icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Never Move On

Bab 5 Peraturan Lain Lagi.

Jumlah Kata:1073    |    Dirilis Pada: 27/12/2021

in

, mengetuk-ngetuk pint

wa Nico berubah pikiran dan akan mengusirku sekarang juga. Jadi tidak akan membukakan pintu untuknya, biar

agi. "Ini sudah siang, k

unyi di dalam sel

rgumam. "Apa kau tidak tahu bahwa aku puny

i saat ku dengar suara kunci pintu terbuka. Cepat-cepat ku pejamka

anya aku tahu tahu ia sedang mendekat. Aku merasakan tangann

ampun meski aku berpura-pura

h tidak

sakit?"

gangguk

di telingaku dan itu membuatku

membentur kepalaku dengan keras. I

k di telingaku?" Ak

Katanya sambil bertolak pinggang. "A

taku, tetap tidak mau

dan keluar, aku akan member

s?" K

gin tinggal disi

sesaat. "Tid

diluar." Katanya lalu

Aku meninju-nin

Aku sudah mencuci mukaku dan memakai sedikit lipbalm agar tidak terliha

lakukan?" Aku berta

n sarapan untuk

-bahan yang ada di lemari pendingin. Sepertinya Nico sudah pergi b

, sosis protein, telur protein, nasi karbohidrat, k

apnya dengan kesal. "Ak

tihnya saja, aku tidak makan daging di pagi hari, dan ganti nasi nya dengan n

antas mendapat sertifikat resmi sebagai pria yang paling menyebalkan. "Dan kau

sahkan putih telur dari kuningnya?" katanya sambil mem

i." Aku

an tercengang

perti dejavu, dulu aku sering mengatakan itu padanya, sejak dulu Nico selalu

a kau ibuku

uk

au pac

." Kataku, entah ken

dan membuat sarapan seperti yang dia minta. Aku sen

n dengan bosan. "Ini." Aku meletakkan pir

ilahkan beres-beres rumah." Ia menyu

tai. Sengaja ku sorong-sorong kakinya saat

mberikan sebuah k

ngambil kertas it

g tidak akan ku makan ji

a kuning, karena aku t

sayuran ha

ku makan nasi beras merah, sebab nasi merah memiliki kandungan kalori yan

a diantaranya harus disajikan dengan diukir a

embaca, aku meli

aik jika kau bisa menghapal nya."

jalan ke ruang televisi saat lantai masih basah. Sepanjang

iak geram dalam hati, jadi ku b

leh aku bert

l televisi dengan bosan, kakinya diletakan di at

juga harus

enjawab. Dan itu membuatk

g jangan pernah

"Dan bisakah turunkan kakimu?

a menyebalkan itu malah mengen

alam agar tidak memukul k

melamun sambil menatapnya. "

ku sambil men

Katanya lalu berdir

apa kau seorang pengangguran? Dua hari ini aku ti

ngusap sudut lemari buku di ruang kerjanya.

debu di jarinya, n

rsih seperti apa ini? Bagaimana dengan sarang laba-laba?

bisa dibersihkan

kan k

un tidak cuk

pa kalau kau pendek, seberapa banyak pun pakai kursi k

ulu dia pernah bilang ak

kamu harus membersihkan semua tem

bergumam dalam hati sambil membersihka

pada seseorang yang menelepon ku. Seharusnya ia tidak b

Aku me

apa?"tanyanya, terden

Aku tidak menghiraukan Nico

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Never Move On
Never Move On
“Nico dan Nina adalah mantan kekasih saat masih kuliah, namun hubungan mereka berakhir karena beberapa hal termasuk orang tua Nico yang tidak setuju dengan hubungan mereka hingga akhirnya Nico pergi ke Amerika untuk pindah kuliah hingga mereka benar-benar tidak saling berkomunikasi sama sekali. Enam tahun berlalu sejak mereka berpisah. Hidup Nina memang tidak pernah mudah, tidak lama setelah berpisah dengan Nico, ayah Nina meninggal dunia dan setahun kemudian sang ibu menyusul kepergian sang ayah. Sekarang, gadis itu bahkan kehilangan tempat tinggal nya. Nina terpaksa menerima tawaran untuk bekerja di sebuah apartemen yang pemiliknya berada di Amerika dan tidak pernah pulang selama empat tahun terakhir. Ia bekerja untuk mengurus apartemen dan tinggal di sana sementara sebelum ia punya cukup uang untuk menyewa rumah sendiri. Satu minggu kemudian. Nico sangat terkejut ketika ia baru saja pulang dari Amerika dan mendapati Nina berada di apartemennya. Sama terkejutnya dengan Nina. Namun tidak ada pilihan lain bagi Nina, tidak ada tempat lain baginya untuk menumpang. Dan Nico juga tidak tega mengusir mantan kekasihnya itu untuk terlunta-lunta di jalanan, akhirnya mereka memutuskan untuk tetap tinggal di rumah yang sama dengan peraturan yang mereka telah mereka sepakati.”
1 Bab 1 Nenek Peri.2 Bab 2 Pemilik Apartemen.3 Bab 3 Croissant Matcha4 Bab 4 Foto di Kamarku.5 Bab 5 Peraturan Lain Lagi.6 Bab 6 Hari Pertama di Kantor.7 Bab 7 Mantan Pacarku yang Hebat.8 Bab 8 Insiden Semalam.9 Bab 9 Pria Dengan Harum Citrus.10 Bab 10 Salah Paham.