icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam

Bab 5 sesuatu yang tidak ia ucapkan

Jumlah Kata:1856    |    Dirilis Pada: 05/11/2025

p kota dari jendela apartemennya, rasanya seperti ada beban yang menekan dada tanpa henti. Ethan duduk di lanta

at cemas?" tanya Ethan, ak

li Damian muncul dalam pikirannya. "Hanya karena aku ingin memastikan kita berd

memahami bahwa ada sesuatu yang berbeda dalam kehidupan me

a ia memasuki lorong yang biasanya sepi, tapi pagi itu terasa berbeda. Ia merasakan sesuat

. Amara menatapnya, merasakan napasnya cepat meningkat. Ia tahu ini bukan kebetulan.

okumenmu tertata dengan baik, tapi tampaknya seseorang mencoba meng

ru saja melihatnya. Tidak ad

u. "Kau benar. Tapi lebih baik tetap waspad

n. Udara dingin menggigit kulitnya, tapi lebih dingin lagi adalah rasa takut yang merayap perlahan. Ia tahu Damia

taman, ponselnya bergetar.

i. Jangan berpikir k

lagi ancaman samar; ini nyata. Seseorang sedang mengawasiny

l. Ethan menunggunya di balkon ap

i," kata Ethan, suaranya rendah. "Dia

n genting. "Mama akan selalu menjagamu, Ethan. Tidak ad

hari nanti, kau akan merasakan konsekuensi dari apa yang dulu kau

erapa staf rumah sakit di lokasi yang sama dengan Amara, memastikan setiap gerakannya d

, memeriksa setiap sudut, dan mulai menyusun rencana untuk melindungi Ethan. Ia tahu bahwa Da

mukan sebuah catatan di

selalu di dekatmu. Semua yang

enguasai tindakannya. Ia harus bertindak cepat. Ia mulai menyusun jadwal baru, mengu

tekanan yang luar biasa-tidak hanya sebagai ibu, tetapi juga sebagai seseorang yang harus meli

elah ia lupakan sebagian. Membaca kembali, ia menyadari bahwa Damian bukan sekada

mengikuti setiap gerakan Amara. Ia menarik selimut lebih rapat di tubuhnya, menatap kota

hap yang lebih berbahaya. Satu kesalahan kecil bisa menghancurkan d

menyewa sebuah apartemen kecil di sisi lain kota, jauh dari jangkauan Damian. Ia ingin me

Ethan tampak lega. "Mama, d

g. Di sini kita aman untuk sementara waktu. M

a dan Ethan. "Tidak ada yang bisa kau sembunyikan dariku," gumamnya, suara ser

p lampu kota, merasakan beban yang luar biasa di pundaknya. Ia tahu satu hal:

n yang terjadi, ia tidak akan membiarkan Ethan menjadi korban. Ia akan menghadapi Da

inan psikologis yang dirancang Damian. Setiap langkah, setiap keputusan, bahkan setiap detik kehidupan mereka kini ber

ih rapat di tubuhnya, dan berbisik pada dirinya sendir

sudah dimulai, dan satu kesalahan bisa menghancurkan dunia y

lkan bayangan panjang di jalan-jalan kota. Amara menahan napas saat mobilnya melaju di jalan yang basa

ke sini?" tanya Ethan pel

anya berdebar. "Kita perlu memastikan tempat ini am

nyiratkan rasa cemas yang tidak biasa. Ia sudah mulai memahami bahwa dunia

uk kembali ke rumah sakit. Ada kasus darurat yang menunggu, tetapi pikirannya tidak sepenuhnya

iri di lokasi yang berbeda dari biasanya, beberapa menatapnya dengan cara yang tidak biasa. Ia

atian ekstra. Sambil memeriksa laporan medis, Amara menyadari tatapan Damian dari balik kaca, mengikuti setiap

an perasaan was-was. Ethan menunggu di sofa, wajahny

kata Ethan, suaranya rendah. "Sejak pagi, aku

rat. "Mama tahu, sayang. Mama juga merasakannya. Ta

emen baru mereka. Sebuah senyum tipis muncul di wajahnya, namun matanya menyiratkan sesu

ngatur waktu Ethan di sekolah, memeriksa setiap sudut apartemen, dan memastikan setiap langkah am

a sedikit kebebasan tanpa risiko tinggi. Namun, begitu mereka duduk di bangku taman, Amara mera

ama, aku merasa dia deka

Kita harus tetap waspada, sayang. Tapi Mama

kan sebuah catatan bar

langkahmu. Semua yang kau sembunyikan ak

. Ia tahu satu hal: ia harus menghadapi Damian secara langsung j

i ini dengan strategi sendiri. Ia mempersiapkan beberapa kamera tersembunyi, memantau akses

sementara, matanya menatap monitor. Setiap gerakan di sekitar rumah sakit terl

or rumah sakit, mengamati setiap ruangan. Amara menahan napas, merasakan ketegangan meningkat. I

sisi aman, jauh dari jendela dan pintu. "Ethan, Mama ingi

ti arahan ibunya. Ia mulai menyadari bahwa me

h, menyesuaikan rencana yang telah disiapkan. Ia tahu ini adalah momen kr

menyadari pola-pola tertentu, gerakan yang selalu sama, cara Damian menempatkan diri, bah

kit. Amara menarik napas panjang, menatap Ethan yang duduk diam. "Kit

di pundaknya. Ia tahu Damian tidak akan berhenti sampai ia mendapatkan apa yang ia

ada dirinya sendiri: "Aku akan melindungimu, Ethan. Tidak

rencanakan dengan cermat. Satu kesalahan kecil bisa menghanc

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
“Hancur hatinya setelah dikhianati kekasihnya, suatu malam Amara memutuskan melampiaskan amarah dengan menerima ajakan sahabatnya, Livia, untuk pergi ke klub eksklusif di Michigan. Tanpa Amara sadari, Livia ternyata adalah selingkuhan mantan kekasihnya. Diam-diam, Livia merancang jebakan: ia menyewa seorang gigolo untuk mendekati Amara. Amara mabuk berat malam itu, dan ia sama sekali tidak ingat siapa pria yang menemaninya. Sensasi satu malam itu tidak pernah terulang-dan pria itu pun tak pernah ditemuinya lagi. Namun takdir berkata lain: malam itu membuat Amara hamil, dan ia kemudian melahirkan seorang putra yang ia beri nama Ethan. Empat tahun berlalu. Amara, kini seorang dokter spesialis bedah digestif, memutuskan meninggalkan Michigan dan memulai hidup baru di New York bersama Ethan. Di New York, ia bertemu seorang dokter bedah anak bernama Damian Sinclair, seorang pria dengan aroma khas yang persis sama seperti pria yang tidur bersamanya empat tahun lalu. Namun pertemuan ini bukannya membawa kebahagiaan. Damian ternyata menyimpan luka lama dan kebencian mendalam terhadap Amara. Bertemu kembali dengan wanita itu justru membangkitkan keinginan kuatnya untuk membalas dendam.”
1 Bab 1 mata menetes di pipinya2 Bab 2 seakan menuntut lebih3 Bab 3 ia merasa lebih aman4 Bab 4 membawa Ethan ke taman5 Bab 5 sesuatu yang tidak ia ucapkan6 Bab 6 bunyi ketukan samar terdengar7 Bab 7 aku merasa dia dekat lagi8 Bab 8 tidak hanya karena cuaca9 Bab 9 kewarasan10 Bab 10 ia harus menggunakan semua kecerdikan11 Bab 11 mengamati12 Bab 12 kehilangan13 Bab 13 Aku tidak bisa terus lari tanpa arah14 Bab 14 Matanya sembab15 Bab 15 bibirnya membiru16 Bab 16 Aku cuma takut kamu nggak ada di sini17 Bab 17 bermain di dekat pohon pinus dengan bonekanya18 Bab 18 lingkungan baru19 Bab 19 ketidakstabilan yang tidak biasa20 Bab 20 hanya penampilan21 Bab 21 masuk dengan tablet di tangan22 Bab 22 gerakan yang tak biasa23 Bab 23 pengawas24 Bab 24 sinyal kecil