icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam Putri Konglomerat

Bab 3 

Jumlah Kata:626    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

Adij

g dulunya adalah tempat perlindungan dan kebahagiaan, kini terasa seperti penjara. Aku mencoba mencari celah, apa pun

k, bukan sendirian. Di sampingnya, ada seorang wanita paruh baya dengan dandanan mencolok dan ta

traku?" kata wanita itu, suaranya nyaring

di kalangan sosialita karena kekayaannya yang melimpah dan koneksi politiknya yang k

da beberapa pelayan yang mengikutinya masuk membawa koper-koper mewah. "Pindahka

u," kataku, suaraku ren

ngerti, ya? Kau sudah tidak punya tempat di sini. Kau hanya ibu pengganti

ndidih, dan aku merasa seluruh tubuhku gemetar. Aku melangkah

rani bicara seper

tapi ada kilatan kemenangan di matanya. Tepat pada saat itu, pintu depan te

ap untuk menampar Ratnasari lagi. Tapi Dian seg

Apa yang kau lak

mata palsu mulai mengalir di matanya. "Dian... dia.

ebenaran. "Dia berbohong, Dian! Dia yang memulai! D

ancar jelas di matanya. Aku berharap dia akan mengusi

ku," kata Ratnasari, suaranya lemah dan penuh kepura-puraan.

kecil menyelinap di hatiku. Mungkin dia a

a memegang perutnya dan berpura-pura kesakitan

pan marah. "Aluna, lihat apa yang sudah kau lakukan! Kalau terjad

ulasi. Begitu mudah percaya pada kebohonga

mengabaikan aku yang berdiri di sana, terluka dan hancur. Ibu

gku dilemparkan begitu saja. Kamar utama, kamarku dan Dian, kini ditempati oleh

ara. Setelah Ratnasari melahirkan, se

u tidak menginginkan anak ini lagi. Apa gunanya memiliki anak jika dia harus lahir dalam keluarga

anakku menderita. Lebih

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Putri Konglomerat
Balas Dendam Putri Konglomerat
“Duniaku runtuh saat aku melihat suamiku, Dian, menggenggam erat tangan cinta masa lalunya, Ratnasari, di rumah sakit. Padahal, aku di sana untuk program bayi tabung kami yang sudah berjalan lima tahun. Dia bilang ada rapat penting, ternyata rapatnya adalah menemani Ratnasari yang sakit kanker dan memohon untuk dijadikan prioritas. Lebih parahnya, Ratnasari mengklaim dia hamil anak Dian. Aku dikurung di rumah, ponselku disita, dan dipaksa pindah ke kamar tamu yang kotor sementara Ratnasari menempati kamar utama kami. Bahkan ayah angkatku sendiri berpihak pada mereka, memaksaku menandatangani surat cerai dan menggugurkan kandunganku. Mereka menyeretku ke rumah sakit, menyuntikkan obat, dan aku kehilangan anakku. Aku baru tahu, obat bayi tabungku selama ini sudah ditukar dengan obat perusak janin. "Anakmu... dia tidak bisa diselamatkan," isak ibu kandungku saat aku sadar. Ya, aku adalah Aluna Adijaya, putri konglomerat media terbesar di Asia Tenggara yang diculik saat bayi. Kini, aku kembali. Aku akan menghancurkan mereka semua.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10