Darmini
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Darmini
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
Romantis Sejak kecil, bagi Elara, dunia hanya berputar pada satu poros: Julian. Terobsesi untuk memiliki pria yang menjadi cinta pertamanya itu, Elara menggunakan pengaruh besar keluarganya yang konglomerat untuk memutus hubungan Julian dengan kekasih masa mudanya. Dengan licin dan tanpa ampun, Elara "membeli" restu keluarga Julian, memaksa pria itu masuk ke dalam sangkar emas pernikahan.
Elara adalah wanita yang tinggi hati dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Baginya, penolakan Julian hanyalah sebuah tantangan, bukan tanda untuk berhenti. Namun, ia meremehkan satu hal: kebencian seorang pria yang merasa terampas kebebasannya.
Selama tiga tahun, rumah megah mereka hanyalah sebuah makam bagi kebahagiaan. Julian memperlakukan Elara dengan dingin yang membekukan, bahkan terang-terangan menunjukkan rasa muak setiap kali mereka berada di ruangan yang sama. Elara yang keras kepala akhirnya mulai hancur; ia menyadari bahwa meski ia memiliki tubuh Julian, ia tak akan pernah bisa menyentuh jiwanya.
Berada di titik nadir dan menyadari bahwa cintanya telah menjadi racun bagi dirinya sendiri, Elara akhirnya melakukan hal yang tak pernah dibayangkan siapa pun: ia mengibarkan bendera putih. Elara memutuskan untuk melepaskan segalanya dan menghilang dari hidup Julian.
Kini, saat Elara benar-benar pergi dan tak lagi mengejarnya, akankah Julian merasakan kebebasan yang ia dambakan, atau justru baru menyadari bahwa benci dan cinta hanya terpisah sekat yang sangat tipis? Mampukah sisa-sisa perasaan Elara meluluhkan dinding kebencian Julian sebelum semuanya terlambat? Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
Romantis Arunika Kinanti tidak pernah membayangkan nasibnya akan berakhir setragis ini. Menjadi gadis yatim piatu yang menumpang di kediaman megah keluarga Adiwangsa seharusnya menjadi jalan baginya untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Namun, satu malam yang kelam menghancurkan segalanya.
Ia terjebak dalam sebuah skandal panas dengan Arjuna Adiwangsa, putra mahkota keluarga tersebut sekaligus pria yang sudah ia anggap sebagai pelindung. Kejadian itu kian menyakitkan karena disaksikan langsung oleh Valerie, tunangan Arjuna, di saat Arjuna baru saja bersiap meresmikan ikatan cinta mereka ke jenjang pernikahan.
Setelah malam itu, dunia berubah. Arjuna yang dulu hangat kini menatap Kinanti dengan sorot kebencian yang mendalam. Kinanti sempat melarikan diri, mencoba menghapus jejak dan memulai hidup baru di pinggiran kota. Namun, takdir berkata lain saat mereka bertemu kembali enam bulan kemudian dalam kondisi Kinanti yang tengah mengandung.
Nasi telah menjadi bubur. Demi menjaga nama baik keluarga besar, Arjuna dipaksa menikahi Kinanti. Namun, pernikahan itu bukanlah pelabuhan yang damai, melainkan neraka dingin bagi Kinanti. Arjuna melampiaskan seluruh amarah dan kegagalan cintanya kepada Kinanti setiap hari.
Tepat setelah janji suci diucapkan, Arjuna memberikan sebuah perjanjian tertulis yang kejam:
"Aku menikahimu hanya karena janin itu. Begitu bayi itu lahir, aku akan menceraikanmu. Kau pergi dari hidupku selamanya, dan anak itu akan menjadi milik keluarga Adiwangsa sepenuhnya."
Kini, Kinanti harus berjuang melewati masa kehamilannya di bawah atap yang sama dengan pria yang mencintainya dengan amarah, sembari menghitung hari menuju perpisahan dengan darah dagingnya sendiri.
Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"