(bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
perusahaan makan di mari. Pantesan tadi gue lihat ini kantin sepi amir. Rupan
rahasianya ketahuan, hingga jantungnya jedag-jedug tidak karua
pinggir aja, belagak kagak ngeliat mereka bertiga," bisik Suci setengah menyeret pergelangan tangannya.
nya keras, hingga kotak makanannya terlepas. Detik berikutnya nasi, telur rebus dan tumis kangkung terasinya berserakan di lantai kantin. Putri, staff bagian keuangan pura-pura kaget. Padahal Vina yakin, Putri meman
e ganti deh lauk lo dengan makanan yang lebih ber
ng melambai-lambai di udara, seperti mengejek kesialannya. Walau geram, Vina berusaha menahan diri. Ia
umbang makanan bergizi, noh lo sumbangin aja ke panti asuhan depan. Kali-kali aja p
or itu, ketahuan nipu selingkuhannya. Tapi kok lo malah nyolot sih?" Putri kini berkacak pinggang. Sepertinya Putri tidak melihat tiga orang atasannya. Wajar kar
untuk hal yang sepele begini, kreadibilitas mereka akan buruk di mata para atasan. Apalagi kini Aria terlihat berdiri dari kursinya. Namun akhirnya Aria kembali duduk. Pasti Aria tering
hkan kotak bekalnya begitu? Kesannya ia seperti anak kecil tukang mengadu bukan? Makanya ia bungkam. Sementara Pu
ya hanya tidak sengaja menumpahkan bekal Vina
enjadi penuh penyesalan. Berikut suaranya yang diturunkan dalam nada terendah. Di
erdua ke ruangan saya setelah jam makan siang berakhir."
a dan Putri menj
karir lo melesat sampai seperti ini. Kakak adek sama saja." Putri melontarkan makian dengan waj
lo manfaatkan untuk hal yang lebih penting. Mengevaluasi kinerjo lo sendiri misalny
butan atau memaki-maki dalam bahasa yang frontal. Cukup dengan sepatah du
o." Suci menyambung sembari mengacungkan jempolnya. Putri menjauh sambil melotot. Terlihat sekali kalau ia d
ersihkan tumpahan bekalnya. Namun sang ibu kantin mengatakan agar salah seorang pekerjanya saja yang membersihkan. Syukurlah. Dan waktu makan siang itu terasa sangat pen
*
wa prilaku kalian berdua itu m
erima, saat berdiri di hadapan Rajata. Saat ini
awabnya dan Pu
a suara Rajata membuatnya dan Putri nyaris melompat kaget. Namun mereka berhasil tetap berdiri di
" ikrar Putri takzim. Vina mengamini dengan menganggukkan kepalanya. Jujur, memang sudah seharusnya Putri
dengan rekan kerja akan mempengaruhi hasil kerja kalian. Bagaimana proyek bisa goals kalau staff-staff di dalamnya saling gontok-g
ami juga menyesali insiden memalukan saat berada di kantin tad
Kalau kalian mengulangi kesalahan yang sama, saya tidak akan ber