icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

icon

Bab 1 Kematian Hanna

Jumlah Kata:1288    |    Dirilis Pada: 21/03/2022

l saya selanjutn

ja dan notaris di Star Break Coffee. Mungkin Anda mak

berkas-berkas ya

menengok jam tangannya dengan strap yang terbuat dari kulit, memberikan kesan e

nggu di mobil. Saya

k, P

*

u dipenuhi pengunjung. Rain, Maya, dan kliennya melakuk

sudah ditandatangani dan dananya sedang d

k Rain. Lain waktu mam

, sampai be

dari tempat dudukny

lewat. Sebaiknya kamu makan d

Rain dan Maya akan memanggil santai jika tidak

ar bosnya itu sembari memainkan

?" tanya sekretaris ya

macchiato

, w

menyelesaikan pekerjaan. Rain ingin segera pulang. Entah kenapa ha

*

Pa?" tanya Cyra, putri pertama

gak bareng M

..? Bi

selesai di dapur. Ibu mana, Pak?" tanya asisten ru

a, kan, baru pulang kerja." Ra

un telepon. Karena ke mana pun istrinya pergi pasti selalu meninggalkan pesan. Ra

apak, seperti biasa mau antar makan

a udah kasih tahu ke Hanna untuk enggak menyiapkan dan meng

ai sekarang belum pulang?" tanya B

mutar-mutar iris mata, sedangkan

an?" Rain mengalihkan

bo sama Mama." Cyra merajuk sambil m

a Bi Ina, ya? Papa mau ca

ituntun Bi Ina sambil mengerucutkan

ggelegar. Rain mondar-mandir di ruang kerjanya sambil sesekali mema

ementara, hujan di luar sudah reda hanya tinggal r

pesan masuk da

ulu. Papa gak usah menyusul ke

ng Rain ketika mendapatkan sebuah pe

pulang, ya? Cyra kan

pesannya. Akhirnya, ia bis

nya. Ia melihat Cyra sudah tertidur. Adapun Bi Ina masih duduk di sampingnya sambil

*

ergi ke kantor. Rain sempatkan membuka ponsel dan menca

dengan Hanna? Rain telepon

Ia bingung ketika pagi-pagi sekali menantunya sudah

k ada di rumah ... Hanna bilang kemarin a

um telepon Ibu lagi sej

in Rain dengan perasaan cem

ain cari Han

juga akan bantu tanyakan ke saudara-

n seraya memutus sa

ra udah menunggu di

perasaan cemas dan akar pikir

secepatnya kalau ada kabar apa pun tentang Hanna

. Hati-hat

gi hari belum dilepasnya. Ia coba menghubungi semua keluarga, saudara,

Pak?" ta

nya dengan irama data

, sejak

siang kat

anya Bu Hanna, Pak?"

ggak ada satu

ga kamu baik-baik aja di mana pun," gumam Rain de

ang, ya, Pak," ujar Hendra

b lagi karena sibuk

t untuk masuk ke ruangannya tanpa menoleh ke sekit

r sembari menengadahkan kepalanya dengan mata terpej

liat di TV ada berita," sahut Maya sembari meraih remote dan menya

Wanita itu berusia sekitar 28 tahun dan dipastikan jenazah a

hotel yang sedang digarapnya. Mobil sedan berwarna putih dengan lambang empa

diterobosnya. Matanya mulai memerah dan membendung air mata. Dada yang terasa ses

mobil dan berlari menghampiri jenazah yang tadi

inya di bawah punggung Hanna. Ia menahan tubuh istrinya yang sudah dipastikan tak bernyawa itu. Tangan kanannya meng

Sayang ... bangun!

tragis dari Hanna. Mereka pun merasa iba keti

.. Hanna, please!" teriaknya sambil

rinya yang pucat pasi. "Kamu pasti kedinginan. Kamu sejak kemarin di sini, kan? Hemm

kan berurusan langsung denganku." Suara teriakannya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dilamar Tuan Duda
Dilamar Tuan Duda
“Rain-seorang duda yang kehilangan istrinya karena dibunuh-bertemu seorang gadis muda dan meminta untuk menikahinya secepat mungkin. Mengapa Hanna, sang istri, mati terbunuh? Lalu, mengapa Rain meminta Sea, seorang gadis SMA, untuk menikahinya, padahal ia baru mengenalnya?”
1 Bab 1 Kematian Hanna2 Bab 2 Cyra Menghilang3 Bab 3 Dipanggil Om 4 Bab 4 Menculik Sea di Jalan5 Bab 5 Mencari Jejak Pembunuhan yang Tertinggal6 Bab 6 Hasil Autopsi Hanna7 Bab 7 Prediksi Kasus Pembunuhan8 Bab 8 Pertemuan Sea dan Orang Tua Rain9 Bab 9 Hasil Tes DNA10 Bab 10 Ditemukannya Hasil Tes DNA Lain.11 Bab 11 Mengejar Maya yang Kabur12 Bab 12 Ice Cream Strawberry13 Bab 13 Sekretaris Baru yang Cantik14 Bab 14 Benci tapi Cinta15 Bab 15 Kecemburuan RainTerhadap Sea16 Bab 16 Bodyguard baru Sea17 Bab 17 Jangan Menyukaiku!18 Bab 18 Lamaran Mendadak19 Bab 19 Mengejar Kepergian Calon Istri20 Bab 20 Kegalauan Seorang Rain21 Bab 21 Rain yang Salah Tingkah22 Bab 22 Akhirnya, Waktu yang Ditunggu-tunggu23 Bab 23 Akad Nikah24 Bab 24 Cemburu25 Bab 25 Melihat Rain dengan Gadis Lain26 Bab 26 Salah Paham27 Bab 27 Malam Istimewa28 Bab 28 Kecelakaan29 Bab 29 Kabar Mengejutkan30 Bab 30 Kecemburuan tak Beralasan31 Bab 31 Diam-diam Dia Begitu Manis32 Bab 32 Sea Menggodanya33 Bab 33 Kemarahan Bintang34 Bab 34 Marahnya Seorang Rain35 Bab 35 Bintang Mulai Gila36 Bab 36 Papanya Bintang Murka37 Bab 37 Menghibur Sea dengan Caranya Sendiri38 Bab 38 Sea Diculik39 Bab 39 Kesempatan yang Berakhir Tragis40 Bab 40 Sea Membentak Rain41 Bab 41 Akhir yang Diharapkan