bab 5 Mencari Jejak Pembunuhan yang Tertinggal6 Bab 6 Hasil Autopsi Hanna7 Bab 7 Prediksi Kasus Pembunuhan8 Bab 8 Pertemuan Sea dan Orang Tua Rain9 Bab 9 Hasil Tes DNA10 Bab 10 Ditemukannya Hasil Tes DNA Lain.11 Bab 11 Mengejar Maya yang Kabur12 Bab 12 Ice Cream Strawberry13 Bab 13 Sekretaris Baru yang Cantik14 Bab 14 Benci tapi Cinta15 Bab 15 Kecemburuan RainTerhadap Sea16 Bab 16 Bodyguard baru Sea17 Bab 17 Jangan Menyukaiku!18 Bab 18 Lamaran Mendadak19 Bab 19 Mengejar Kepergian Calon Istri20 Bab 20 Kegalauan Seorang Rain21 Bab 21 Rain yang Salah Tingkah22 Bab 22 Akhirnya, Waktu yang Ditunggu-tunggu23 Bab 23 Akad Nikah24 Bab 24 Cemburu25 Bab 25 Melihat Rain dengan Gadis Lain26 Bab 26 Salah Paham27 Bab 27 Malam Istimewa28 Bab 28 Kecelakaan29 Bab 29 Kabar Mengejutkan30 Bab 30 Kecemburuan tak Beralasan31 Bab 31 Diam-diam Dia Begitu Manis32 Bab 32 Sea Menggodanya33 Bab 33 Kemarahan Bintang34 Bab 34 Marahnya Seorang Rain35 Bab 35 Bintang Mulai Gila36 Bab 36 Papanya Bintang Murka37 Bab 37 Menghibur Sea dengan Caranya Sendiri38 Bab 38 Sea Diculik39 Bab 39 Kesempatan yang Berakhir Tragis40 Bab 40 Sea Membentak Rain41 Bab 41 Akhir yang Diharapkan