icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam

Bab 5 dunia tidak pernah memberikan waktu

Jumlah Kata:1985    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

hidupan bisnis dan politik, ada kisah yang jauh dari mata publik-kisah seorang gadis muda yang tengah hamil dan seorang pria berkuas

g jawab Adikara. Tapi bukan itu yang membuatnya gelisah-ancaman dari publik figur, gosip yang terus beredar, dan komentar sinis di media sosial membua

kun anonim yang lebih tegas: "Kau pikir kau bisa menahan

tapi juga semakin kuat. Ia tahu satu hal-ia tidak bisa mundur. Anak yang dikandungnya ad

ial, tapi juga masuk ke lingkaran politik dan bisnis. Beberapa publik figur yang merasa terganggu oleh hubungannya dengan Alara

rurat. Ruang rapat yang biasanya dipenuhi aura profesional ki

adar gosip. Beberapa publik figur dan politikus mulai memanfaatkan

an rencana komunikasi dan langkah hukum, Pak. Tapi

litikus, investor, dan publik figur yang mulai memanfaatkan rumor tentang hubungannya dengan Alara. Ia menutup laptop dengan na

i ikut campur, menuntut agar gadis itu "lebih bijak" dan "tidak mengganggu reputasi pria itu." Komentar itu m

ngsung, meredakan ketegangan, dan menyusun strategi menghadapi ancaman yang semakin nyata

a?" tanya Adikara

ng-orang mulai menekan aku, keluarga mulai ikut campur, dan pub

g. Namun tekanan yang ia rasakan tidak kalah berat. Ia terbiasa menghadapi lawan bisnis yang licik, politikus

mbiarkanmu atau anak kita terluka. Aku akan menenangkan gosip, mengh

langkah-langkah strategis: pengaturan komunikasi media, langkah hukum untuk menghadapi an

menekan pria itu, menuntut agar ia "mengendalikan situasi" tanpa mengumumkan tanggung jawabnya secara publik. Mere

h satu anggota keluarga dengan nada tegas. "Ini bukan soal

peduli dengan pandangan dunia. Yang penting adalah keselamatan A

u tidak tergoyahkan. Ia tahu satu hal-tidak ada yang lebih penting dar

an ancaman psikologis dengan kepala tegak. Setiap hari, ia menyesuaikan diri dengan realitas yan

ng lebih agresif, mencoba memanipulasi opini publik, dan menekan Adikara secara politik. Investor yang takut akan skandal mul

strategi bisnis yang bisa menyelesaikan masalah yang berasal dari tanggung jawab moral dan emosional.

endela. Ia menyadari, dunia yang selama ini ia kuasai penuh dengan strategi dan taktik, tetapi

i pengingat bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, tapi tetap melangkah meski dunia menekan.

erlihat antara Adikara dan Alara. Meski berasal dari dunia yang berbeda, mereka kini terikat oleh kenyataan ya

k emosional semakin nyata. Babak di mana keberanian, keteguhan hati, dan tanggung jawab akan diuji, sekaligus m

dung pencakar langit, bahkan lampu-lampu jalan, menjadi saksi dari pergulatan yang tidak terlihat oleh mata publik. G

erdebar. Ia masih ingat pesan terakhir dari akun anonim yang terus menakutinya: "Kau pikir kau bisa menahan semuanya? Jangan samp

ang merasa terganggu dengan hubungannya dengan Adikara. Mereka menyebarkan komentar sinis, menatapnya dengan

makin kompleks: media yang mulai menanyakan konfirmasi, investor yang menahan modal, publik figur yang mencoba memanipula

osip lagi. Beberapa pihak mulai menggunakan rumor ini untuk kepentingan mer

apkan draft pernyataan resmi, Pak. Tapi beberapa pihak publik

kali ini bukan sekadar soal bisnis, tapi soal keselamatan Alara dan anak mereka.

t agar ia lebih "bijak" dan menahan diri, agar reputasi keluarga tetap aman. Pernyataan itu membuat Alara merasa terpojok. Ia tahu Ad

langsung, meredakan ketegangan, dan menyusun strategi menghadapi ancaman yang semakin nyata. S

ik saja?" ta

enekan aku, keluarga mulai ikut campur, dan publik figur tidak berhenti menganc

rasakan tidak kalah berat. Ia terbiasa menghadapi lawan bisnis yang licik, politikus yang manipula

mbiarkanmu atau anak kita terluka. Aku akan menenangkan gosip, mengh

hadapi tekanan publik, sementara Alara mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi komentar nega

mengambil langkah lebih agresif: menyebarkan rumor, menekan investor, bahkan menghubungi media untuk menimbulkan kepanikan

perut, ia mengingatkan dirinya bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, t

ya harus memilih antara mengumumkan tanggung jawabnya secara resmi atau mencari cara lain untuk melindungi Alara tanpa menimbulkan ke

ara dan Alara mulai membangun aliansi dengan media yang dapat dipercaya, mengatur pernyataan resmi, dan menyiapkan perlindungan

investor, menekan pihak keluarga, bahkan mencoba memprovokasi Adikara agar membuat keputusan yang bisa merugikan Alara. Ancama

pi ancaman, menjaga Alara, melindungi anak mereka, dan tetap menjaga kekuatan politik serta bisnis

wahnya berkilau, tetapi tidak ada yang bisa menenangkan pikirannya. Dunia yang selama ini ia kuasai penuh dengan stra

i pengingat bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, tapi tetap melangkah meski dunia menekan.

nflik emosional yang semakin nyata. Babak di mana keberanian, keteguhan hati, dan tanggung jawab diuji, sekaligus

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
“Adikara, pria tampan berstatus duda tanpa anak dan memiliki pengaruh besar di balik layar politik dan bisnis, harus menelan pil pahit ketika dokter menyatakan dirinya tidak mampu memiliki keturunan. Dunia yang ia bangun, kesuksesan, dan kekuasaan, terasa hampa saat mimpi menjadi seorang ayah musnah begitu saja. Dalam kekalutannya, Adikara menyalurkan amarah dan rasa frustasinya dengan cara yang salah-menjalin hubungan singkat dengan wanita-wanita dari kalangan atas, termasuk beberapa publik figur ternama. Namun, rencana destruktifnya justru menimbulkan masalah besar ketika ia tanpa sengaja terjerat dengan Alara, seorang gadis belia berumur 19 tahun yang tengah meniti karier sebagai model. Alara, yang merupakan anak dari bawahannya sendiri, kehilangan keperawanannya tanpa disengaja kepada Adikara. Selisih usia mereka yang mencapai 15 tahun membuat situasi semakin rumit. Sekeping surat medis yang terselip di tangan Adikara menjadi saksi pahit atas kenyataan yang tak bisa ia hindari-mimpi untuk menjadi ayah kini hancur. Satu bulan kemudian, Alara kembali dengan kondisi yang mengejutkan: ia hamil. Ia menuntut Adikara, yang juga bos dari ayahnya, untuk bertanggung jawab atas masa depan anak yang dikandungnya. Akankah Adikara menelan ego dan menerima tanggung jawab? Atau justru ia akan menolak mentah-mentah, menambah luka dan skandal yang bisa menghancurkan karier Alara?”
1 Bab 1 Hidup Adikara tampak sempurna dari luar2 Bab 2 tak bisa ia hindari3 Bab 3 tidak pernah kembali4 Bab 4 Tekanan dari berbagai arah datang5 Bab 5 dunia tidak pernah memberikan waktu6 Bab 6 Kehamilan yang mestinya menjadi momen kebahagiaan7 Bab 7 Anak dalam kandungannya bergerak terlalu kuat8 Bab 8 memberi mereka kesempatan9 Bab 9 Beberapa minggu setelah kelahiran10 Bab 10 Suara tawa bayi11 Bab 11 mengetuk pintu rumah mereka12 Bab 12 licik yang lebih halus13 Bab 13 Villa keluarga14 Bab 14 membuat Adikara merasa terpojok15 Bab 15 ketenangan itu hanyalah semu16 Bab 16 biasanya hangat kini berubah menjadi tegang17 Bab 17 bayi mereka tertidur di pelukannya18 Bab 18 tubuh mungilnya hangat19 Bab 19 beberapa berita mulai muncul20 Bab 20 kelemahan21 Bab 21 Malam itu datang tanpa peringatan22 Bab 22 Musuh kembali23 Bab 23 merusak kepercayaan24 Bab 24 melalui pengkhianatan25 Bab 25 keluarga jauh dari villa26 Bab 26 cinta keluarga tetap utuh27 Bab 27 menghancurkan kita