icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Karma Manis untuk Tuan yang Sombong

Bab 4 datang menjemputnya

Jumlah Kata:1239    |    Dirilis Pada: 21/12/2025

dap suara itu, hanya ada keheningan yang mencekam. Kinanti duduk menyamping, menempelkan keningnya di kaca jendela, menatap lampu-la

gannya saat terjebak macet, seolah sedang melampiaskan amarah yang nggak bisa dia suarakan. Dia nggak melirik K

ok mobil saya lagi," ucap Arjuna tanpa menoleh. Sua

pelan, meskipun Arjuna ng

anggil nama saja, atau jangan panggil sama sekali kalau nggak penting. Saya

kuat-kuat. "Terus... saya harus

Kamu cukup tutup mulut dan turuti semua yang saya s

ebat saat melihat bangunan megah itu kembali. Sebulan lalu dia lari dari sini dengan

uar tanpa menunggu Kinanti. Dia berjalan cepat masuk ke rumah, menin

ang. Saat melihat Kinanti masuk di belakang Arjuna dengan daster yang kotor

ik dalam kondisi begini?" tanya Tuan A

. "Dia hamil," ucapnya singkat, seolah baru

a Nyonya Adiwangsa mulai terisak. Kinanti hanya bisa menunduk, memandangi ujung kakinya ya

a. "Terus apa rencana kamu? Kamu nggak

di sini sampai bayi itu lahir," Arjuna menjelaskan rencananya dengan nada bicara seperti sedang membahas transaksi bi

nya berkaca-kaca. "Tapi

mu layak disebut ibu setelah menjebak ayahnya? Kamu itu cuma tempat titipan. Begitu tugas kamu se

lagi mengandung cucu Mama. Kinanti, kamu naik ke atas. Be

an dengan beberapa pelayan yang dulu sempat menjadi temannya mengobrol. Tapi sekarang, merek

hari esok, di mana dia akan mengucapkan janji suci di depan Tuhan dengan pria yang sangat membencinya. Harusnya p

nghilangkan rasa dingin di hatinya. Saat dia mengusap perutnya, dia berbisik pelan. "Maafin Ibu ya, Nak

berada di ujung lorong. Suara barang pecah dan teriakan frustrasi pria itu terdengar j

tengah dengan beberapa saksi dari orang kepercayaan Tuan Adiwangsa. Kinanti dipaksa memakai kebaya putih sederhana milik Nyon

ya digulung asal-asalan. Dia nggak menatap Kin

istri sah Arjuna Adiwangsa. Saat diminta mencium tangan suaminya, Kinanti ragu. Dia mengulurkan tangannya yang

ai, Arjuna langsung berdiri. Dia merogoh saku celan

ata Arjuna sambil melempar amplop itu ke

n gemetar. Di dalamnya ada draf perjanj

telah kelahiran. Pihak Kedua dilarang menuntut harta gono-gini dan wajib meninggalkan kediama

i. Jangan buang waktu

nggak boleh lihat anak ini

agiaan saya, sekarang saya ambil apa yang

njian itu, Kinanti membubuhkan tanda tangannya. Dia

. Kamu istri saya di atas kertas, tapi jangan harap bisa tidur di kamar saya. Kamu tetap di kamar baw

ikkan kata-kata yang me

yang kamu kandung itu sebagai berkat. Bagiku,

an yang sunyi. Nyonya Adiwangsa mendekat, mencoba memegang bahu Kinanti, tapi Kina

pergi entah ke mana, mungkin mencari pelarian atau mencoba menghubungi Valerie

napa-napa, atau kamu bakal makin disi

ri. Dia tahu, ini baru hari pertama. Masih ada ratusan hari lagi yang har

ti borgol yang mengikatnya dalam sangkar emas penuh duri. Kinanti menutup matanya, mencoba mencari kekuatan dari tendang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
“Arunika Kinanti tidak pernah membayangkan nasibnya akan berakhir setragis ini. Menjadi gadis yatim piatu yang menumpang di kediaman megah keluarga Adiwangsa seharusnya menjadi jalan baginya untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Namun, satu malam yang kelam menghancurkan segalanya. Ia terjebak dalam sebuah skandal panas dengan Arjuna Adiwangsa, putra mahkota keluarga tersebut sekaligus pria yang sudah ia anggap sebagai pelindung. Kejadian itu kian menyakitkan karena disaksikan langsung oleh Valerie, tunangan Arjuna, di saat Arjuna baru saja bersiap meresmikan ikatan cinta mereka ke jenjang pernikahan. Setelah malam itu, dunia berubah. Arjuna yang dulu hangat kini menatap Kinanti dengan sorot kebencian yang mendalam. Kinanti sempat melarikan diri, mencoba menghapus jejak dan memulai hidup baru di pinggiran kota. Namun, takdir berkata lain saat mereka bertemu kembali enam bulan kemudian dalam kondisi Kinanti yang tengah mengandung. Nasi telah menjadi bubur. Demi menjaga nama baik keluarga besar, Arjuna dipaksa menikahi Kinanti. Namun, pernikahan itu bukanlah pelabuhan yang damai, melainkan neraka dingin bagi Kinanti. Arjuna melampiaskan seluruh amarah dan kegagalan cintanya kepada Kinanti setiap hari. Tepat setelah janji suci diucapkan, Arjuna memberikan sebuah perjanjian tertulis yang kejam: "Aku menikahimu hanya karena janin itu. Begitu bayi itu lahir, aku akan menceraikanmu. Kau pergi dari hidupku selamanya, dan anak itu akan menjadi milik keluarga Adiwangsa sepenuhnya." Kini, Kinanti harus berjuang melewati masa kehamilannya di bawah atap yang sama dengan pria yang mencintainya dengan amarah, sembari menghitung hari menuju perpisahan dengan darah dagingnya sendiri.”
1 Bab 1 mengumpulkan kesadarannya2 Bab 2 Hawa dingin kota Bandung3 Bab 3 daster yang sudah kusam4 Bab 4 datang menjemputnya5 Bab 5 istri sah6 Bab 6 dilayani layaknya nyonya rumah7 Bab 7 Rasa mual yang biasanya hilang8 Bab 8 Seorang perawat masuk9 Bab 9 tidak punya hak untuk membela diri10 Bab 10 Dia pergi ke Bali11 Bab 11 Keheningan di ruang rawat12 Bab 12 melihat Kinanti masih meringkuk13 Bab 13 reputasi14 Bab 14 acara syukuran15 Bab 15 dua nyawa yang sedang berjuang16 Bab 16 bayangan rumah besar17 Bab 17 merasa seperti sedang bermimpi18 Bab 18 terasa tenang19 Bab 19 terasa adem banget20 Bab 20 ada pertengkaran21 Bab 21 bentakan yang menggema di lorong