icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu

Bab 12 sibuk menyiapkan sarapan

Jumlah Kata:1899    |    Dirilis Pada: 28/10/2025

apisan awan, menyinari kebun kopi dan sayur di halaman rumah Bude Ratna. Mira sibuk

sah hari ini," kata Mira sambil

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
“Dua tahun setelah kehilangan istrinya karena kecelakaan, Reno Adiprana merasa hidupnya kehilangan arah. Hari-harinya berjalan seperti mesin-pulang, bekerja, tidur, lalu mengulang lagi. Dunia yang dulu penuh warna mendadak terasa abu-abu. Namun segalanya berubah ketika kantor pusat tempat Reno bekerja memutuskan untuk memutasinya ke Yogyakarta. Awalnya, ia menolak keras. Tapi setelah berpikir panjang, mungkin memang inilah cara Tuhan memaksanya keluar dari kubangan kenangan. Untungnya, Reno masih punya Bude Ratna, kakak mendiang ibunya yang tinggal di lereng Merapi. Perempuan setengah baya yang dikenal ramah dan penuh kasih itu langsung menyambut Reno seperti anak sendiri. "Di sini tenang, Ren. Kamu bisa mulai lagi dari awal," katanya lembut. Akhirnya Reno memutuskan untuk tinggal di rumah Bude Ratna, di sebuah desa kecil di kaki gunung. Setiap hari ia harus nglaju hampir satu jam ke kota untuk bekerja di kantor barunya. Tapi anehnya, perjalanan itu justru membuat dadanya terasa lebih ringan. Suatu pagi, saat mampir ke pasar desa mencari sarapan, Reno melihat seorang perempuan muda tengah sibuk mengaduk panci besar di gerobak kecil. Wajahnya teduh, rambutnya disanggul sederhana, dan senyumnya-entah kenapa-mampu menenangkan hati yang sudah lama kering. Namanya Mira Pradipta, lulusan gizi dari universitas negeri ternama. Tapi bukannya bekerja di rumah sakit atau instansi besar, Mira memilih menjual bubur bayi rumahan. "Kenapa jualan bubur, Mbak?" tanya Reno dengan nada heran suatu pagi. Mira tersenyum tipis. "Karena bubur ini bisa bikin Bapak saya makan tanpa lupa caranya," jawabnya pelan sambil menatap lelaki itu. Dari sanalah semuanya bermula-pertemuan antara seorang duda yang kehilangan, dan gadis sederhana yang bertahan demi ayahnya yang mengidap demensia. Dua jiwa yang sama-sama terluka, tapi perlahan menemukan arti baru tentang rumah, kehilangan, dan cinta yang tumbuh tanpa sengaja di lereng Merapi.”
1 Bab 1 Butirannya jatuh menimpa jendela2 Bab 2 menikmati perjalanan3 Bab 3 Sudah hampir tiga bulan4 Bab 4 aroma tanah5 Bab 5 pelan tapi pasti6 Bab 6 Mira nggak kelihatan beberapa hari7 Bab 7 ayah tidak terdengar8 Bab 8 pandangannya segera tertuju pada rumah Mira9 Bab 9 sayuran yang baru dipetik dari kebun10 Bab 10 Reno keluar dari dapur dengan membawa segelas teh11 Bab 11 keluar rumah lebih awal12 Bab 12 sibuk menyiapkan sarapan13 Bab 13 menunjukkan kecemasan yang tak terselubung14 Bab 14 beberapa warga mulai resah15 Bab 15 mendukung16 Bab 16 menandakan munculnya ketidakpuasan17 Bab 17 biasanya riang18 Bab 18 kegelisahan yang terasa samar19 Bab 19 ada sesuatu di udara20 Bab 20 meniru program21 Bab 21 melapor adanya kejadian22 Bab 22 mencurigakan di sekitar23 Bab 23 Ada rasa lega24 Bab 24 kabar dari desa tetangga25 Bab 25 Suasana desa26 Bab 26 beberapa terlihat cemas27 Bab 27 perasaan tidak nyaman