icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam

Bab 2 seakan menuntut lebih

Jumlah Kata:1916    |    Dirilis Pada: 05/11/2025

dat. Lampu kota berpendar di kaca depan, namun hatinya terasa berat. Pekerjaan, Ethan, kehidupan baru-semuanya se

ahkan di lorong, Amara merasakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Sifat Damian yang tenang, setiap

nunggu dengan wajah cemas. "Mama, hari ini sekola

. "Oh ya? Ceritakan padaku, sayang." Ia duduk di sebelah Ethan, meman

ri-hari. Ethan tidak tahu bahwa Amara memiliki rahasia yang menakutkan-ba

osong, merasa kesepian meski kota di luar jendela berdenyut dengan kehidu

lepon. "Aku mendengar ada seorang dokter baru-Damian Sinclair

ah. "Apa maksudmu

ak biasa. Aku rasa, dia lebih dari sekadar k

yang ia rasakan sendiri, tetapi mendengar konfirmasi d

it. Damian Sinclair ditugaskan untuk memimpin tim operasi bersamanya da

ara, ada kilatan yang membuat kulitnya merinding. Amara harus fokus, setiap gerakan, setiap keputusan, bisa m

operasi. "Dr. Amara, kau sangat terampil. Tapi aku penasaran... apakah kau

ap pria itu. "Aku tid

yak. Aku penasaran," jawab Damian, senyum tipis muncul

a ingin profesional di tempat kerja," jawabnya singkat, m

ang kini diam-diam memperh

. Waspadalah. Janga

unginya, tetapi kini pesan itu terasa ambigu. Ada peringatan, tetapi tidak ada konte

dokumen rumah sakit. Ethan tidur di kamar, tapi pikirannya tetap melayang ke Damian. Ada sesuatu yan

menangani pasien baru, seorang anak laki-laki yang mengalami trauma berat akibat kecelak

u menatap Amara. Ada ketelitian dalam tatapannya, tetapi juga sesuatu

pala pusing, tubuh lelah, tetapi pikirannya tetap tidak tenang. Ia tahu, Damian Sinclair bukan hanya seora

i matanya-sebuah keteguhan yang membuatnya penasaran. Ia tidak akan membiarkan perasaan yang tersisa dari masa lalu

selalu menatap, tetapi tidak pernah secara langsung mengungkapkan niatnya. Amara, di sisi lain, se

n sedang bermain di balkon apartemen mereka. "Mama, lihat ini!"

gatan yang membuat hatinya sedikit lega. Tetapi ketika matanya menatap ke jalan di bawah gedung, ia merasa ada s

rasi, dan mencoba menulis jurnal harian. Tulisannya berantakan,

mana-mana?" tulisnya. "Apa yang dia inginkan darik

bergetar. Pesan dar

pa pun. Termasuk orang y

tapi dari siapa? Livia? Damian? Atau seseorang yang lain? Ia menutup mata,

ini muncul dalam bentuk yang tidak pernah ia duga. Damian Sinclair bukan hanya sekadar dokter baru di kota baru in

berkilau seperti ratusan titik emas yang tak beraturan. Suasana di luar begitu hidup, tetapi di dalam hatinya terasa sunyi. Ia me

aru saja ia beli dari toko di dekat sekolah. "Mama,

yang tak tertahankan. "Bagus, sayang! Tapi hati-hati, ya

di cermin dekat pintu-sesuatu yang membuat jantungnya berhenti sejenak. Ia men

kin nyata belakangan ini. Setiap kali ia keluar rumah, ada sensasi bahwa langkahnya diikuti.

ak bernama Noah baru saja masuk dengan kondisi pernapasan kritis. Orang tuanya

a mengenakan jas putih, tampak serius, matanya fokus, tetapi ad

ra Damian rendah, profesional, tetapi

"Stabil, tapi kita harus terus memantau p

guk perlahan. "Aku bisa

t. Namun setiap kali Damian menatapnya, ada sensasi asing yang membuatnya ingin

kegiatan di sekolah, teman-temannya, dan pengalaman kecil yang terjadi hari ini. Amara tersenyum, membi

ara duduk di sofa, menatap layar lap

esuatu yang tidak ia katakan. A

.. apa maksudmu?" gumamnya. Tetapi tidak ada jaw

erja sama dalam seminar medis yang menargetkan kasus anak dengan penyakit langka.

nyimpan lapisan makna yang tidak bisa ia baca. Amara merasakan ketegangan yang berbeda dari sebelumnya. Bukan hanya pro

menjawab sebelum Amara sempat bicara: "Dr. Amara memiliki kemampuan luar biasa dalam mengha

coba tersenyum tipis, tetapi hatinya tidak tenang. Damian hanya menatapnya,

menenangkan pikirannya. Namun matanya menangkap sesuatu-Damian berdiri di ujung lorong, memandan

u berjalan ke arahnya. "Dr. Amara, kau tam

ingkirkan perasaan cemas. "Aku

pernah tidur. Lampu-lampu gemerlap, tetapi hatinya terasa berat. Ia tahu, Damian bukan sekadar dokte

ah muram. "Mama, ada anak di sekolah yang bilang aku

t. "Apa maksu

serius. "Dia bilang ada orang yang sering me

dalam hati, ketakutannya meningkat. Ada sesuatu yang sedang terjadi, se

enuhnya. Ia menatap foto itu, merasakan denyut yang familiar dan asing sekaligus. Ia tahu, Damian Sinclair bukan

menatap layar ponselnya.

kan tahu siapa aku sebenarnya... dan rasa saki

g terlihat, tetapi ada niat tersembun

enasaran, dan tidak bisa menjauh. Ia sadar satu hal: pertemuan dengan Damian Sinclair bukan kebetulan. D

ya, menatap Ethan yang tidur dengan tenang, dan berbisik pada di

kehidupannya akan terikat oleh bayangan pria yang menyimpan dendam dan rahasia kelam masa lalu-dan tidak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
“Hancur hatinya setelah dikhianati kekasihnya, suatu malam Amara memutuskan melampiaskan amarah dengan menerima ajakan sahabatnya, Livia, untuk pergi ke klub eksklusif di Michigan. Tanpa Amara sadari, Livia ternyata adalah selingkuhan mantan kekasihnya. Diam-diam, Livia merancang jebakan: ia menyewa seorang gigolo untuk mendekati Amara. Amara mabuk berat malam itu, dan ia sama sekali tidak ingat siapa pria yang menemaninya. Sensasi satu malam itu tidak pernah terulang-dan pria itu pun tak pernah ditemuinya lagi. Namun takdir berkata lain: malam itu membuat Amara hamil, dan ia kemudian melahirkan seorang putra yang ia beri nama Ethan. Empat tahun berlalu. Amara, kini seorang dokter spesialis bedah digestif, memutuskan meninggalkan Michigan dan memulai hidup baru di New York bersama Ethan. Di New York, ia bertemu seorang dokter bedah anak bernama Damian Sinclair, seorang pria dengan aroma khas yang persis sama seperti pria yang tidur bersamanya empat tahun lalu. Namun pertemuan ini bukannya membawa kebahagiaan. Damian ternyata menyimpan luka lama dan kebencian mendalam terhadap Amara. Bertemu kembali dengan wanita itu justru membangkitkan keinginan kuatnya untuk membalas dendam.”
1 Bab 1 mata menetes di pipinya2 Bab 2 seakan menuntut lebih3 Bab 3 ia merasa lebih aman4 Bab 4 membawa Ethan ke taman5 Bab 5 sesuatu yang tidak ia ucapkan6 Bab 6 bunyi ketukan samar terdengar7 Bab 7 aku merasa dia dekat lagi8 Bab 8 tidak hanya karena cuaca9 Bab 9 kewarasan10 Bab 10 ia harus menggunakan semua kecerdikan11 Bab 11 mengamati12 Bab 12 kehilangan13 Bab 13 Aku tidak bisa terus lari tanpa arah14 Bab 14 Matanya sembab15 Bab 15 bibirnya membiru16 Bab 16 Aku cuma takut kamu nggak ada di sini17 Bab 17 bermain di dekat pohon pinus dengan bonekanya18 Bab 18 lingkungan baru19 Bab 19 ketidakstabilan yang tidak biasa20 Bab 20 hanya penampilan21 Bab 21 masuk dengan tablet di tangan22 Bab 22 gerakan yang tak biasa23 Bab 23 pengawas24 Bab 24 sinyal kecil