“Begitulah cara Alika berkali-kali menenangkan dirinya sendiri, membulatkan tekad untuk mengakhiri biduk rumah tangga yang selama hampir setahun ini ia jalani bersama suaminya. Setiap kali pikirannya kacau, Alika mengulang kata-kata itu dalam hati, seolah memaksa dirinya menerima kenyataan yang pahit. Dan hari ini, dengan suara tegas dan lantang, wanita itu akhirnya menuturkan kata-kata yang sejak lama ia simpan rapat-rapat-kata-kata yang membuat Daffa Ardhana, suaminya, terdiam membeku sejenak. Keheningan itu begitu panjang, seolah menegaskan beratnya permintaan yang baru saja tersampaikan. Akankah Daffa mengabulkan permintaan Alika dan membebaskan keduanya dari ikatan yang selama ini terasa membelenggu? Ataukah justru ada jalan lain yang akan diambil Daffa untuk mempertahankan rumah tangga mereka, walaupun hati Alika tampak sudah lelah menanggung semua itu?”