icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Cinta tanpa koma

Cinta tanpa koma

icon

Bab 1 Akad Nikah Rindu dan Rudi

Jumlah Kata:1226    |    Dirilis Pada: 16/01/2022

mpak ia memutar-mutar tubuhnya dan berlenggok ke kanan-ke kiri. Betapa bahagia rasa da

pak sangat cocok melekat ayu di tubuhnya. Tak lupa sanggul terpasang di atas mahkota

a hari ini. Bahagianya yang mau men

kurangan agar bisa langsung ia benahi. Hari ini adalah hari spesial sekali seumur hidup bagi Rindu, iya ta

orang di luar sudah menunggu. Para tamu undangan Halimatul Arsy sudah pada hadir, penghulu pun sudah datang. Jangan biarkan Mas

gan berbagai macam hidangan di atasnya. Di sam

tempat surat-surat pernikahan dan bu

an rupawan bernama Rudi Antoko calon suami Rindu yang sangat terpukau melihat kecantikan alami calon istrinya. Saat R

Membuat mata Rudi begitu takjub dan tak kunjung berkedip melihat Rindu. Seaka

ahi wabarakatuh," ucap Pak P

hi wabarakatuh," jawab para

lu seraya mengulurkan tangan pada Rudi. Rudi pun menyambut j

Rindu Antika Binti Ahmadi dengan seperangkat alat Shalat dan uang sebesar sepuluh

eperangkat alat Shalat dan uang sebesar sepuluh ribu dibayar tuna

ulu pada seluruh saksi dan

Sah

Rindu yang telah sah sebagai pasangan suami istri. Untuk berbagi suka dan duka bersama berbagi kel

ran tumpengan dalam bahasa Jawa. Itu pun tamu undangan dibatasi. Hanya tetangga sekitar rumah Rindu dan beberapa s

mertuanya, suasana begitu riuh kadang diselingi canda tawa di dalamnya. Tiada

nya bersahabat terang-benderang Pak," ucap Pak RT sambil menikmati ja

ncar tanpa kendala sesuatu yang berarti lagi pula ini berkat doa bapak-bapak semua,"

T pada Rudi yang sedari tadi hanya diam menyim

garap sawah Pak RT," jawab

ndiri apa milik orang tua atau Nak Rudi menyewa?" tanya Pak

da yang mau bekerja sebagai petani meneru

a suka diborong semua mbok ya

da pemuda yang mau bekerja di sawah meles

illah tahun lalu ada rezeki untuk saya belikan sawah ya tidak lua

r," celetuk salah satu undangan yang hadir yang kebe

runtung Pak Ahmadi. Mendapatkan menantu yang sangat sopan

ng mendapatkan suami seperti Nak Rudi sudah ganteng, sopan,

a yang sangat beruntung

pada orang tuanya," kata Rudi k

Pak RT sambil tertawa memukul

i sontak berte

uragan tidak tahan sakit, hahaha

dik perempuannya Sekar yang tengah mematung memandangi k

ntik," cel

Dek?" sah

nya Nyonya Rudi," ujar

kata Rindu dengan gaya tolak

kak," Sekar memutar

tas Mas Rudi termehek-mehek,"

engan wajah cemberut karen

?" kata Ibu Wulan yang

aku terus," kata Rindu

Sekar pertanda bahwa Sekar harus

wab Sekar te

ing merecoki Kakak kamu, yaitu sering keluar masuk kamar Kakakmu harus dihentikan sekarang

di!" ujar Sekar seraya pe

u namun tidak di gubris oleh S

a belum dapat menerima kalau Kakak kesayangannya yang cantik satu ini di ambil Mas Rud

rganti baju keluar ya Ndok temani suam

uk berganti memakai busana muslim yang telah di belikan Rudi se

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta tanpa koma
Cinta tanpa koma
“Sebuah kisah perjalan pencarian cinta sejati seorang anak muda bernama Rudi. Rudi sadar Rindu adalah sebuah cinta pertama dan terakhir baginya. Walau pada akhirnya Rindu direbut oleh Jaka sahabatnya sendiri. Tetapi Rudi dengan penuh sabar dan ikhlas menerima kenyataan. Walau puluhan cinta datang kembali pada Rudi. Tetap saja Rudi tak bisa melupakan kisah cinta masa kecilnya dengan Rindu. Bagaimanakah kisah akhir perjalanan cinta Rudi dan Rindu? Ikuti kisah mereka. Dalam serial cerita Cinta tanpa koma.”
1 Bab 1 Akad Nikah Rindu dan Rudi2 Bab 2 Secara syariat3 Bab 3 Enam tahun lalu4 Bab 4 Mas Rudi pelindungku5 Bab 5 Idaman Rindu6 Bab 6 Demi Kebahagiaan kamu7 Bab 7 Diantar pulang Jaka8 Bab 8 Salah Saangka9 Bab 9 Jaka Menikung10 Bab 10 Tangisan Rindu11 Bab 11 Rudi pergi12 Bab 12 Simpang tiga perpisahan13 Bab 13 Kebo bingung14 Bab 14 Mbak Moza Mustafa 15 Bab 15 Stasiun Jogja Kota 16 Bab 16 Semalam di kereta17 Bab 17 Baru saja tiba 18 Bab 18 Sari 19 Bab 19 Suster Fatimah20 Bab 20 Pernikahan Rindu dan Jaka21 Bab 21 Bertepuk sebelah tangan22 Bab 22 Sobekan foto Rindu23 Bab 23 Malam awal dan rasa sakit24 Bab 24 Pulang Ke Kota Serang25 Bab 25 Keluarga Suster Fatimah26 Bab 26 Rumah Pak Sumadi27 Bab 27 Jebakan Batman 28 Bab 28 Rencana gila Pak Santoso29 Bab 29 Pertanyaan klasik, kapan menikah 30 Bab 30 Romantisme Kakek dan Nenek31 Bab 31 Diskusi kaidah cinta32 Bab 32 Rani pingsan kembali33 Bab 33 Rindu disakiti lagi dan lagi34 Bab 34 Nenek menolak Fatimah dijodohkan35 Bab 35 Sari marah36 Bab 36 Sari salah paham 37 Bab 37 Haji Jaka dan Ustad Khotib38 Bab 38 Rencana Pak Santoso hampir terbongkar39 Bab 39 Dwi Vs Rudi 40 Bab 40 Rindu bunuh diri41 Bab 41 Pertarungan dua saudara 42 Bab 42 Gosip tentang Rudi43 Bab 43 Sari menjenguk Rudi44 Bab 44 Sari bukan Rindu45 Bab 45 Rindu sadar dari koma46 Bab 46 Tante Rose