icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam

Bab 4 membawa Ethan ke taman

Jumlah Kata:1803    |    Dirilis Pada: 05/11/2025

k jaketnya lebih rapat, tangannya menggenggam tas selempang yang selalu berisi dokumen penting dan beberapa obat Ethan, sekadar berjaga. Pag

i ini?" tanya Ethan, matanya menatap mobi

gan Damian dalam hidup mereka. "Ini kota besar, sayang. Semua orang ber

ai menangkap sesuatu dari ketegangan ibunya-sesuatu

ntung langka. Ia harus bekerja cepat, memeriksa setiap laporan, memutuskan tindakan medis yang t

asien. Tidak ada kata-kata, hanya tatapan intens yang membuat Amara merasa diawasi d

n ke kantin untuk minum kopi. Di tengah langka

ertimbangkan efek jangka panjang

"Aku sudah menghitung semua risiko, Dr. Sincla

teka-teki. "Aku hanya ingin memastikan, karena kau tahu... beberapa kepu

Ia tahu Damian bukan sekadar rekan kerja. Ia adalah bayangan masa l

a di ruang tunggu rumah sakit.

pria mengikuti kita lagi," kata Ethan, suaranya rendah. "

yang. Tapi Mama akan selalu melindungimu, oke? Tidak ada yang akan menya

gelap, lampu-lampu gedung tampak seperti titik-titik kecil yang

bukan hanya penasaran. Ada sesuatu yang dia se

etiap kata terasa seperti alarm di pikirannya. Ia menyadari satu hal: Damian bukan hany

ang ICU, dan Amara harus menanganinya seorang diri. Damian muncul dari koridor lain, menatap s

suaranya rendah namun memaksa. "Keputusan y

n sesuatu yang lebih gelap di matanya. Ia mencoba tetap fokus pada p

l. Ethan menunggunya di balkon ap

wasi kita dari luar," kata Ethan,

enangkap ketegangan yang selama ini ia sembunyikan. "Mama akan sela

elnya. "Suatu saat dia akan merasakan apa yang dulu ia se

ng sama dengan Amara-kantin, ruang observasi, laboratorium. Tidak ada kontak fisik, tida

bahkan interaksi kecil dengan pasien, terasa seakan diuji. Ia mulai

an yang berat-tidak hanya sebagai ibu, tetapi juga sebagai seseorang yang harus melindungi

ebagian. Membaca kembali, ia merasakan denyut yang familiar dan asing sekaligus. Damian bu

nan psikologis yang dirancang Damian. Setiap langkah mereka, setiap keputusan, dan setiap detik kehidupan mereka kini be

a yang berkilauan dari jendela, dan berbisik pada dirinya

yang lebih berbahaya, dan satu kesalahan bisa menghancurkan d

neh. Amara menggenggam tangan Ethan erat, matanya menatap jauh ke arah jalan berliku yang basah akibat hujan semal

" tanya Ethan, wajah polosnya memandang ibunya

ya memastikan kita aman, sayang. Kadang dunia di luar bis

merasakan kehadiran yang familiar, namun samar-tidak di sisi mereka, tetapi di pikiran dan

asi, ia mendapati meja kerjanya terganggu-beberapa dokumen penting tertumpuk tidak beraturan. Ia menatap sekeliling, mencari

tanpa ekspresi. "Dr. Amara, kelihatannya ada yang t

takut. "Aku baru saja menemukan dokumen yang b

inya ada yang mencoba mengganggumu. Tapi jangan khawat

pnya bukan lagi sekadar profesionalisme. Ada sesuatu yang lain, sesuatu

sakit dalam keadaan darurat. Amara memimpin tim medis, tetapi Damian terus mengawasi dari sisi lain ruang

cap Damian, matanya tetap menatap Amara. "Kesalah

tekanan yang semakin berat di dadanya. Ia menyadari satu hal: Damian bukan sekadar rekan

awal. Ethan menunggu di balk

diri di seberang jalan, menatap kita,"

anaknya mulai menangkap ketegangan yang selama ini ia sembunyikan. "Mama akan s

menatap kota yang berkilauan dari jendela. Telep

ngsung. Hati-hati. Ada sesuatu yang ia

arm di pikirannya. Ia menyadari satu hal: Damian bukan hanya bayangan ma

mah sakit di lokasi yang sama dengan Amara, seolah mengawasi setiap gerakannya. Tidak ada kata-kata kasar, tetapi kehadiran

lalu, tetapi ancaman yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Ia harus menemuk

rius di dalam laci mejanya. Tulisan tangan

melihat. Segalanya akan terbuka, da

ini bukan lagi samar; itu nyata, dan datang dari seseora

elnya. "Suatu saat dia akan merasakan apa yang dulu ia se

i Ethan, memeriksa setiap kemungkinan ancaman, dan mencari cara untuk menghadapi Damian secara la

berat-tidak hanya sebagai ibu, tetapi juga sebagai seseorang yang harus melindungi ma

ebagian. Membaca kembali, ia merasakan denyut yang familiar dan asing sekaligus. Damian bu

nan psikologis yang dirancang Damian. Setiap langkah mereka, setiap keputusan, dan setiap detik kehidupan mereka kini be

a yang berkilauan dari jendela, dan berbisik pada dirinya

yang lebih berbahaya, dan satu kesalahan bisa menghancurkan d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
“Hancur hatinya setelah dikhianati kekasihnya, suatu malam Amara memutuskan melampiaskan amarah dengan menerima ajakan sahabatnya, Livia, untuk pergi ke klub eksklusif di Michigan. Tanpa Amara sadari, Livia ternyata adalah selingkuhan mantan kekasihnya. Diam-diam, Livia merancang jebakan: ia menyewa seorang gigolo untuk mendekati Amara. Amara mabuk berat malam itu, dan ia sama sekali tidak ingat siapa pria yang menemaninya. Sensasi satu malam itu tidak pernah terulang-dan pria itu pun tak pernah ditemuinya lagi. Namun takdir berkata lain: malam itu membuat Amara hamil, dan ia kemudian melahirkan seorang putra yang ia beri nama Ethan. Empat tahun berlalu. Amara, kini seorang dokter spesialis bedah digestif, memutuskan meninggalkan Michigan dan memulai hidup baru di New York bersama Ethan. Di New York, ia bertemu seorang dokter bedah anak bernama Damian Sinclair, seorang pria dengan aroma khas yang persis sama seperti pria yang tidur bersamanya empat tahun lalu. Namun pertemuan ini bukannya membawa kebahagiaan. Damian ternyata menyimpan luka lama dan kebencian mendalam terhadap Amara. Bertemu kembali dengan wanita itu justru membangkitkan keinginan kuatnya untuk membalas dendam.”
1 Bab 1 mata menetes di pipinya2 Bab 2 seakan menuntut lebih3 Bab 3 ia merasa lebih aman4 Bab 4 membawa Ethan ke taman5 Bab 5 sesuatu yang tidak ia ucapkan6 Bab 6 bunyi ketukan samar terdengar7 Bab 7 aku merasa dia dekat lagi8 Bab 8 tidak hanya karena cuaca9 Bab 9 kewarasan10 Bab 10 ia harus menggunakan semua kecerdikan11 Bab 11 mengamati12 Bab 12 kehilangan13 Bab 13 Aku tidak bisa terus lari tanpa arah14 Bab 14 Matanya sembab15 Bab 15 bibirnya membiru16 Bab 16 Aku cuma takut kamu nggak ada di sini17 Bab 17 bermain di dekat pohon pinus dengan bonekanya18 Bab 18 lingkungan baru19 Bab 19 ketidakstabilan yang tidak biasa20 Bab 20 hanya penampilan21 Bab 21 masuk dengan tablet di tangan22 Bab 22 gerakan yang tak biasa23 Bab 23 pengawas24 Bab 24 sinyal kecil