icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam

Bab 21 Malam itu datang tanpa peringatan

Jumlah Kata:1796    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

keluarga. Cahaya lampu hangat di ruang tengah seolah tidak mampu menetralkan ketegangan yang menyelimuti Alara dan

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
“Adikara, pria tampan berstatus duda tanpa anak dan memiliki pengaruh besar di balik layar politik dan bisnis, harus menelan pil pahit ketika dokter menyatakan dirinya tidak mampu memiliki keturunan. Dunia yang ia bangun, kesuksesan, dan kekuasaan, terasa hampa saat mimpi menjadi seorang ayah musnah begitu saja. Dalam kekalutannya, Adikara menyalurkan amarah dan rasa frustasinya dengan cara yang salah-menjalin hubungan singkat dengan wanita-wanita dari kalangan atas, termasuk beberapa publik figur ternama. Namun, rencana destruktifnya justru menimbulkan masalah besar ketika ia tanpa sengaja terjerat dengan Alara, seorang gadis belia berumur 19 tahun yang tengah meniti karier sebagai model. Alara, yang merupakan anak dari bawahannya sendiri, kehilangan keperawanannya tanpa disengaja kepada Adikara. Selisih usia mereka yang mencapai 15 tahun membuat situasi semakin rumit. Sekeping surat medis yang terselip di tangan Adikara menjadi saksi pahit atas kenyataan yang tak bisa ia hindari-mimpi untuk menjadi ayah kini hancur. Satu bulan kemudian, Alara kembali dengan kondisi yang mengejutkan: ia hamil. Ia menuntut Adikara, yang juga bos dari ayahnya, untuk bertanggung jawab atas masa depan anak yang dikandungnya. Akankah Adikara menelan ego dan menerima tanggung jawab? Atau justru ia akan menolak mentah-mentah, menambah luka dan skandal yang bisa menghancurkan karier Alara?”
1 Bab 1 Hidup Adikara tampak sempurna dari luar2 Bab 2 tak bisa ia hindari3 Bab 3 tidak pernah kembali4 Bab 4 Tekanan dari berbagai arah datang5 Bab 5 dunia tidak pernah memberikan waktu6 Bab 6 Kehamilan yang mestinya menjadi momen kebahagiaan7 Bab 7 Anak dalam kandungannya bergerak terlalu kuat8 Bab 8 memberi mereka kesempatan9 Bab 9 Beberapa minggu setelah kelahiran10 Bab 10 Suara tawa bayi11 Bab 11 mengetuk pintu rumah mereka12 Bab 12 licik yang lebih halus13 Bab 13 Villa keluarga14 Bab 14 membuat Adikara merasa terpojok15 Bab 15 ketenangan itu hanyalah semu16 Bab 16 biasanya hangat kini berubah menjadi tegang17 Bab 17 bayi mereka tertidur di pelukannya18 Bab 18 tubuh mungilnya hangat19 Bab 19 beberapa berita mulai muncul20 Bab 20 kelemahan21 Bab 21 Malam itu datang tanpa peringatan22 Bab 22 Musuh kembali23 Bab 23 merusak kepercayaan24 Bab 24 melalui pengkhianatan25 Bab 25 keluarga jauh dari villa26 Bab 26 cinta keluarga tetap utuh27 Bab 27 menghancurkan kita