icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

School and Love

Bab 9 Seleksi Sosial

Jumlah Kata:1308    |    Dirilis Pada: 16/02/2022

aupun SMA Swasta. Untuk sekolah sekelas SMA Semesta persaingan ketika ingin memperebutkan tiga bangku mewakili sekolah cukup ketat. Mereka harus memiliki kriteria sehat jasmani

si Akademik (TPA),dan tes kemampuan bidang masing-masing. Mereka hanya di

lah yang

h untuk menguji kesiapan fisik anak. Para guru ini berasumsi bahwa meskipun Olimpiade Nasional berbasis wawasan atau menggunakan tenaga

n pertanyaan-pertanyaan menjebak untuk para siswa. Mereka akan ditanya tentang latar belaka

i SMA Semesta sangat bengis dibanding lomba Olimpiade Nasional yang sesungguhnya. Bahkan beberapa kakak tingkat ada yang mengaku, memilih mundur ketika sudah sampai di

rada di Kasta Platinum. Platinum merupakan kasta tertinggi di SMA Semesta setelah Kasta Iron, Bronze, Silver, dan Gold. Mereka memiliki kriteria masing-masing untuk setiap kastanya. O

a di kasta tersebut, sehingga mau tidak mau harus berusaha meningkatkan kualitas atau kekayaan dirinya. Sementara itu, siswa yang miskin tetapi memiliki prestasi masuk dalam kategori Kasta Bronze – layaknya Laisa. Pemilik kasta ini juga sering dibully lantaran mereka miskin. Siswa yang memiliki kekayaan sekitar 1 M akan langsung masuk di Kasta Silver. Kelebihan kasta ini adalah siswany

a tentang kapasitas masing-masing dibuktikan dengan penghargaan Kasta Platinum apabila mereka lolos kriteria. Tingkatan kasta setiap

a yang melakukan tindakan tidak etis, seperti menyuap b

membantu wali murid, maka mereka akan langsung dikeluarkan dari sekolah tanpa hormat. Bahkan beberapa peng

dalam pendidikan. Dampaknya akan memicu gangguan psikologis akibat bully, stress bahkan lebih fatalnya adalah bunuh diri. Tak jarang dari wali murid ada yang menuntut sekolah ke piha

a adalah idaman para siswa seusianya. Dulu ketika mendaftar, ia tidak didampingi oleh ibunya dan

ksi yang dimulai pukul 08.00 WIB, Laisa sama sekali tidak tidur. Dia cemas dan khawatir dengan hasil yang akan di dapatkannya besok. Ia percaya bahwa hasi

*

ng ditunggu-tung

i untuk Olimpiade Nasional. Kebetulan siswa dari kelas X sekitar 80% yang mengikuti

sangat percaya bahwa kelas yang diampunya

kelihatan beda

t's

ngan lo nggak

dengan Laisa. Perempuan ini memang selalu memperhatikan

it, jadi aku harus menjag

belum sarapan. Bukan lupa, tetapi ibu Rina yang

Lay kalau fisik

kok Arum. S

teman-temannya. Ia tidak ingin terlihat lem

tes. Guru-guru lain sibuk mengurus server dan jaringan, khawatir jika ditengah para siswa mengerjakan tes terjadi kendala pada sistem. Akhirnya bel tanda dimulai tes berbunyi. Wak

suara dengan keras karena kelas XI dan kelas XII sudah diperin

ekali. Namun ia harus benar-benar konsentrasi dalam mengerjakan. Bahasa inggrisnya cukup fasih. Ia juga sudah biasa mengerjakan tipe soal TPA. Bidang biologinya juga tidak bisa diremehkan. Ia

berpikirlah terlebih dahulu, sebut nama ayah, sebut nama ibu dan katakan

tenang setelah

*

p selanjutnya, yaitu tes fisik. Kabar baiknya, Laisa masuk di tahap ini, begitu pula dengan Arumi, Dema, Anan, dan Luna.

garis finish, masuk kategori 100 tercepat dan berhasil masuk ke tahap wawancara. Namun tiba-tiba,

a pi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
School and Love
School and Love
“Awal kisah dimulai dari Laisa yang diterima di SMA Favorit milik para siswa kaya raya. Sekolah ini menggunakan sistem kasta dalam kesehariannya. Laisa merupakan anak yang lahir dari keluarga sederhana. Tercatat dengan identitas miskin tak lantas membuatnya menyerah. Ia harus mampu berjuang dan menahan segala bentuk perbedaan di sekolah barunya. Meski begitu Laisa memiliki kelebihan dari segi kemampuan otak yang di atas rata-rata. Suatu hari Laisa bertemu secara tidak sengaja dengan laki-laki bernama Dema. Dia berasal dari keluarga konglomerat yang lama kelamaan menyukai Laisa. Perbedaan dan kejadian mencolok semakin beragam di sekolah semenjak kedekatan mereka. Apalagi Dema adalah ketua geng F3 yang sangat disanjung oleh para siswa. Lantas bagaimana kisah Dema dan Laisa. Apakah Laisa juga menyukai Dema? Bagaimana nasib Anan dan Candra yang juga sama sama menyukai Laisa?”
1 Bab 1 Hari Pertama Sekolah2 Bab 2 Siapa Namanya 3 Bab 3 Kue Dari Ibu4 Bab 4 What's Wrong 5 Bab 5 Miskin Tidak Tahu Diri!!6 Bab 6 Ruang Keadilan7 Bab 7 Deal!8 Bab 8 Plat Mobil9 Bab 9 Seleksi Sosial10 Bab 10 Are You Okay 11 Bab 11 Wanita yang Singgah di Rumah Ibu12 Bab 12 Berita Duka13 Bab 13 Breaking News! 14 Bab 14 Bipolar15 Bab 15 Jangan Dekati Laisa16 Bab 16 Jangan Jadi Teman (Aja)17 Bab 17 Kue (Lagi) 18 Bab 18 Laki – laki di Bawah Hujan19 Bab 19 Punishment20 Bab 20 Ketua OSIS21 Bab 21 Sakit22 Bab 22 Perhatian Si Ketua OSIS23 Bab 23 Karantina24 Bab 24 Laisa Menangis25 Bab 25 Kunjungan Ke Rumah Anan26 Bab 26 Ambisi27 Bab 27 Mulai Beraksi28 Bab 28 Debar - Debar29 Bab 29 Perasaan Apa Ini 30 Bab 30 Kebakaran Sekolah31 Bab 31 Pelajaran Cinta32 Bab 32 Laisa Milikku Saja33 Bab 33 Rina dan Reyna34 Bab 34 Definisi Cinta Versi Candra35 Bab 35 Pisahkan Dema dan Laisa!36 Bab 36 Cemburu37 Bab 37 Duel Musik 38 Bab 38 Guru Musikku 39 Bab 39 Geng F3 VS Geng C540 Bab 40 Penyekapan41 Bab 41 "Like You"42 Bab 42 Dimana Laisa 43 Bab 43 Misi Penyelamatan44 Bab 44 Dalang Sesungguhnya45 Bab 45 Malam yang Terluka46 Bab 46 Tentang Candra47 Bab 47 Kemarahan Dema dan Laisa48 Bab 48 No Privilege 49 Bab 49 Tentang Husada dan Raharjo50 Bab 50 Suatu Sore