icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Karma Manis untuk Tuan yang Sombong

Bab 2 Hawa dingin kota Bandung

Jumlah Kata:1460    |    Dirilis Pada: 21/12/2025

ta yang membawanya menjauh dari Jakarta. Kepalanya bersandar di kaca jendela yang bergetar hebat, mengikuti laju bus yang ugal-ug

h SMA, dan uang tabungan yang nggak seberapa. Uang itu rencananya mau dipakai buat beli laptop bekas buat

knya pelan, hampir nggak kedengaran

senyum tipis kalau mereka papasan di meja makan, tapi wajah Arjuna yang merah padam karena murka. Tatapan mata pria it

a-kata Arjuna. Gugu

u benar-benar ada sesuatu yang tumbuh di sana. Bagaimana mungkin dia bisa membesarkan anak dalam keadaan sepert

bibi di sebuah desa kecil dekat Garut, tapi dia ragu. Kalau dia ke sana, apakah dia nggak akan makin memperm

ta, rumah megah keluarg

ki dia sudah mandi entah berapa kali. Dia masuk ke ruang tengah dan melihat ayah

angsa tanpa menoleh. Suaran

egun sejena

a. Satpam baru sadar pas lihat jendelany

suara denting yang keras. "Baguslah kalau dia tahu diri. Biar dia pergi. Itu kan yang dia

juna? Kalau dia kenapa-napa di jalan, atau kalau dia benar-benar hamil anak kamu, nama Adiwangsa

Arjuna meninggi. "Dia sudah ngerusak hidup aku! Valerie mutusin aku! Dia pergi ke London

ai ketemu. Bukan karena aku sayang sama dia, tapi karena aku nggak mau a

lagi dengan Kinanti. Dalam kepalanya, Kinanti bukan lagi gadis polos yang dulu sering dia kasih tumpangan kala

bakal baik sama dia," desis Arjuna s

ian semalam seolah menempel di dinding kamar itu. Dia mencoba mengingat-ingat. Dia ingat minum banyak di bar,

yang jebak aku?

dah tidak aktif. Frustrasi, Arjuna menendang kursi kerjanya sampai terjungkal. Dia merasa ter

i ke K

enyewa sebuah kamar kos kecil yang pengap di dekat pasar. Dindingnya hanya triplek, dan kamar mandinya ada di luar

nya orang-orang pasar yang mulai beraktivitas sejak tengah malam membua

nti takut,"

n yang tidak dia inginkan dalam mimpinya. Dia merasa dikhianati oleh takdir. Dia hanya i

uko, menanyakan apakah ada yang butuh tenaga cuci piring atau pembantu toko. Ba

tnya. "Kamu bisa nyuci piring? Tapi di sini kerjanya berat, dari p

ukan, yang penting bisa buat

uap panas dari tungku nasi yang membuatnya makin pusing. Tapi rasa sakit di perutnya mulai terasa berbeda. Mualnya bukan l

anya Bu Siti, pemilik

eka keringat di dahinya.

t. Jangan-jangan kamu..." Bu Siti menggantung k

pura-pura sibuk menggosok panci yang ber

sa tabungannya, dia memberanikan diri pergi ke apotek kecil yang agak jauh dari

cang. Tangannya gemetar saat memegang plastik kecil itu. Dia memejamkan mata, berdoa

dia membuk

merah. Jel

nya. Dia jatuh terduduk di lantai semen yang

ak boleh terjadi,

u pasti akan menganggapnya semakin licik. Tapi yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa anak ini

a menggugurkan kandungan ini seperti yang dikatakan Arjuna? Tapi dia tidak tega. Ini

kan orang-orangnya, bahkan mendatangi kampus Kinanti, tapi tidak ada

i yang ada di file data mahasiswanya. Di foto itu, Kinanti terliha

lau kamu lari, semua orang makin

ada juga sedikit rasa bersalah yang dia tekan dalam-dalam. Dia ingat semalam sebelum kejadian itu, di

inkan dirinya sendiri. "Semua orang miskin puny

n Kinanti, dia tidak akan memberi ampun. Dia akan membuat gadis itu mengak

memegangi perutnya, berjanji pada janin yang belum berbentuk itu bahwa dia akan melindunginya, meski

ahwa saat dia ditemukan nanti, hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Dia akan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
“Arunika Kinanti tidak pernah membayangkan nasibnya akan berakhir setragis ini. Menjadi gadis yatim piatu yang menumpang di kediaman megah keluarga Adiwangsa seharusnya menjadi jalan baginya untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Namun, satu malam yang kelam menghancurkan segalanya. Ia terjebak dalam sebuah skandal panas dengan Arjuna Adiwangsa, putra mahkota keluarga tersebut sekaligus pria yang sudah ia anggap sebagai pelindung. Kejadian itu kian menyakitkan karena disaksikan langsung oleh Valerie, tunangan Arjuna, di saat Arjuna baru saja bersiap meresmikan ikatan cinta mereka ke jenjang pernikahan. Setelah malam itu, dunia berubah. Arjuna yang dulu hangat kini menatap Kinanti dengan sorot kebencian yang mendalam. Kinanti sempat melarikan diri, mencoba menghapus jejak dan memulai hidup baru di pinggiran kota. Namun, takdir berkata lain saat mereka bertemu kembali enam bulan kemudian dalam kondisi Kinanti yang tengah mengandung. Nasi telah menjadi bubur. Demi menjaga nama baik keluarga besar, Arjuna dipaksa menikahi Kinanti. Namun, pernikahan itu bukanlah pelabuhan yang damai, melainkan neraka dingin bagi Kinanti. Arjuna melampiaskan seluruh amarah dan kegagalan cintanya kepada Kinanti setiap hari. Tepat setelah janji suci diucapkan, Arjuna memberikan sebuah perjanjian tertulis yang kejam: "Aku menikahimu hanya karena janin itu. Begitu bayi itu lahir, aku akan menceraikanmu. Kau pergi dari hidupku selamanya, dan anak itu akan menjadi milik keluarga Adiwangsa sepenuhnya." Kini, Kinanti harus berjuang melewati masa kehamilannya di bawah atap yang sama dengan pria yang mencintainya dengan amarah, sembari menghitung hari menuju perpisahan dengan darah dagingnya sendiri.”
1 Bab 1 mengumpulkan kesadarannya2 Bab 2 Hawa dingin kota Bandung3 Bab 3 daster yang sudah kusam4 Bab 4 datang menjemputnya5 Bab 5 istri sah6 Bab 6 dilayani layaknya nyonya rumah7 Bab 7 Rasa mual yang biasanya hilang8 Bab 8 Seorang perawat masuk9 Bab 9 tidak punya hak untuk membela diri10 Bab 10 Dia pergi ke Bali11 Bab 11 Keheningan di ruang rawat12 Bab 12 melihat Kinanti masih meringkuk13 Bab 13 reputasi14 Bab 14 acara syukuran15 Bab 15 dua nyawa yang sedang berjuang16 Bab 16 bayangan rumah besar17 Bab 17 merasa seperti sedang bermimpi18 Bab 18 terasa tenang19 Bab 19 terasa adem banget20 Bab 20 ada pertengkaran21 Bab 21 bentakan yang menggema di lorong