icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

TAKDIR ISTRI BAYARAN

Bab 6 Sikap yang labil

Jumlah Kata:1508    |    Dirilis Pada: 12/01/2022

an sejak satu jam lalu saat ia memberi tau Runa ia akan segera beristirahat. Perlahan Kelvin beranjak, mengenakan sandal rumah lalu berjalan per

an turun meniti anak tangga, ia hapal dengan anak tangga itu, walau kal

tajam terasa. Kelvin menabrak kursi meja makan, ia m

enghampiri Kelvin yang meraba-raba sekitar, wajahnya panik. "Aku di sini, Mas, di sini..."

karena terkejut dengan bentakan Kelvin yang

k di sini, aku bayar nasi gorengnya dulu, sebentar ya," perlahan, Runa mendudukkan Kelvin di kursi meja makan. Sementara ia berlari kenca

aya denger Mas kayak ke sakitan?" Runa menyalakan lampu dan bersimpuh di

bicara Kelvin suda

m izin libur dulu." Runa menyeret pelan kursi meja makan, ia mengambi

lvin memegang

nya enak, aku laper, belum maka

tanya Kelvin dengan pa

h sapi cabe hijau, terus cah brokoli, sama udang j

, lagi-lagi nada bicara meninggi. Runa

ini, aku makan dulu ya, Mas..., ini, Mas Kelvin makan buah kiwi ya, aku udah siapin nih, aku kupas kulitnya

h malam. Runa mengunyah makanan dengan rapi dan merasakan enaknya na

una beranjak, Kelvin men

u aja," ucap Kelv

ngkus, ia lalu menyendokan nasi goreng kemudian ia suapi ke mulut Kelvin. Pria itu mulai mengunyah, lama-lama

ehan Runa terdengar oleh Kelvin. Runa menyuapi Kelvin hingga nasi goreng it

ng, dari tadi suapi saya t

ya, Mas." Runa mengarahkan tangan Kelvin ke gelas. Ia berjalan ke dapur, mencuci piring

an apa?" Kelvin mul

tahun lalu,

lvin membuat Runa tersenyum mi

kuliah nanti. Kakaknya biar gi

n. Runa beranjak, membuang kuli

tidur. Aku nggak mau jawab per

Kelvin p

membalik ucapan Kelvin. Pria itu diam, tak membalas ucapan Runa. Keduanya berjalan bersama ke ka

itu?" Kelvin memegang ujung kaos Runa ya

ana-mana lagi," ucap Runa seraya menepuk bahu Kelvin. Wanita itu berjalan ke arah Sofa, ia merebahkan t

a kali, ya, sebentar aja. Sebelum

enyum lalu meme

*

ya Tari pulang, wajah kamu fresh, sega

h, Runa sudah menyikat kamar mandi dan tercium harum wewangian

n khusus lalu dengan pisau cukur, ia mulai menc

mberiskan sisa-sisa sabun di wajah suaminya itu. Runa mematung, wajah pria dihadapannya luar biasa tam

iri di luar, di depan pintu kamar. Ia menunduk, mengulum senyum

vin. Runa berjalan ma

i kado untuk cucunya,

yang nyetir nggak apa

a SIM?" ta

as Runa tak punya. I

pkan masker, topi dan kaca mata hitam saya juga. Saya nggak mau orang-orang lihat kamu jalan sama oran

*

merutuki dirinya yang tampil seperti gembel jika masuk ke mal itu. Kao

pa diem aja?" Kelvin menggandeng t

ih tau saya kalau nanti saya tanya banyak hal terkait

pasang mata yang menatap ke penampilan dirinya. Kelvin yang peka, ia tau

pala kamu, Run." Kelvin seper

, kita langsung pulang." Baru kali ini K

ri Tari, beli baju baru

au ke mal, tapi bukan ini. Mau ajak Ibu, Bapak dan Arbi bela

u, rumah kamu di komplek apa?" Pertanyaan bodoh.

jawab Runa. Kelvin diam, hingga terdengar celetukan orang-orang

n jijik orang-orang. "Ayo kita keluar dari sini, k

, Mas Kelvin ikut malu."

gak." Celetuk Kelvin. Runa terseny

. Mereka hanya bisa sekedar komen sesaat, jangan diambil pusing. Buktinya mereka n

g dengan hinaan lagi. Runa berdecak

bisnis, jangan mau kalah sama mereka-mereka. J

in seperti mengasuh anak kecil, tanpa bisa ia miliki seutuhnya. Perasaan itu tumbuh perlahan, Kelvin mempesona di mata Runa, bukan karena

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
TAKDIR ISTRI BAYARAN
TAKDIR ISTRI BAYARAN
“Uang! Runa suka uang, ia butuh itu. Menerima tawaran sebagai istri bayaran, dengan uang yang banyak. Ia tak menolak. Ia menjadi istri kedua pengusaha kaya yang buta karena kecelakaan. Istri pertamanya tak mau mengurus karena sibuk mengambil bisnis yang terbengkalai semenjak Kelvin buta. Runa terjebak diperasaannya, ia terpesona begitu cepat dengan sosok Kelvin. Tak hanya disitu, Runa bahkan harus menahan rasa yang bergejolak karena tak bisa melayani Kelvin untuk urusan ranjang. Takdirnya begitu menyakitkan saat Kelvin justru menuduh Runa matre. Padahal, Runa menerima uang itu untuk membayar mulut orang-orang yang suka merendah ia, kedua orang tua dan adiknya. Bisakah Runa terus bertahan, atau justru nekat dan ingin memiliki bagian dari Kelvin walau bukan sosok utuh pria itu. Apa Runa hamil?”
1 Bab 1 Tetangga julid2 Bab 2 Pengantar catering3 Bab 3 Tawaran menggiurkan4 Bab 4 Bukan malam pertama5 Bab 5 Harga diri terlalu murah6 Bab 6 Sikap yang labil7 Bab 7 Perubahan baik8 Bab 8 Rencana Runa9 Bab 9 Jalan bareng10 Bab 10 Boleh melakukan apa pun 11 Bab 11 Waktu bersama12 Bab 12 Cerita hidup Runa 13 Bab 13 Kehidupan Runa dahulu14 Bab 14 Tari kembali15 Bab 15 Pembuktian 16 Bab 16 Bali17 Bab 17 Kelvin kesal18 Bab 18 Main di pantai19 Bab 19 Tawaran mengejutkan20 Bab 20 Menemukan kertas penting21 Bab 21 Runa sakit22 Bab 22 Perasaan baru23 Bab 23 Cekcok24 Bab 24 Pergi sejenak25 Bab 25 Perasaan jujur26 Bab 26 Menanyakan kabar27 Bab 27 Pulang kembali28 Bab 28 Ambisi Tari29 Bab 29 Menyelidiki Tari30 Bab 30 Hampir ketahuan31 Bab 31 Sebatas budak dan majikan32 Bab 32 Ternyata cinta33 Bab 33 Luapan rasa34 Bab 34 Kalau hamil gimana 35 Bab 35 Tamparan keras36 Bab 36 Runa terhina lagi37 Bab 37 Runa hamil38 Bab 38 Kembali ke Desa39 Bab 39 Kehadiran Ragil40 Bab 40 Calon Ayah 41 Bab 41 Perjuangan Kelvin42 Bab 42 Pilih siapa 43 Bab 43 Runa stres44 Bab 44 Kelvin cemburu45 Bab 45 Pulang kembali46 Bab 46 Masih ragu47 Bab 47 Akhirnya SAH48 Bab 48 Bonus Part