icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

(bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga

Bab 4 Chapter 4

Jumlah Kata:1058    |    Dirilis Pada: 02/01/2022

ungkukkan tubuhnya dengan takzi

memandangnya sinis, membuat Putri tersenyum tipis. Na

menyadari bahwa sesungguhnya Rajata ini dengan jelas mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Seper

apa sedari tadi ka

k Putri sudah mewakili, Pak." Vina berup

an. Karena apa yang kamu rasa belum tentu sama

bi

akan ia ikuti saja apa maunya Rajata ini. Sema

menunjuk Putri. Vina menarik napas lega. Ak

etap di

obaan apa

ang mencari masalah, namun Putri jua yang lebih dulu dibebaska

duk

uduk di kursi kebesarannya. Posisi mereka kini saling berha

erbincang-bi

ngan apa dengan

Rajata akan menanyakan hal di luar pekerjaan padan

gangguk-angguk kecil. Ia mengetuk-ngetuk ujung

i Albani? Kam

salah. Tidak dijawab salah juga. Vina yakin sekali kalau Rajata sudah tahu semua jawaba

an suami Mbak Kanaya. Teman kakak saya," jawab

nunggu lanjut

sanya, hingga ia tidak p

dekat dengan mantan suami Mbak Naya tersebut." Vin

satu kalimat. Apakah kakakmu berselingkuh dengan Ghifari h

ceritakan masalah pribadinya dengan saya. Lagi pula, maaf, saya merasa tidak ada korelasi antara

menanggapi kalimatnya. Namun Rajata memandangnya luru

i karakter kakakmu padamu, ada." Vina tidak menang

ndungi kakakmu. Wajar seberapa be

an? Rajata ini suda

Toh Ghifari itu bukan siapa-siapa saya. Tapi lain hal

tiba-tiba bangkit dan mendekatkan wajahnya. Napas Vina tercekat. Ia sama se

g menuduh. Satu hal yang ingin saya tekankan padamu, jangan pernah mencontoh perbuatan kakakmu. Jangan berani-berani menjadi duri dalam daging di keh

a berulang kali menelan salinvany

ah menginjak kepala orang lain. Saya bersumpah, bahwa saya tidak akan p

ketiga dalam hubungan siapapun. Dengan Aria, itu terjadi karena atasannya itu membohonginya. Kalau saja waktu ia tahu, bahwa Aria berb

balasmu seratus kali lipat lebih sakit, kalau kamu terbukti ada main dengan Aria. Ingat kalimat saya baik-

ekerja." Vina buru-buru bangkit dari ku

balasmu seratus kali lipat lebih sakit, belum termasuk bunganya." Vina menggangguk cepat seraya memutar kenop pi

" Vina meng

balik. Karena ia nyaris bertabrakan dengan Putri yan

dup dengan normal lagi. Lo siap-siap aja. Karena gue yakin kalau sesungguhnya lo punya rahasia

bayi. Semoga semua it

mencegatnya. Rasa penasaran bercampur k

ok lo lama banget di sana, sementara

, saat Vina menghempaskan

ras. Kami dianggap tidak profesional karena membuat keributa

e turahnya kantor ini. Ya sudah, ayo kita mulai kerja." Suci melangkah menuju mejanya sendiri setelah Vina memb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
(bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
(bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
“Cerita ini adalah cerita ketiga dari trilogi#womenpowerseries Kehidupan Davina Hadinata, seorang eksekutif muda yang cerdas dengan masa depan secerah mentari pagi, runtuh dalam sekejab mata. Masalah demi masalah mendatanginya tiada henti. Dimulai dari kesalahannya menerima cinta sang atasan, Aria Wardana yang ternyata telah beristri, hingga kakak kandungnya yang bermain api dengan suami sahabatnya sendiri. Masalah semakin rumit saat Aria yang dendam karena diputuskan secara sepihak, merusak karir Vina dengan menuduhnya telah melakukan kecurangan dalam perusahaan. Akibatnya Vina dipecat dari perusahaan, dan tiada satu pun perusahaan yang mau menerimanya. Cobaan makin berat saat Alana, istri Aria, keguguran dan akhirnya bunuh diri dalam keadaan hamil karena tidak kuasa menahan kesedihan. Di sinilah awal neraka Vina dimulai. Rajata Bagaskara, kakak kandung Alana membalas dendam padanya, dengan cara menodainya hingga hamil. Rajata ingin agar anak Vina menggantikan posisi keponakannya yang belum sempat dilahirkan. Bagaimana Vina menjalani hari-harinya pasca ia tidak berpenghasilan lagi? Sementara mata pencarian keluarganya berupa gerai bakso sang ayah, juga telah bangkrut akibat fitnah keji selingkuhan sang kakak yang kini menderita gangguan jiwa. Kisah ini menceritakan bagaimana kuatnya seorang perempuan yang tidak menyerah pada nasib, meski untuk berdiri tegak pun ia sulit. Baginya selagi napas masih dikandung badan dan masih ada Tuhan, pasti masih ada harapan.”