icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Falling for him

Bab 8 Ibu dan ayah Kuma

Jumlah Kata:1657    |    Dirilis Pada: 11/02/2022

ane yang tengah duduk di kursi tunggu berdiri, Theo berdiri

sia saja. Syukurlah sekarang Kuma terlihat lebih baik, anjing itu sudah lumayan sehat kembali. Jaane hanya perlu memastikan semuanya baik untuk Kuma, recomendasi makanan

proteksi namun pemiliknya juga. Karna hidup di atap yang sama dengan seekor hewan tidak menutup kemungkinan

heo. "Sebenarnya kau divaksin buk

t, ia harus menghadapi omon

, supaya jadi

aksudnya Jaane itu galak? Agresif? Hiperaktif? Lalu apa kabar manus

itu. Tidak selesai-selesai jika Jaane harus melade

apa

ngukan. "

tangan di ping

i itu masih setia memegang ke

Gadis itu hendak membuka pintu nam

u ada ibu. Harus ada ayah juga, dan aku aya

Tidak jelas sekali alasan Theo. Mana mau Jaane mem

unggal!" k

s-nya dia sampai jadi ayah anjing pun

igit dokter cantik itu," tutur Theo. "

k menendang kaki Theo hingga laki-laki itu meringis sakit.

tau kalau Jaane takut jarum suntik. Bukan apa-apa, saat Thaeo tidak tau ke

o tidak menggubris, masih

esempatan lagi, mau a

Theo sama saja menjatuhkan gengsinya yang ting

n pada kaki yang ditendang Jaane, kemudian menyingkir dari

dengan percaya diri. Jaane duduk di kursi yang ditunjuk salah satu

mana lagi, juga keputusannya memelihara Kuma mengharuskannya

an botol kecil yang Jaane tak tau apa nama atau isinya. Jaane melakukan apa

lengan atasnya, gadis itu menoleh ke samping disertai gigitan di bibir guna me

di bibir, mempererat pejaman matanya, mencengkr

t bibirnya. Dengan takut ia membuka mata, panda

aki itu setia membingkai wajah Jaane dengan tangannya, usapan

-laki itu memasang raut biasa serta tersenyum sekilas mencoba menenangkan

nar ingin mena

api tak luput menolak karna detik berik

-

atkan badannya sejenak, namun pikirannya masih berkelana. Tadi, Theo langsung pergi saat Jaane selesai vaksin bahkan

Sudah tampan, baik hati, Ro

ersenyum sopan menjawab godaan itu dengan kalimat 'dia bukan

sehat setelah disuntik. Dulu waktu Jaane masih kecil, saat baru-baru masuk sekolah dasar Mamanya membawa dia imunisasi. Tentu saja Jaane takut, semua anak disana menangis histeris, menggejal menolak

nya sudah bukan seorang teman lagi. Tidak ada yang mengiming-imingi cutton candy padanya, tidak ada yang menawarinya pergi ke taman bermain untuk menghi

Suara Jung membuyarkan lamun

, nanti kau sempatkan vaksin ya. Bila

i kelinci itu menggendong Kuma lalu membawanya ke

bawa saja," ucap

ut Jung yang sudah ke

amanya. Belum lebih dari tiga menit matanya menutup,

ahkan tinggi badanku!" Suara Lica, Ja

ita sejajar! Jangan mengatai aku pendek

uncak kepalamu masih setinggi

aja satu atau dua tahun lagi, a

an juga diam saja, tidak usah berdebat! Tidak penting!" Gadis beranting

llcome to me,"

an lemas, matanya masih terp

celanya seraya melepas sepatu, mele

ah," gum

ki paha Jaane pelan. "Tidak

idak me

tuh, tangan jadi sakit, mikir pelajaran lagi, ke kafe oppa, ramai bikin pusing, mengusir gadis-gadis ganjen di sana, mencoba mendapat nomor ponsel oppa

anak kalian! A

ngar kata 'anak kalian'.

jawab Ro

itu diketiaknya. Enak saja! Jaane masih virgin ting-ting! Aish! Dari mana gadis

Jejen! Sudah lepaskan!! Jaane! Lepas! Ju

h menghilang entah kemana. Gadis itu melepaskan Rosa, ra

kau punya an

bibir gemas.

ri di samping Jungk sebagai penonton itu melot

ti setelah dari kafe ke rumah Jaane, jen

aku bilang anak be

bohongan begit

eperti kalian," ujar Jung sambil meletakan mangkuk makanan anjing di nakas sampi

dari bawah ranjang. Jaane mengangkatny

kmu?" tanya

perti Rosa. "Ini anjing yang aku

Jaane. Tapi Rosa seperti sedang memikirkan hal lain, gadis

lu berlari keluar tiba-tiba. Mengundang ker

itam itu turun dari ranjang, meletakan Kum

ari saku lalu mengaktifkan data. Tring! Tring! Trin

r setelah membuka satu postin

ica padanya. Postingan Rosa, di sebuah

selamat ya Jane dan The

ian. Jaane merasa masa sekolahnya ak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Falling for him
Falling for him
“Katanya hati manusia itu seperti angin, mudah sekali berganti arah. Theo pernah mendengar hal serupa itu, dan ia percaya. Mengingat seberapa pernah ia menjadi saksi sekaligus korban dari kejamnya hati yang berubah arah. Namun, kepercayaannya goyah. Theo melihatnya, seorang gadis, dengan hati dan pendirian yang begitu teguh meski digoda susah payah, pribadi yang malu jika disamakan dengan angin. Jaane Kim, menganggap jatuh cinta hal paling terakhir yang ingin dirasakannya. Dan bagi Theo, hal itu seperti tantangan untuknya, mengingat belum pernah ada gadis yang menolak mengikuti melodi seruling yang ia mainkan. Bisakah Theo mendapatkan apa yang ia inginkan? Akankah Jaane luluh dengan melodi sang Pied pipper? Inilah kisah merah muda mereka, musim semi, dandelion serta angin. Satu paket merah muda untuk mengundang hadirnya kupu-kupu di hati pembaca.”
1 Bab 1 Pertemuan pertama 2 Bab 2 Murid pindahan 3 Bab 3 Sebuah kebetulan 4 Bab 4 Serendipity5 Bab 5 One bad day6 Bab 6 Gossip7 Bab 7 Pagi itu 8 Bab 8 Ibu dan ayah Kuma9 Bab 9 Tersangka gigitan 10 Bab 10 Diharuskan menjauh 11 Bab 11 We're in the rain12 Bab 12 Demam13 Bab 13 Mimpi buruk 14 Bab 14 Lelah dan sakit 15 Bab 15 Dari teman untuk teman 16 Bab 16 Penunggu ruang (hati)17 Bab 17 Pengakuan Theo 18 Bab 18 Malu tahu19 Bab 19 Di mana dia20 Bab 20 Menyapa masa lalu21 Bab 21 Loner in the night22 Bab 22 Pacar bodoh 23 Bab 23 Jangan membuatku patah hati24 Bab 24 Officialy taken25 Bab 25 Dua sahabat lama26 Bab 26 Healing!27 Bab 27 Kencan pertama 28 Bab 28 Biggest fear29 Bab 29 Di bawah bayang dedaunan 30 Bab 30 Movie time31 Bab 31 Tentang cinta pertama 32 Bab 32 The date33 Bab 33 Arti indah sebuah bunga34 Bab 34 Him