icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam Putri Konglomerat

Bab 2 

Jumlah Kata:656    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

Adij

nolakan. Aku mendorong piring berisi hidangan laut yang

berkerut. "Kenapa, Aluna? I

u itu sebelum aku alergi u

alah. "Oh, astaga, aku benar-benar lupa.

in muntah. "Tidak apa-apa, Dian. Mungkin kita harus mencari restoran lain?

ya berkilat licik. Dia tahu

tnasari. Dia tidak tahu harus memilih siapa. Aku hanya dud

ih belum bisa membuat keputusan. Dia hanya menggaru

berdiri dari kursi. "

ya terkejut. "Aluna,

Kau bisa melanjutkan makan

!" teriak Dian, suaranya mulai

lum masuk ke mobil, aku menoleh ke arah Dian yang masih berdiri di depan restoran, terpaku. "

, berharap Dian akan mengejarku. Berharap dia akan menunjukkan sedikit pun penyesal

Aku hanyalah sebuah alat. Anak yang ada dalam diriku ini... apakah aku benar-benar mengingink

git-langit yang gelap, dan berpikir. Apakah aku harus menyerah pada anak ini? Apa

k, wajahnya lelah dan kusut. Dia berlutut di sam

menyakitimu. Ratnasari itu... dia menjebakku. Dia mengancam akan bunuh di

aku dan anak kita demi karier politikmu? De

lukku, tapi aku mendorongnya lagi. "Aku hanya butuh waktu. Setelah dia sem

tanyaku, suaraku parau. "Sekarang

ya merah padam. "Apa katamu? Kau gila? Itu ana

pada wanita lain? Anak yang tidak kau akui? Untuk

"Kau hanya memikirkan dirimu sendi

di belakangnya. Aku terdiam, air mataku mengalir deras

ar dari rumah. Penjaga yang biasanya ramah kini menatapku

ku di rumahku sendiri. Dia menghentikan semua aksesku ke dunia luar. Dia ingin aku te

kan lagi Aluna yang akan diam saja saat dihancurkan. Aku akan ber

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Putri Konglomerat
Balas Dendam Putri Konglomerat
“Duniaku runtuh saat aku melihat suamiku, Dian, menggenggam erat tangan cinta masa lalunya, Ratnasari, di rumah sakit. Padahal, aku di sana untuk program bayi tabung kami yang sudah berjalan lima tahun. Dia bilang ada rapat penting, ternyata rapatnya adalah menemani Ratnasari yang sakit kanker dan memohon untuk dijadikan prioritas. Lebih parahnya, Ratnasari mengklaim dia hamil anak Dian. Aku dikurung di rumah, ponselku disita, dan dipaksa pindah ke kamar tamu yang kotor sementara Ratnasari menempati kamar utama kami. Bahkan ayah angkatku sendiri berpihak pada mereka, memaksaku menandatangani surat cerai dan menggugurkan kandunganku. Mereka menyeretku ke rumah sakit, menyuntikkan obat, dan aku kehilangan anakku. Aku baru tahu, obat bayi tabungku selama ini sudah ditukar dengan obat perusak janin. "Anakmu... dia tidak bisa diselamatkan," isak ibu kandungku saat aku sadar. Ya, aku adalah Aluna Adijaya, putri konglomerat media terbesar di Asia Tenggara yang diculik saat bayi. Kini, aku kembali. Aku akan menghancurkan mereka semua.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10