icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya

Bab 4 tetangga menyebarkan gosip

Jumlah Kata:1839    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

an dari orang-orang yang dilewatinya di jalan seperti menembus hatinya, menilai, menghakimi. Gosip te

diri, mengingat kata-kat

uhi keputusanmu. Ini tentang hidupmu, bu

dan melangkah ke mobil. Hatinya berdebar saat memikirkan hari yang akan dihadapinya: rapat p

impati yang dipaksakan. Beberapa terdengar berbisik ketika ia lewat, seakan membicarakan setiap gerak-geriknya. Al

gan ekspresi khawatir. "Alik... kau s

ku harus. Aku tidak bisa t

ng, dan Alika harus menjadi wakil perusahaan. Ketika ia memasuki ruangan rapat, b

ka," bisik salah satu ko

n air mata. "Mari kita fokus pada rapat hari ini," katanya tegas. Sua

ar membuat beberapa rekan kerja dan atasan mempertanyakan profesionalismenya. Ia merasa ter

erti dunia menentangnya dari segala arah. Ia menutup laptop, menarik napas panjang, dan menatap fot

lega tidak bertahan lama. Di jalan, seorang tetan

ar... apakah benar kau

ami sudah memutuskan ini. Semo

tanyaan yang menusuk hati. Alika merasakan tekanan

a cepat. "Daffa... kita harus bicara. Kau harus menjaga citramu,

di dadanya. "Ayah... aku tahu. Tapi aku tidak bisa memaksa

fa. Dunia ini tidak mudah. Setiap langkahmu akan

i muncul. Kata-kata yang tertahan selama beberapa hari ki

eperti dunia menentang kita! Setiap orang menatap kita,

Daffa! Aku harus menghadapi tatapan, komentar, dan bisik-bi

k jam dinding. Mereka duduk diam, menahan napas, menyadari bahwa pertarungan ini

nyebarkan komentar yang tidak sepenuhnya benar, dan anggota keluarga tetap menekan mereka untuk mengubah keputusan. Al

elap-kelip. Rintik hujan menempel di kaca jendela, membasahi sedikit rambutnya. Ia merasakan dingin menem

sa jauh, tapi ia tahu, cinta yang pernah ada tidak akan hilang begitu saja. Ia menut

"Alik... Daffa... apakah kalian benar-benar yakin dengan keputusan ini? Duni

"Kami siap. Ini keputusan kami,

ihatin. "Aku hanya berharap kalian bisa bertahan. Dunia di luar sana tid

a sinis, tetangga menyebarkan gosip, dan anggota keluarga tetap mencoba memengaruhi keputusan merek

ta yang berkelap-kelip. Ia merasakan dingin menembus tulangnya, tapi juga a

foto itu tampak seperti kenangan dari dunia lain. Ia menutup mata, mene

n meniru ketegangan yang membelenggu hatinya. Alika duduk di meja makan, menatap secangkir kopi yang mulai dingin. P

t... untuk diriku sendiri," gumamnya. Suara hati yang bergetar itu

Alika mengangkatnya dengan tangan gemetar.

ai ke media sosial dan grup-grup keluarga besar. Beberapa ora

kan dadanya. "Aku tahu... dan aku tidak bisa terus l

rtanyakan profesionalismenya, dan beberapa klien mulai memberi komentar samar yang menimbulkan rasa malu. Ia men

ya sendiri. "Kenapa keputusan pribadi ha

ri biasanya. "Daffa... kau harus bicara dengan keluarga dan tetangga. Mereka ingin

... aku sudah melakukan yang terbaik. Tapi aku tidak bisa mema

engerti, dunia ini tidak mudah. Setiap langkahmu akan diperhatikan, dan set

arak mereka terasa begitu jauh, meski secara fisik duduk berdampingan. Kata-kata yang te

Aku harus menghadapi tatapan, komentar, bisik-bisik

! Tapi kau juga harus mengerti bagaimana rasanya berada di posisiku

menambah suasana mencekam. Suara rintik hujan di jendela, gemericik

nada ingin tahu, beberapa rekan kerja bersikap canggung, dan komentar samar menyebar di mana-mana.

apakah kalian benar-benar yakin dengan keputusan ini? Dunia akan men

"Kami siap. Ini keputusan kami,

ihatin. "Aku hanya berharap kalian bisa bertahan. Dunia di luar sana tid

n menempel di kaca jendela, membasahi sedikit rambutnya. Ia merasakan dingin menembus tulangnya,

sa jauh, tapi ia tahu, cinta yang pernah ada tidak akan hilang begitu saja. Ia menut

foto lama, komentar samar, dan rumor mulai menyebar ke berbagai grup keluarga, kantor, dan tetan

terasa hancur oleh komentar dan gosip yang beredar. R

ruhi keputusanmu. Ini tentang hidupmu, bukan tentang apa yang

ku tahu, Rina... tapi rasanya dunia ini terlalu kejam. Se

perpisahannya, beberapa rekan kerja bersikap sinis, dan beberapa atasan memberi komentar samar yang me

n nada lebih tegas. "Kalian harus bicara dengan publik. Dunia ingin tahu, dan kalian tidak

kanan biasa. Dunia luar menuntut mereka membuat keputusan yang tegas, d

n pertarungan batin yang berat. Alika belajar menahan rasa sakit, menjaga citra, dan menghadapi tata

a. Ia menutup mata, merasakan dingin menembus tulang, tapi juga ada ra

han mereka, menutup mata, dan berbisik, "A

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
“Begitulah cara Alika berkali-kali menenangkan dirinya sendiri, membulatkan tekad untuk mengakhiri biduk rumah tangga yang selama hampir setahun ini ia jalani bersama suaminya. Setiap kali pikirannya kacau, Alika mengulang kata-kata itu dalam hati, seolah memaksa dirinya menerima kenyataan yang pahit. Dan hari ini, dengan suara tegas dan lantang, wanita itu akhirnya menuturkan kata-kata yang sejak lama ia simpan rapat-rapat-kata-kata yang membuat Daffa Ardhana, suaminya, terdiam membeku sejenak. Keheningan itu begitu panjang, seolah menegaskan beratnya permintaan yang baru saja tersampaikan. Akankah Daffa mengabulkan permintaan Alika dan membebaskan keduanya dari ikatan yang selama ini terasa membelenggu? Ataukah justru ada jalan lain yang akan diambil Daffa untuk mempertahankan rumah tangga mereka, walaupun hati Alika tampak sudah lelah menanggung semua itu?”
1 Bab 1 menjalani rumah tangga2 Bab 2 keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya3 Bab 3 menunda melihat pesan yang masuk4 Bab 4 tetangga menyebarkan gosip5 Bab 5 sebelum berangkat ke kantor6 Bab 6 komentar di media sosial yang tak kunjung berhenti7 Bab 7 Tidak peduli seberapa besar tekanan8 Bab 8 situasi mulai berubah drastis9 Bab 9 merusak hubungan mereka10 Bab 10 Kami selalu mengawasi11 Bab 11 Mereka akan terus mencoba12 Bab 12 rasanya berbeda13 Bab 13 ada keteguhan yang membara14 Bab 14 menenangkan pikirannya15 Bab 15 aktivitas pagi yang biasa16 Bab 16 ada sesuatu yang tidak beres17 Bab 17 menunjukkan nomor yang tidak dikenal18 Bab 18 Mereka sudah menargetkan19 Bab 19 Setelah melewati krisis20 Bab 20 sebelumnya hanya mengandalkan rumor21 Bab 21 suasana di kantor22 Bab 22 menjatuhkan mereka23 Bab 23 memberi kesan tenang24 Bab 24 Alika dan Daffa kini harus menghadapi konsekuensi25 Bab 25 memaksa Alika dan Daffa bekerja tanpa henti26 Bab 26 telah membuktikan27 Bab 27 bagaimana kita bertahan