icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya

Bab 5 sebelum berangkat ke kantor

Jumlah Kata:1565    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

na terasa berat. Alika berdiri di depan cermin, menatap dirinya sendiri. Wajahnya pucat, mata sembab karena kuran

nyebar ke mana-mana-dari tetangga, kerabat, hingga media sosial. Setiap tatapan, komentar, dan bisik-b

n tahu yang memaksa, beberapa terdengar berbisik samar, dan beberapa bahkan member

mas. "Alik... kau harus tetap tenang. Jangan biarkan mereka

ku akan mencoba, Laras...

tasi profesionalnya. Setiap langkahnya, tatapan dari klien, komentar samar, dan bisik-bisik membuatnya merasa terpoj

etelah mendengar kabar perpisahan mereka, beberapa atasan mulai memberi komentar samar, dan beberapa klien menanyakan

enapa keputusan pribadi harus mem

ian harus berbicara dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Mereka ingin mende

ah... aku sudah melakukan yang terbaik. Aku tidak bisa memak

dah. Setiap langkahmu akan diperhatikan, setiap keputusan a

kata yang keluar dari mulut mereka kini penuh emosi yang tersimpan,

malam. "Aku harus menghadapi tatapan, komentar, bisik-b

! Tapi kau juga harus mengerti bagaimana rasanya berada di posisiku

menambah suasana mencekam. Suara rintik hujan, gemericik air y

ngin tahu, beberapa rekan kerja bersikap sinis, dan komentar samar menyebar di mana-mana. Alika

apakah kalian benar-benar yakin dengan keputusan ini? Dunia akan men

"Kami siap. Ini keputusan kami,

ihatin. "Aku hanya berharap kalian bisa bertahan. Dunia di luar sana tid

ntik hujan menempel di kaca jendela, membasahi rambutnya. Ia merasakan dingin menembus tulangn

sa jauh, tapi ia tahu, cinta yang pernah ada tidak akan hilang begitu saja. Ia menut

lama, komentar samar, dan rumor menyebar ke berbagai grup keluarga, kantor, dan lingkungan se

n pertarungan batin yang berat. Alika belajar menahan rasa sakit, menjaga citra, dan menghadapi tata

berkelap-kelip. Ia menutup mata, merasakan dingin menembus tulang, tapi juga

eka. Ia menutup mata, menenangkan hati, dan berbi

antulkan mood-nya yang sedang suram. Semalam, ia baru saja menyelesaikan panggilan panjang denga

ngkah Alika di luar rumah seperti diawasi, setiap tatapan tetangga terasa menus

i-hentinya bergetar dengan pesan, notifikasi, dan kabar terbaru. Ia merasa dunia

eberapa klien mulai menanyakan kabar pribadinya, dan komentar samar dari atasan membuatnya m

rus memengaruhi semua hal dalam hidupku?" bisi

rang kerabat jauh datang ke rumah mereka denga

lian, dan kalian harus siap menghadapi semua konsekuensinya. Jika kalian tidak bersika

"Kami siap. Ini keputusan kami,

a berharap kalian bisa bertahan. Dunia di luar sana tidak selal

ela menambah kesan mencekam. Alika duduk di balkon, menatap lampu-lampu kota yang b

meski dunia menentan

itu terasa jauh, hampir seperti kenangan dari dunia lain. Ia menutup mata,

oto lama, komentar samar, dan rumor menyebar ke berbagai grup keluarga, kantor, dan lingkungan

ra di seberang telepon terdengar tegas, menuntut jawaban, dan menekan reputasinya. Alika menarik napas pa

ionalismenya, rekan kerja bersikap sinis, dan beberapa komentar samar dari atasan membuatnya meras

anjang terjadi malam itu. Kata-kata yang tertahan selama beber

nya menetes. "Aku harus menghadapi tatapan, komentar, bisi

! Tapi kau juga harus mengerti bagaimana rasanya berada di posisiku

menambah suasana mencekam. Suara rintik hujan, gemericik air y

da ingin tahu, beberapa rekan kerja bersikap sinis, dan komentar samar menyebar di mana-mana. Ali

arkan rumor yang memojokkan Alika. Nama baiknya di kantor dipertanyakan, bahkan beberapa proyek yang

a kolega bersikap sinis, dan beberapa atasan mulai memberi komentar samar yang menekan mentalnya. Ia menatap foto pern

langkah salah bisa menghancurkan reputasi, karier, bahkan hubungan keluarga. Mereka tahu,

u kota yang berkelap-kelip, menutup mata, dan merasakan dingin me

eka. Ia menutup mata, menenangkan hati, dan berbi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
“Begitulah cara Alika berkali-kali menenangkan dirinya sendiri, membulatkan tekad untuk mengakhiri biduk rumah tangga yang selama hampir setahun ini ia jalani bersama suaminya. Setiap kali pikirannya kacau, Alika mengulang kata-kata itu dalam hati, seolah memaksa dirinya menerima kenyataan yang pahit. Dan hari ini, dengan suara tegas dan lantang, wanita itu akhirnya menuturkan kata-kata yang sejak lama ia simpan rapat-rapat-kata-kata yang membuat Daffa Ardhana, suaminya, terdiam membeku sejenak. Keheningan itu begitu panjang, seolah menegaskan beratnya permintaan yang baru saja tersampaikan. Akankah Daffa mengabulkan permintaan Alika dan membebaskan keduanya dari ikatan yang selama ini terasa membelenggu? Ataukah justru ada jalan lain yang akan diambil Daffa untuk mempertahankan rumah tangga mereka, walaupun hati Alika tampak sudah lelah menanggung semua itu?”
1 Bab 1 menjalani rumah tangga2 Bab 2 keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya3 Bab 3 menunda melihat pesan yang masuk4 Bab 4 tetangga menyebarkan gosip5 Bab 5 sebelum berangkat ke kantor6 Bab 6 komentar di media sosial yang tak kunjung berhenti7 Bab 7 Tidak peduli seberapa besar tekanan8 Bab 8 situasi mulai berubah drastis9 Bab 9 merusak hubungan mereka10 Bab 10 Kami selalu mengawasi11 Bab 11 Mereka akan terus mencoba12 Bab 12 rasanya berbeda13 Bab 13 ada keteguhan yang membara14 Bab 14 menenangkan pikirannya15 Bab 15 aktivitas pagi yang biasa16 Bab 16 ada sesuatu yang tidak beres17 Bab 17 menunjukkan nomor yang tidak dikenal18 Bab 18 Mereka sudah menargetkan19 Bab 19 Setelah melewati krisis20 Bab 20 sebelumnya hanya mengandalkan rumor21 Bab 21 suasana di kantor22 Bab 22 menjatuhkan mereka23 Bab 23 memberi kesan tenang24 Bab 24 Alika dan Daffa kini harus menghadapi konsekuensi25 Bab 25 memaksa Alika dan Daffa bekerja tanpa henti26 Bab 26 telah membuktikan27 Bab 27 bagaimana kita bertahan