icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta tanpa koma

Bab 7 Diantar pulang Jaka

Jumlah Kata:1265    |    Dirilis Pada: 16/01/2022

Desa Mo

depan pintu gudang. Seorang lelaki paruh baya berbadan tambun terl

mengomandoi para kuli untuk bergegas memindahkan berkarung-kar

operasi desa Mojokembang kata orang beliau adalah

an beras ke kota Surabaya. Bagaimana kau ini apa aku harus merugi karena

dak mau kerja di sini bilang. Biar aku cari penggantimu nanti, masih banyak yan

adi semena-mena," gerutu salah satu kuli s

abis lah kita. Mau kasih makan apa anak istri kita kalau

salah satu penggagas didirikannya Koperasi ini sehingga desa ini menjadi makmur dan aku pula telah menggelontorkan banyak dana di dalamn

na strok aku di sini," kata Pak Kades Sugeng mengomel tak kar

ang baru datang langsung menghadap

duduk," ucap Pak Kades Sugeng m

liah. Katanya mau ikut bekerja di waktu senggang saa

es. Membongkar muatan yang baru datang dari pe

s dalam karung berisi 50 kg yang baru d

k keluarnya beras dan dua pintu lagi di fungsikan untuk masuknya berkarung-karung bera

rdas mendapatkan biaya siswa selain itu dia juga mau membantu mencari penghasilan di sela-sela kuliahnya. Aku

i ini?" tanya Pak Kades Sugeng sambil terus

lah Nak Agus," ucap Pa

ang satu itu apa dia berulah lag

Rudi sudah memukuli Nak Agus sampai ba

i babak belur, dia menjawab dipukuli Rudi katanya, aku tanya lagi kan kok bisa sampai dipukuli. Katanya dia menggoda

atas kesalahan anak saya Rudi," ucap Pak Kasturi tak berani memanda

g Rudi untuk ikut bekerja di sini. Agus memang perlu di beri pelajaran,

sudah gede ya aku lihat kemarin pas dia pulang cantik banget. Boleh tuh

asih baru awal masuk ku

sudah sana kembali beker

duduknya berjalan meninggalkan kantor menuju ke

*

Bina

asanya. Nampak iya meraih Hp yang iya taruh di dalam tas di saku samping sebelah d

tersenyum-senyum sendiri baginya setiap pertemuannya den

Tut

h Rudi dan hanya berbunyi tutut...," Rin

ujar Rindu kembali lagi menekan lambang telepon be

Kini Rindu bertambah kesal raut wajahnya mulai di tekuk kesal.

lepon malah tidak diangkat kesel eh. Terus Rindu pulangnya bag

ggu jemputan ya lah mana Mas Rudinya?" uc

awab di atas kursi kelas nampak

di kampus ini Si Mas Rudimu itu? Masak gadis yang paling cantik di ka

mengucap salam malah jelek-j

amualaikum Dik Rinduku

am," jawab Ri

aik loh menjawab salam sambil marah-ma

? Ganggu saja," ucap Rindu ma

ang padahal yang lain sudah pulang. Niatku baik loh kalau Mas Rudimu itu tidak jemput barangkali sudah l

aku," uc

tadi pagi, ah sudahlah dari pada aku tidak bisa pulang lebih baik aku menerima ajakan Jaka untuk pulang bareng. Biar n

dak, mau ya," ujar Jaka terus

ini saja ya,"

g nampak sangat bahagia karena ajaka

mpersilahkan Rindu untuk berja

an hanya berjalan berlalu menuju tem

g," gerutu Jaka mengikuti langkah Rin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta tanpa koma
Cinta tanpa koma
“Sebuah kisah perjalan pencarian cinta sejati seorang anak muda bernama Rudi. Rudi sadar Rindu adalah sebuah cinta pertama dan terakhir baginya. Walau pada akhirnya Rindu direbut oleh Jaka sahabatnya sendiri. Tetapi Rudi dengan penuh sabar dan ikhlas menerima kenyataan. Walau puluhan cinta datang kembali pada Rudi. Tetap saja Rudi tak bisa melupakan kisah cinta masa kecilnya dengan Rindu. Bagaimanakah kisah akhir perjalanan cinta Rudi dan Rindu? Ikuti kisah mereka. Dalam serial cerita Cinta tanpa koma.”
1 Bab 1 Akad Nikah Rindu dan Rudi2 Bab 2 Secara syariat3 Bab 3 Enam tahun lalu4 Bab 4 Mas Rudi pelindungku5 Bab 5 Idaman Rindu6 Bab 6 Demi Kebahagiaan kamu7 Bab 7 Diantar pulang Jaka8 Bab 8 Salah Saangka9 Bab 9 Jaka Menikung10 Bab 10 Tangisan Rindu11 Bab 11 Rudi pergi12 Bab 12 Simpang tiga perpisahan13 Bab 13 Kebo bingung14 Bab 14 Mbak Moza Mustafa 15 Bab 15 Stasiun Jogja Kota 16 Bab 16 Semalam di kereta17 Bab 17 Baru saja tiba 18 Bab 18 Sari 19 Bab 19 Suster Fatimah20 Bab 20 Pernikahan Rindu dan Jaka21 Bab 21 Bertepuk sebelah tangan22 Bab 22 Sobekan foto Rindu23 Bab 23 Malam awal dan rasa sakit24 Bab 24 Pulang Ke Kota Serang25 Bab 25 Keluarga Suster Fatimah26 Bab 26 Rumah Pak Sumadi27 Bab 27 Jebakan Batman 28 Bab 28 Rencana gila Pak Santoso29 Bab 29 Pertanyaan klasik, kapan menikah 30 Bab 30 Romantisme Kakek dan Nenek31 Bab 31 Diskusi kaidah cinta32 Bab 32 Rani pingsan kembali33 Bab 33 Rindu disakiti lagi dan lagi34 Bab 34 Nenek menolak Fatimah dijodohkan35 Bab 35 Sari marah36 Bab 36 Sari salah paham 37 Bab 37 Haji Jaka dan Ustad Khotib38 Bab 38 Rencana Pak Santoso hampir terbongkar39 Bab 39 Dwi Vs Rudi 40 Bab 40 Rindu bunuh diri41 Bab 41 Pertarungan dua saudara 42 Bab 42 Gosip tentang Rudi43 Bab 43 Sari menjenguk Rudi44 Bab 44 Sari bukan Rindu45 Bab 45 Rindu sadar dari koma46 Bab 46 Tante Rose