icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam

Bab 9 kewarasan

Jumlah Kata:1746    |    Dirilis Pada: 05/11/2025

a berjalan di trotoar yang basah, setiap langkahnya terdengar seperti detak jantungnya sendiri. Ia menyadari satu ha

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
“Hancur hatinya setelah dikhianati kekasihnya, suatu malam Amara memutuskan melampiaskan amarah dengan menerima ajakan sahabatnya, Livia, untuk pergi ke klub eksklusif di Michigan. Tanpa Amara sadari, Livia ternyata adalah selingkuhan mantan kekasihnya. Diam-diam, Livia merancang jebakan: ia menyewa seorang gigolo untuk mendekati Amara. Amara mabuk berat malam itu, dan ia sama sekali tidak ingat siapa pria yang menemaninya. Sensasi satu malam itu tidak pernah terulang-dan pria itu pun tak pernah ditemuinya lagi. Namun takdir berkata lain: malam itu membuat Amara hamil, dan ia kemudian melahirkan seorang putra yang ia beri nama Ethan. Empat tahun berlalu. Amara, kini seorang dokter spesialis bedah digestif, memutuskan meninggalkan Michigan dan memulai hidup baru di New York bersama Ethan. Di New York, ia bertemu seorang dokter bedah anak bernama Damian Sinclair, seorang pria dengan aroma khas yang persis sama seperti pria yang tidur bersamanya empat tahun lalu. Namun pertemuan ini bukannya membawa kebahagiaan. Damian ternyata menyimpan luka lama dan kebencian mendalam terhadap Amara. Bertemu kembali dengan wanita itu justru membangkitkan keinginan kuatnya untuk membalas dendam.”
1 Bab 1 mata menetes di pipinya2 Bab 2 seakan menuntut lebih3 Bab 3 ia merasa lebih aman4 Bab 4 membawa Ethan ke taman5 Bab 5 sesuatu yang tidak ia ucapkan6 Bab 6 bunyi ketukan samar terdengar7 Bab 7 aku merasa dia dekat lagi8 Bab 8 tidak hanya karena cuaca9 Bab 9 kewarasan10 Bab 10 ia harus menggunakan semua kecerdikan11 Bab 11 mengamati12 Bab 12 kehilangan13 Bab 13 Aku tidak bisa terus lari tanpa arah14 Bab 14 Matanya sembab15 Bab 15 bibirnya membiru16 Bab 16 Aku cuma takut kamu nggak ada di sini17 Bab 17 bermain di dekat pohon pinus dengan bonekanya18 Bab 18 lingkungan baru19 Bab 19 ketidakstabilan yang tidak biasa20 Bab 20 hanya penampilan21 Bab 21 masuk dengan tablet di tangan22 Bab 22 gerakan yang tak biasa23 Bab 23 pengawas24 Bab 24 sinyal kecil