icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam

Bab 2 tak bisa ia hindari

Jumlah Kata:942    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

dan tak bisa ia hindari. Hatinya berperang antara ego, rasa bersalah, dan rasa takut akan konsekuensi yang mengintai. Ia selalu terbiasa mengendalikan segalanya-karier,

upnya dan masa depan anaknya kini berada di ujung pedang, tergantung pada keputusan Adikara. Di satu sisi, ia merasa takut-takut akan penolakan, takut akan ejekan, dan taku

ngannya, tersembunyi selembar hasil tes kehamilan yang akan menjadi senjatanya. Setiap langkah menuju kantor Adikara di gedung pencakar langit miliknya terasa

dengan fokus, seakan-akan dunia luar tidak ada artinya. Namun, saat Alara melangkah masuk, ia segera merasakan sesuat

ngar serak saat mencoba m

ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Aku ingin kau bertanggung jawab.

uk mengendalikan situasi tiba-tiba lenyap. Ia merasa dunia yang selama ini ia kuasai

terlalu muda... dan aku..." ucapnya, tapi suara

s tahun, Adikara. Aku bukan anak kecil. Dan malam itu bukan sesuatu yang bisa k

tambahan, membuat udara terasa semakin berat. Adikara menunduk, jari-jarinya mengetuk

Pernikahan? Atau..." Adikara menatapnya, mencoba

nya, Adikara. Tapi aku ingin kau bertanggung jawa

yang menguntungkan dirinya. Namun kali ini berbeda. Kali ini, tanggung jawab bukanlah sesuatu yang bisa ia jual a

bos Adikara, merasa marah dan kecewa. Ia menatap putrinya dengan wajah serius, mencoba memahami perasaannya. "Alara, kau tahu siapa

atan atau status. Ini soal tanggung jawab. Aku tidak bisa membiarkan anakku

dan rasa kagum. Ia tahu Alara keras kepala, tapi kali ini pertaruhannya terlal

meskipun belum ada bukti konkret. Beberapa kolega dan lawan politik mulai memperhatikan perubahan sikapnya, menunggu kesalahan ya

sak reputasi gadis itu dan menambah luka di hati seorang anak yang belum lahir. Namun, menerima tanggung jawab berarti mengubah

a di apartemennya. Ia ingin mendengar langsung apa yang gadis itu inginkan dan

ngin ini menjadi masalah untukmu, Adikara. Tapi aku tidak bisa membia

. "Aku... aku akan bertanggung jawab, Alara. Aku tidak akan mengingkari anak ini.

ng muncul. Dunia mereka yang sebelumnya kacau kini mulai menemukan ti

arakat, dan dunia bisnis Adikara akan selalu membayangi. Gosip, rumor, dan ancaman ak

isah tentang tanggung jawab, keberanian, dan perjuanga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
“Adikara, pria tampan berstatus duda tanpa anak dan memiliki pengaruh besar di balik layar politik dan bisnis, harus menelan pil pahit ketika dokter menyatakan dirinya tidak mampu memiliki keturunan. Dunia yang ia bangun, kesuksesan, dan kekuasaan, terasa hampa saat mimpi menjadi seorang ayah musnah begitu saja. Dalam kekalutannya, Adikara menyalurkan amarah dan rasa frustasinya dengan cara yang salah-menjalin hubungan singkat dengan wanita-wanita dari kalangan atas, termasuk beberapa publik figur ternama. Namun, rencana destruktifnya justru menimbulkan masalah besar ketika ia tanpa sengaja terjerat dengan Alara, seorang gadis belia berumur 19 tahun yang tengah meniti karier sebagai model. Alara, yang merupakan anak dari bawahannya sendiri, kehilangan keperawanannya tanpa disengaja kepada Adikara. Selisih usia mereka yang mencapai 15 tahun membuat situasi semakin rumit. Sekeping surat medis yang terselip di tangan Adikara menjadi saksi pahit atas kenyataan yang tak bisa ia hindari-mimpi untuk menjadi ayah kini hancur. Satu bulan kemudian, Alara kembali dengan kondisi yang mengejutkan: ia hamil. Ia menuntut Adikara, yang juga bos dari ayahnya, untuk bertanggung jawab atas masa depan anak yang dikandungnya. Akankah Adikara menelan ego dan menerima tanggung jawab? Atau justru ia akan menolak mentah-mentah, menambah luka dan skandal yang bisa menghancurkan karier Alara?”
1 Bab 1 Hidup Adikara tampak sempurna dari luar2 Bab 2 tak bisa ia hindari3 Bab 3 tidak pernah kembali4 Bab 4 Tekanan dari berbagai arah datang5 Bab 5 dunia tidak pernah memberikan waktu6 Bab 6 Kehamilan yang mestinya menjadi momen kebahagiaan7 Bab 7 Anak dalam kandungannya bergerak terlalu kuat8 Bab 8 memberi mereka kesempatan9 Bab 9 Beberapa minggu setelah kelahiran10 Bab 10 Suara tawa bayi11 Bab 11 mengetuk pintu rumah mereka12 Bab 12 licik yang lebih halus13 Bab 13 Villa keluarga14 Bab 14 membuat Adikara merasa terpojok15 Bab 15 ketenangan itu hanyalah semu16 Bab 16 biasanya hangat kini berubah menjadi tegang17 Bab 17 bayi mereka tertidur di pelukannya18 Bab 18 tubuh mungilnya hangat19 Bab 19 beberapa berita mulai muncul20 Bab 20 kelemahan21 Bab 21 Malam itu datang tanpa peringatan22 Bab 22 Musuh kembali23 Bab 23 merusak kepercayaan24 Bab 24 melalui pengkhianatan25 Bab 25 keluarga jauh dari villa26 Bab 26 cinta keluarga tetap utuh27 Bab 27 menghancurkan kita