icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Karma Manis untuk Tuan yang Sombong

Bab 3 daster yang sudah kusam

Jumlah Kata:1553    |    Dirilis Pada: 21/12/2025

n ujung daster yang sudah kusam. Bau sisa sayuran busuk dan amis ikan jadi makanan sehari-harinya sekarang. Dia baru saja selesa

ak kertas putih, pucat banget," tegur Bu Siti sam

ba terlihat kuat. "Nggak apa-a

danmu itu bukan cuma buat kamu sendiri sekarang," b

i yang sudah seperti ibunya sendiri di perantauan ini. Dua garis merah itu benar-benar mengubah cara pandangnya te

menatap layar komputernya dengan tatapan kosong. Di depannya ada tumpukan laporan keuangan

anya Arjuna saat asisten prib

dia di daftar manifes. Tapi ada informasi dari salah satu sopir bus jurusan Jawa Barat. Dia bila

a berderit keras. "Kirim lokasinya

i ada rapat dengan

ni lebih penting,"

ir semua akses komunikasinya. Orang tuanya setiap hari menanyakan keberadaan Kinanti. Dan yang paling parah, Arjuna sering terbangun tengah ma

i dalam hati. Dia membayangkan akan menemukan Kinanti sedang hidup senang dengan uang hasil "menj

anan terlalu sempit dan becek. Sepatu pantofel mahalnya kini kotor terkena lumpur. Dia be

sini," bisik orang-orang,

akang warung dekat tempat cuci piring, dia melihat seorang gadis sedang jongkok. Gadis itu memakai da

Kina

erjalan mendekat dengan lang

ian kamu?" suara Arjuna menggel

ntai semen dengan suara klontang yang nyaring. Dia mendongak, matanya membelalak

na?" suara Kinan

elah bikin kekacauan di rumah saya," sindir Arjuna. D

.. sakit," r

u pikir hidup saya nggak hancur karena ulah kamu?

eluar dari dapur. "Eh, Mas siapa ya

nghina. "Ibu nggak usah ikut campur. Urusa

ak marah lagi," tangis Kinanti pecah. Dia mencoba melepask

semua orang mikir saya cowok brengsek yang buang kamu setelah pake kamu?"

ti merasa sangat malu. Dia diseret seperti binatang. Tenaga

aku dulu," pinta Kinant

balik ke Jakarta sekarang. Kamu harus jelasi

ebat. Perutnya terasa melilit, rasa mual yang tadi dia tahan kini memuncak. Dia melepaskan ta

an rasa jijik sekaligus bingung. "Nggak usah akti

emang kosong. Wajahnya yang semula pucat kini berubah jadi putih pasi, nyaris membi

r

inanti ambruk

epala Kinanti sebelum menghantam tanah. "K

is itu pendek-pendek. Orang-orang mulai mengerumuni mereka, bert

lam mobilnya. Dia tidak peduli lagi jok mobil mewahnya terkena noda dari daster koto

nnya kacau. Dia benci mengakui kalau dia merasa sedikit takut melihat Kinanti pings

ian, seorang dokter

ya?" tanya

aya... suaminya," bohongnya

nutrisi istrinya, Pak. Dia kelelahan fisik dan mental yang luar

una. Dia merasa seperti tersambar petir

um tahu? Istri Bapak sedang hamil. Usianya sekitar enam

up kencang, lebih kencang daripada saat dia hampir kecelakaan tadi. Kata-kata

adar, tapi matanya terlihat sangat kosong menatap langit-langit klinik. Begitu melih

ar, kali ini bukan karena marah,

njawab. Dia hany

anya naik satu oktav. "Jawab a

t menyedihkan. "Mas tanya anak siapa? Setelah apa yang Ma

nya dia yang menyentuh Kinanti malam itu. Skenario yang dia susun di kepalanya-bahwa Kinanti hany

encegah atau apa pun supaya ini terjadi?" tuduh Arj

obat kayak gitu!" teriak Kinanti dengan sisa tenaganya. "Kalau aku mau jebak Mas, kenapa aku harus lari?

benar. Kalau memang tujuannya harta, Kinanti tidak

an. Hidupnya benar-benar sudah berakhir. Rencananya dengan Valerie, kariernya,

di bubur," gum

n yang baru. "Oke. Kamu menang. Kita balik ke Jakarta sekarang juga. Kita bak

nggak minta dinikahi, Mas. Bi

atkan wajahnya ke Kinanti, memberikan ancaman yang akan mengubah hidup Kinanti selamanya. "Begitu anak itu lahir, kamu harus

membuangnya seperti sampah. Tapi dalam kondisinya yang lemah dan tidak punya siapa-siapa, Kinanti hanya bisa mengangguk pelan s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
“Arunika Kinanti tidak pernah membayangkan nasibnya akan berakhir setragis ini. Menjadi gadis yatim piatu yang menumpang di kediaman megah keluarga Adiwangsa seharusnya menjadi jalan baginya untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Namun, satu malam yang kelam menghancurkan segalanya. Ia terjebak dalam sebuah skandal panas dengan Arjuna Adiwangsa, putra mahkota keluarga tersebut sekaligus pria yang sudah ia anggap sebagai pelindung. Kejadian itu kian menyakitkan karena disaksikan langsung oleh Valerie, tunangan Arjuna, di saat Arjuna baru saja bersiap meresmikan ikatan cinta mereka ke jenjang pernikahan. Setelah malam itu, dunia berubah. Arjuna yang dulu hangat kini menatap Kinanti dengan sorot kebencian yang mendalam. Kinanti sempat melarikan diri, mencoba menghapus jejak dan memulai hidup baru di pinggiran kota. Namun, takdir berkata lain saat mereka bertemu kembali enam bulan kemudian dalam kondisi Kinanti yang tengah mengandung. Nasi telah menjadi bubur. Demi menjaga nama baik keluarga besar, Arjuna dipaksa menikahi Kinanti. Namun, pernikahan itu bukanlah pelabuhan yang damai, melainkan neraka dingin bagi Kinanti. Arjuna melampiaskan seluruh amarah dan kegagalan cintanya kepada Kinanti setiap hari. Tepat setelah janji suci diucapkan, Arjuna memberikan sebuah perjanjian tertulis yang kejam: "Aku menikahimu hanya karena janin itu. Begitu bayi itu lahir, aku akan menceraikanmu. Kau pergi dari hidupku selamanya, dan anak itu akan menjadi milik keluarga Adiwangsa sepenuhnya." Kini, Kinanti harus berjuang melewati masa kehamilannya di bawah atap yang sama dengan pria yang mencintainya dengan amarah, sembari menghitung hari menuju perpisahan dengan darah dagingnya sendiri.”
1 Bab 1 mengumpulkan kesadarannya2 Bab 2 Hawa dingin kota Bandung3 Bab 3 daster yang sudah kusam4 Bab 4 datang menjemputnya5 Bab 5 istri sah6 Bab 6 dilayani layaknya nyonya rumah7 Bab 7 Rasa mual yang biasanya hilang8 Bab 8 Seorang perawat masuk9 Bab 9 tidak punya hak untuk membela diri10 Bab 10 Dia pergi ke Bali11 Bab 11 Keheningan di ruang rawat12 Bab 12 melihat Kinanti masih meringkuk13 Bab 13 reputasi14 Bab 14 acara syukuran15 Bab 15 dua nyawa yang sedang berjuang16 Bab 16 bayangan rumah besar17 Bab 17 merasa seperti sedang bermimpi18 Bab 18 terasa tenang19 Bab 19 terasa adem banget20 Bab 20 ada pertengkaran21 Bab 21 bentakan yang menggema di lorong