icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu

Bab 3 Sudah hampir tiga bulan

Jumlah Kata:1386    |    Dirilis Pada: 28/10/2025

u yang membuatnya merasa hidup lagi. Udara di pagi hari yang dinginnya menggigit, aroma kopi

urat resmi yang ia temukan di meja makan saat hendak berangkat kerja

atna sambil menuang teh. "Tadi

at panggilan dinas. Matanya menelusuri kalim

kuti evaluasi tahunan di J

ini berusaha ia tinggalkan

tanya Bude deng

tu. "Saya harus ke Jaka

, siapa yang bantuin M

ab. Mira memang sudah bisa mengurus usahanya sendiri, tapi entah

erah, dan kabut turun perlahan di kaki gunung. Gerobak bubur sud

gitu melihatnya. "Tumb

ecil. "Ada yang

ya penuh tany

ke Jakarta. Di

senyum lembut. "Oh, begitu. Be

bilang ke Pak RT, kalau butuh

g, meski nada suaranya samar berubah. "J

ulai tenggelam. "Iya. Banyak yang pengen aku lupaka

pas labu. "Kamu tak

elan. "Cuma nggak siap kala

ang, masa lalu nggak datang buat menyakiti. Tap

kata itu seperti menampar le

l nasi liwet dan sambal terasi kesukaannya. "Kalau sudah sampai sana, ja

, Bude. Doain aja

lan langsung menyambutnya. Semua terasa sama, tapi juga berbeda. Gedung-gedung tinggi masih berdiri kok

jendela. Dari lantai dua puluh, ia bisa melihat

rdering. Nama di layar

i

no udah

aru nyam

ek,

udah lega. Di s

ang, lihat foto Gunung Me

ncul di layar. Reno terdiam lama. "Terima kasih, Mir," tul

akarta suka bikin

elum membalas, "Kalau yang nungg

an tahunan, menghadiri rapat-rapat yang membuatnya hampir lupa waktu. Namun

k atau membicarakan hal-hal ringan. Tapi malam ketujuh ter

ing diam, Mas. N

ibawa ke

ya wajar, tap

pulang

elum selesai. Aku cum

pelan, "Mir, kamu nggak sen

Aku tahu, Mas. Dan itu

ia duga terjadi. Saat Reno baru selesai r

en

rdiri di sana, mengenakan setelan biru navy dengan rambut di

eno pelan, nya

il melangkah mendekat. "Aku de

panjang. "Iya. Udah

or pusat." Rena tertawa kecil. "Dulu kamu susah b

butuh suas

aru?" pertanyaan itu melu

nya tajam. "

r cepat, Ren. Katanya kamu dekat den

m. "Itu

h waktu lama buat lepas dari kehilangan

u apa yang kulakukan, Rena. D

lan, "Kalau begitu, semoga dia bisa menyembuhk

Ia dan Rena memang sempat dekat setelah Aila meninggal, tapi hubungan itu tak pernah bena

-tahun, kenapa rasa be

menatap langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. Ia membuka

ia menekan

ir

k tumben nelp

ngen dengar

kecil. "Mas

tadi ketemu o

. man

am. "Ya, s

ada napas pelan di ujung telepon.

kamu tahu satu hal. Aku nggak mau kembali ke siapa pun

na terdengar menurun

suaramu

u cuma senang. Dan

ut a

beneran ja

lap. "Kalau itu terjadi

rdengar pelan, nyaris seperti bisikan. "Ngga

gegas menuju stasiun. Ia tak sabar ingin kembali ke Yogyakarta, ke udara yang b

itu, ponselnya berdering. Nama Mira munc

jatuh! Aku bawa ke

"Mir! Aku baru sampai

ringan! Tolong,

berkelok menuju lereng. Angin malam memukul wajahnya, tapi ia ta

i kursi tunggu dengan mata bengkak. Re

lam. Dokter

g bahunya. "

elepaskan masker. "Bapak kalian jatuh karena tekanan darahnya drop. Untu

tanpa pikir panjang. Pelukan itu bukan sekadar pelipur

at, Reno duduk di kursi plastik di sebelah ranjang. Mira tert

enar, Tuhan tidak mengambil Aila untuk membuatku hancur. Tapi untuk menyiapkan

yang menembus celah kaca. Di tengah keheningan itu, Reno menatap Mir

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
“Dua tahun setelah kehilangan istrinya karena kecelakaan, Reno Adiprana merasa hidupnya kehilangan arah. Hari-harinya berjalan seperti mesin-pulang, bekerja, tidur, lalu mengulang lagi. Dunia yang dulu penuh warna mendadak terasa abu-abu. Namun segalanya berubah ketika kantor pusat tempat Reno bekerja memutuskan untuk memutasinya ke Yogyakarta. Awalnya, ia menolak keras. Tapi setelah berpikir panjang, mungkin memang inilah cara Tuhan memaksanya keluar dari kubangan kenangan. Untungnya, Reno masih punya Bude Ratna, kakak mendiang ibunya yang tinggal di lereng Merapi. Perempuan setengah baya yang dikenal ramah dan penuh kasih itu langsung menyambut Reno seperti anak sendiri. "Di sini tenang, Ren. Kamu bisa mulai lagi dari awal," katanya lembut. Akhirnya Reno memutuskan untuk tinggal di rumah Bude Ratna, di sebuah desa kecil di kaki gunung. Setiap hari ia harus nglaju hampir satu jam ke kota untuk bekerja di kantor barunya. Tapi anehnya, perjalanan itu justru membuat dadanya terasa lebih ringan. Suatu pagi, saat mampir ke pasar desa mencari sarapan, Reno melihat seorang perempuan muda tengah sibuk mengaduk panci besar di gerobak kecil. Wajahnya teduh, rambutnya disanggul sederhana, dan senyumnya-entah kenapa-mampu menenangkan hati yang sudah lama kering. Namanya Mira Pradipta, lulusan gizi dari universitas negeri ternama. Tapi bukannya bekerja di rumah sakit atau instansi besar, Mira memilih menjual bubur bayi rumahan. "Kenapa jualan bubur, Mbak?" tanya Reno dengan nada heran suatu pagi. Mira tersenyum tipis. "Karena bubur ini bisa bikin Bapak saya makan tanpa lupa caranya," jawabnya pelan sambil menatap lelaki itu. Dari sanalah semuanya bermula-pertemuan antara seorang duda yang kehilangan, dan gadis sederhana yang bertahan demi ayahnya yang mengidap demensia. Dua jiwa yang sama-sama terluka, tapi perlahan menemukan arti baru tentang rumah, kehilangan, dan cinta yang tumbuh tanpa sengaja di lereng Merapi.”
1 Bab 1 Butirannya jatuh menimpa jendela2 Bab 2 menikmati perjalanan3 Bab 3 Sudah hampir tiga bulan4 Bab 4 aroma tanah5 Bab 5 pelan tapi pasti6 Bab 6 Mira nggak kelihatan beberapa hari7 Bab 7 ayah tidak terdengar8 Bab 8 pandangannya segera tertuju pada rumah Mira9 Bab 9 sayuran yang baru dipetik dari kebun10 Bab 10 Reno keluar dari dapur dengan membawa segelas teh11 Bab 11 keluar rumah lebih awal12 Bab 12 sibuk menyiapkan sarapan13 Bab 13 menunjukkan kecemasan yang tak terselubung14 Bab 14 beberapa warga mulai resah15 Bab 15 mendukung16 Bab 16 menandakan munculnya ketidakpuasan17 Bab 17 biasanya riang18 Bab 18 kegelisahan yang terasa samar19 Bab 19 ada sesuatu di udara20 Bab 20 meniru program21 Bab 21 melapor adanya kejadian22 Bab 22 mencurigakan di sekitar23 Bab 23 Ada rasa lega24 Bab 24 kabar dari desa tetangga25 Bab 25 Suasana desa26 Bab 26 beberapa terlihat cemas27 Bab 27 perasaan tidak nyaman