icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Karma Manis untuk Tuan yang Sombong

Bab 9 tidak punya hak untuk membela diri

Jumlah Kata:1654    |    Dirilis Pada: 21/12/2025

Kinanti bercucuran, membasahi leher dan daster kusamnya. Pinggangnya rasanya mau patah. Seharusnya dia masih di tem

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
“Arunika Kinanti tidak pernah membayangkan nasibnya akan berakhir setragis ini. Menjadi gadis yatim piatu yang menumpang di kediaman megah keluarga Adiwangsa seharusnya menjadi jalan baginya untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Namun, satu malam yang kelam menghancurkan segalanya. Ia terjebak dalam sebuah skandal panas dengan Arjuna Adiwangsa, putra mahkota keluarga tersebut sekaligus pria yang sudah ia anggap sebagai pelindung. Kejadian itu kian menyakitkan karena disaksikan langsung oleh Valerie, tunangan Arjuna, di saat Arjuna baru saja bersiap meresmikan ikatan cinta mereka ke jenjang pernikahan. Setelah malam itu, dunia berubah. Arjuna yang dulu hangat kini menatap Kinanti dengan sorot kebencian yang mendalam. Kinanti sempat melarikan diri, mencoba menghapus jejak dan memulai hidup baru di pinggiran kota. Namun, takdir berkata lain saat mereka bertemu kembali enam bulan kemudian dalam kondisi Kinanti yang tengah mengandung. Nasi telah menjadi bubur. Demi menjaga nama baik keluarga besar, Arjuna dipaksa menikahi Kinanti. Namun, pernikahan itu bukanlah pelabuhan yang damai, melainkan neraka dingin bagi Kinanti. Arjuna melampiaskan seluruh amarah dan kegagalan cintanya kepada Kinanti setiap hari. Tepat setelah janji suci diucapkan, Arjuna memberikan sebuah perjanjian tertulis yang kejam: "Aku menikahimu hanya karena janin itu. Begitu bayi itu lahir, aku akan menceraikanmu. Kau pergi dari hidupku selamanya, dan anak itu akan menjadi milik keluarga Adiwangsa sepenuhnya." Kini, Kinanti harus berjuang melewati masa kehamilannya di bawah atap yang sama dengan pria yang mencintainya dengan amarah, sembari menghitung hari menuju perpisahan dengan darah dagingnya sendiri.”
1 Bab 1 mengumpulkan kesadarannya2 Bab 2 Hawa dingin kota Bandung3 Bab 3 daster yang sudah kusam4 Bab 4 datang menjemputnya5 Bab 5 istri sah6 Bab 6 dilayani layaknya nyonya rumah7 Bab 7 Rasa mual yang biasanya hilang8 Bab 8 Seorang perawat masuk9 Bab 9 tidak punya hak untuk membela diri10 Bab 10 Dia pergi ke Bali11 Bab 11 Keheningan di ruang rawat12 Bab 12 melihat Kinanti masih meringkuk13 Bab 13 reputasi14 Bab 14 acara syukuran15 Bab 15 dua nyawa yang sedang berjuang16 Bab 16 bayangan rumah besar17 Bab 17 merasa seperti sedang bermimpi18 Bab 18 terasa tenang19 Bab 19 terasa adem banget20 Bab 20 ada pertengkaran21 Bab 21 bentakan yang menggema di lorong