icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu

Bab 4 memberikan rasa aman

Jumlah Kata:2551    |    Dirilis Pada: 18/10/2025

eski Kael Arindra selalu ada di sisinya, ancaman yang terus-menerus datang membuat hati Alya semakin rapuh. Ia tidak lagi hanya menghadapi dunia bi

cau. Beberapa laporan baru menunjukkan indikasi sabotase internal yang lebih serius daripada yang mereka duga sebelumnya. Data

meneliti layar laptopnya. "Kau sudah meliha

dari yang aku kira. Mereka tidak main-main, Kael. Kalau ini

vestigasi tambahan. Mereka akan melacak semua transaksi dan jejak digital

, Kael... aku belum pernah men

bahunya lembut. "Tidak apa-apa merasa takut. Tapi

uh strategi dan ancaman. Ketika ia membuka pintu rumah, seorang kurir menyerahkan paket misterius. Tanpa menunggu, Alya membuka paket itu

rupa surat kini menjadi nyata. Ada orang yang memperhatikannya,

mbacanya dengan cepat. Matanya menyipit. "Ini lebih serius dari y

kaca. "Aku merasa... terjebak. Aku

iri. Kita akan atasi ini bersama. Mereka sa

n tegas, menunjukkan ketegasannya meski hatinya masih gemetar. Kael duduk di sampingnya, memberikan

an stabilitas perusahaan. "Bagaimana kita bisa memastikan aset dan

g muncul, termasuk sabotase transaksi. Aku bersama tim Kael sudah menelusuri semuanya, dan kami yak

, tetapi hatinya tetap cemas. Ia sadar, dunia ini tidak ramah bagi wani

jangan biarkan semua tekanan ini membuatmu lupa pada diri

. Tapi rasanya sulit. Setiap hari ada ta

. "Kau tidak akan gagal. Aku akan selalu ada di

nipulasi kontrak. Alya bekerja tanpa henti bersama Kael untuk memperbaiki kerusakan dan menelusuri pelakunya. Ketegangan semakin terasa ketika

ap loyal. Kael menatapnya serius, tangannya menggenggam bahu Alya. "Ini bagian dari dunia bisnis, Alya. Ti

git malam. Angin sepoi-sepoi membawa aroma bunga dari taman.

kangnya, duduk tanpa permisi.

el yang lembut tapi penuh arti. "Aku... aku han

pi kau lebih kuat dari yang kau kira. Dan ka

api kehadirannya memberikan rasa aman yang tak pernah ia rasakan sejak kematian suaminya. Namun

n sensitif bocor ke publik, memicu gosip dan spekulasi di media sosial. Alya merasa terpojok, tetapi Kael tet

ara mereka mulai tumbuh lebih dari sekadar kontrak. Kael menunjukkan perhatian yang lebih personal, sementara Alya mulai merasa

hu, Alya... kita berdua menghadapi dunia yang tidak ramah. Tapi aku ingin kau tahu satu hal:

, hatinya berdebar

ri ruang. "Tidak perlu berkata apa-apa sekarang

k, ancaman, dan ketidakpastian. Namun satu hal pasti: ia tidak bisa mundur. Ia harus bertahan, tidak han

r yang memiliki dendam pribadi terhadap Rafly dan keluarganya. Kael dan Alya bekerja sama dengan pihak keamanan u

cinta dan loyalitas terhadap Rafly membuat Alya terus bertanya-tanya: apakah ia siap membuka hati untuk se

uh ancaman, dan tak terduga, tapi satu hal pasti: ia akan bertahan. Dan di sisi lain, Kael tetap menjadi misteri yang perlahan me

i tentang masa lalu, tapi tentang bagaimana ia menghadapi hari ini dan hari-

nan hidupnya baru saja memasuki babak baru yang lebih mena

g penuh intrik, ancaman, dan ketidakpastian. Setiap langkah Alya di perusahaan Rafly Pranata kini selalu diawasi, setiap keputusan bisnisnya bisa menjadi

kencang. Ia duduk di meja besar milik Rafly, menatap dokumen-dokumen yang menump

ata sambil menatap Alya. Suarany

anjutnya. Mereka terus menyerang, Kael. Sepertinya sema

api ini. Tim hukum dan keamanan akan bekerja siang-malam untuk memastikan tidak ada yang bisa

ng baru saja kehilangan suami, apalagi menghadapi serangan yang sistematis dan te

investor utama. Suasana tegang terasa di setiap sudut ruangan. Bebe

rang pria paruh baya dengan tatapan tajam. "Jika ancaman ini ter

engamanan yang ketat. Tim keamanan dan hukum kami sedang menelusuri semua

anya yang tajam dan stabil membuat Alya merasa lebih percaya diri. I

ik napas panjang. Kael mengikutinya, menatap kota yang terbentang di bawah mere

ingat, dunia ini keras. Orang-orang tidak segan menggunakan

kadang aku merasa lelah, Kael.

pi jangan biarkan rasa lelah itu mengalahkanmu. Kau l

si diubah, laporan keuangan dimanipulasi, dan beberapa kontrak penting tiba-tiba hilang. Alya harus bekerja tanpa henti, menganalisis s

okumen, teleponnya berdering. Suara di uju

a Alya? Harta Rafly bukan milikmu

Ia segera menelepon Kael, yang langsung datang ke kanto

katanya. "Tapi jangan taku

jok, tapi kehadiran Kael memberinya rasa aman ya

ementara Alya memeriksa semua transaksi dan dokumen penting. Perlahan, mereka mulai menemukan pola

n dengan Kael, dan tekad untuk melindungi harta Rafly. Kael, di sisi lain, tetap menjadi sosok stabil yang memberinya ras

akaran misterius di malam hari. Alya yang mendapat kabar langsung berlari ke lokasi bersama Kael. Api membakar

tap reruntuhan dengan mata berkaca-kaca. "Kael

ak, mereka tidak akan berhenti. Tapi kita lebih

anita tangguh yang siap bertarung untuk melindungi harta, reputasi, dan haknya. Kael terus berada di sisinya, membimbi

mbawa aroma bunga dari taman, seakan memberi harapan baru. Ia menutup mata, menarik napas panjang,

gap netral, namun memiliki pengaruh besar dalam bisnis Rafly. Kael mendampinginya, dan sepanjang perjala

rang pengusaha berpengaruh yang tampak ramah, tetapi matanya menampilkan ketajaman yang menakutkan. Ia

itu. "Dunia bisnis ini tidak seindah yang terlihat

. Tapi aku tidak sendirian. Kael selalu ada di si

enatap Alya. "Baiklah... tapi ingat, ancaman bisa datang da

n ludah. Dunia ini memang keja

sistem keamanan, dan memastikan semua aset Rafly tetap aman. Namun ketegangan emosional tetap terasa. Alya semakin menyada

u, Alya... aku menghargai keberanianmu. Kau lebih kuat dari yang kau kira. Tapi ka

"Aku... aku takut, Kael. Aku be

t. "Tidak apa-apa. Kau tidak perlu terburu-buru. Aku akan

langan Rafly, ada satu hal yang membuatnya merasa aman-Kael. Sosok yang awalnya hanya menjadi pasangan kontrak, kin

el selalu ada di sisinya, membimbing, melindungi, dan memberikan rasa aman yang tak tergantikan. Alya mulai menyadari bahwa p

i ini, hari-hari yang akan datang, dan ancaman yang terus mengintai. Dunia penuh intrik, ambisi, dan dilema hati, tetapi Alya tahu satu hal: ia tidak aka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu
Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu
“Peristiwa itu bermula saat seorang pria paruh baya datang berkunjung ke rumahnya untuk menemui sang kakek. Rafly Pranata, pria tua berusia 55 tahun, adalah sahabat lama kakek Alya Nirmala. Rafly adalah seorang miliarder dan duda tanpa anak. Sebelumnya, Alya sebenarnya direncanakan menikah dengan pria yang umurnya jauh lebih muda dari kakeknya. Namun karena kakeknya sedang tidak ada di rumah, Alya mempersilakan Rafly masuk dan berbincang di ruang tamu. Tanpa disangka, akibat kesalahpahaman yang terjadi di tengah percakapan, Alya malah dinikahkan paksa dengan Rafly. Alya ingin menolak, tapi situasinya membuatnya tak berdaya. Terpaksa, ia menerima pernikahan mendadak dengan seorang pria paruh baya, padahal hatinya sudah tertambat pada kekasihnya sendiri. Rencananya, satu tahun lagi Alya akan menikah dengan pria yang dicintainya itu. Empat bulan setelah pernikahannya dengan Rafly Pranata, pria itu meninggal dunia akibat serangan jantung, meninggalkan warisan besar atas nama Alya. Di usia yang masih muda, Alya harus menjadi janda konglomerat yang banyak diincar pria. Namun, nasib Alya belum berakhir. Karena suatu insiden yang tak terduga, ia pun terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan seorang pria tampan berusia 32 tahun, seorang pengusaha muda yang penuh misteri dan pesona.”
1 Bab 1 pernikahan kontrak2 Bab 2 penuh luka3 Bab 3 hati yang datang bersamaan4 Bab 4 memberikan rasa aman5 Bab 5 setelah hari yang melelahkan6 Bab 6 pandangan penuh arti7 Bab 7 rasa takut gagal8 Bab 8 mempercayai orang yang tepat9 Bab 9 menaklukkan pengkhianatan10 Bab 10 dikhianati11 Bab 11 luka membekas12 Bab 12 pernikahan kontrak13 Bab 13 kehilanganmu14 Bab 14 keputusannya15 Bab 15 Jangan bicara16 Bab 16 banyak rahasia17 Bab 17 hidupnya tidak akan pernah sama18 Bab 18 merencanakan19 Bab 19 menyalakan lampu20 Bab 20 memastikan kebenaran21 Bab 21 menghancurkan hidupnya22 Bab 22 Di luar gedung