icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu

Bab 5 setelah hari yang melelahkan

Jumlah Kata:2412    |    Dirilis Pada: 18/10/2025

ti hatinya. Dunia yang dulunya terasa aman kini berubah menjadi medan peperangan yang penuh intrik, ancaman, dan ketidakpastian.

dan ancaman yang tersembunyi. Hari itu, Kael memanggil Alya untuk rapat darurat di kantor pusat Rafly. Ruang rapat dipenuhi doku

Kael bertanya sambil menatap Alya. S

Mereka tidak hanya menyerang aset, tapi juga reputasi dan ke

-langkah strategis. Tim keamanan akan berjaga 24 jam, dan semua transaksi akan

ng baru saja kehilangan suami, apalagi menghadapi serangan yang sistematis dan te

unjukkan ketidakpercayaan terhadap stabilitas perusahaan. Beberapa dari mereka me

paruh baya dengan tatapan tajam. "Jika ancaman ini terus berlan

curigakan, dan tim Kael sudah menelusuri setiap jejak. Tidak ada celah yang akan mereka manf

ndangan matanya membuat Alya merasa lebih percaya diri. Ia sadar, meski ha

perusahaan Rafly mengalami perusakan serius. Dokumen penting hilang, beberapa server rusak, dan sebagian data

ap reruntuhan dengan mata berkaca-kaca. "Kael.

ak, mereka tidak akan berhenti. Tapi kita lebih

, dan lega karena Kael selalu ada di sisinya. Namun luka emosional karena

a, beberapa kontrak penting dimanipulasi, dan pihak-pihak yang memiliki dendam pribadi mula

di ruang kerjanya, telepon berdering. Suara d

a Alya? Harta Rafly bukan milikmu

Ia segera menelepon Kael, yang langsung datang ke kanto

katanya. "Tapi jangan taku

jok, tapi kehadiran Kael memberinya rasa aman ya

sistem keamanan, dan memastikan semua aset Rafly tetap aman. Mereka menemukan pola: pihak yang menyerang Alya adalah

n dengan Kael, dan tekad untuk melindungi harta Rafly. Kael, di sisi lain, tetap menjadi sosok stabil yang memberinya ras

hilang, dan ada upaya untuk menutup perusahaan dari pihak luar. Alya merasa panik, tetapi Kael tetap tenan

n memahami satu sama lain. Namun perasaan cinta dan loyalitas terhadap Rafly membuat Alya terus bertanya-tanya: apakah ia siap m

"Kau tahu, Alya... aku menghargai keberanianmu. Kau lebih kuat dari yang kau kira. Tap

"Aku... aku takut, Kael. Aku be

t. "Tidak apa-apa. Kau tidak perlu terburu-buru. Aku akan

langan Rafly, ada satu hal yang membuatnya merasa aman-Kael. Sosok yang awalnya hanya menjadi pasangan kontrak, kin

el selalu ada di sisinya, membimbing, melindungi, dan memberikan rasa aman yang tak tergantikan. Alya mulai menyadari bahwa p

si luas dalam bisnis Rafly. Kael mendampinginya sepanjang perjalanan. Mereka bertemu di se

erasa penuh strategi dan maksud tersembunyi. "Kau harus berhati-hati, N

. Tapi aku tidak sendirian. Kael selalu ada di si

g kejam, dan ia harus selalu waspada. Namun kali ini,

an intens. "Kau tahu, Alya... dunia ini penuh intrik, tetapi ka

"Terima kasih, Kael... aku merasa

atu hal tetap pasti-ia tidak akan mundur. Ia akan bertahan, dan Kael akan tetap berada di si

tertutup bayangan ketegangan dan ancaman yang tak pernah berhenti. Dunia yang dulunya terasa aman kini berubah menjadi

a setiap laporan yang masuk, seakan mencari titik lemah yang bisa mereka gunakan untuk melindungi aset Rafly Pranata. Kael selalu ter

ke arahnya. "Kau sudah membaca l

eka tidak hanya menyerang aset, tapi juga reputasi, bahkan kehid

iapkan langkah-langkah strategis. Tapi kau juga harus siap, Alya.

ta muda yang baru saja kehilangan suami, apalagi menghadapi serangan yang terorganisir. Ia merasa

irektur dan investor utama. Suasana di ruang rapat tegang

or paruh baya dengan suara tegas. "Jika ancaman ini terus be

. Tim Kael menelusuri setiap jejak. Tidak ada celah yang akan mereka manfaatkan. F

angkan. Pandangan matanya memberi Alya keberanian. Ia sadar, meski hati

manan: ada pihak yang mencoba memasuki rumah pribadinya di malam hari. Sistem keamanan yan

njang, mencoba menenangkan pikirannya. Angin sepoi-sepoi membawa aroma bunga dar

," katanya, suarany

semua ini terlalu berat. Aku takut, Kael

iri, Alya. Aku akan selalu ada di sisimu. T

h ia rasakan sejak kematian Rafly. Namun perasaan itu juga membingungkannya. Ia mulai m

hak-pihak yang memiliki dendam pribadi mulai muncul. Alya harus bekerja tanpa henti, memulihkan data, dan memastikan semua ase

n dengan Kael, dan tekad untuk melindungi harta Rafly. Kael, di sisi lain, tetap menjadi sosok stabil yang memberinya ras

n untuk rapat besar, teleponnya berdering. Suara

a Alya? Harta Rafly bukan milikmu

era menelepon Kael, yang langsung datang ke kantornya.

ata Kael. "Tapi jangan taku

n semua aset tetap aman. Perlahan, mereka mulai menemukan pola: pihak yang menyerang Alya adalah kelomp

ut, rasa bersalah, dan tekad untuk melindungi Rafly. Kael menjadi satu-satunya

hilang, dan ada upaya untuk menutup perusahaan dari pihak luar. Alya panik, tetapi Kael tetap tenang.

emakin memahami satu sama lain. Namun perasaan cinta dan loyalitas terhadap Rafly membuat Alya terus bertanya-tanya: ap

ahu, Alya... aku menghargai keberanianmu. Kau lebih kuat dari yang kau kira. Tapi ka

"Aku... aku takut, Kael. Aku be

t. "Tidak apa-apa. Kau tidak perlu terburu-buru. Aku akan

langan Rafly, ada satu hal yang membuatnya merasa aman-Kael. Sosok yang awalnya hanya menjadi pasangan kontrak, kin

el selalu ada di sisinya, membimbing, melindungi, dan memberikan rasa aman yang tak tergantikan. Alya mulai menyadari bahwa p

si luas dalam bisnis Rafly. Kael mendampinginya sepanjang perjalanan. Mereka bertemu di se

erasa penuh strategi dan maksud tersembunyi. "Kau harus berhati-hati, N

. Tapi aku tidak sendirian. Kael selalu ada di si

g kejam, dan ia harus selalu waspada. Namun kali ini,

an intens. "Kau tahu, Alya... dunia ini penuh intrik, tetapi ka

"Terima kasih, Kael... aku merasa

atu hal tetap pasti-ia tidak akan mundur. Ia akan bertahan, dan Kael akan tetap berada di si

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu
Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu
“Peristiwa itu bermula saat seorang pria paruh baya datang berkunjung ke rumahnya untuk menemui sang kakek. Rafly Pranata, pria tua berusia 55 tahun, adalah sahabat lama kakek Alya Nirmala. Rafly adalah seorang miliarder dan duda tanpa anak. Sebelumnya, Alya sebenarnya direncanakan menikah dengan pria yang umurnya jauh lebih muda dari kakeknya. Namun karena kakeknya sedang tidak ada di rumah, Alya mempersilakan Rafly masuk dan berbincang di ruang tamu. Tanpa disangka, akibat kesalahpahaman yang terjadi di tengah percakapan, Alya malah dinikahkan paksa dengan Rafly. Alya ingin menolak, tapi situasinya membuatnya tak berdaya. Terpaksa, ia menerima pernikahan mendadak dengan seorang pria paruh baya, padahal hatinya sudah tertambat pada kekasihnya sendiri. Rencananya, satu tahun lagi Alya akan menikah dengan pria yang dicintainya itu. Empat bulan setelah pernikahannya dengan Rafly Pranata, pria itu meninggal dunia akibat serangan jantung, meninggalkan warisan besar atas nama Alya. Di usia yang masih muda, Alya harus menjadi janda konglomerat yang banyak diincar pria. Namun, nasib Alya belum berakhir. Karena suatu insiden yang tak terduga, ia pun terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan seorang pria tampan berusia 32 tahun, seorang pengusaha muda yang penuh misteri dan pesona.”
1 Bab 1 pernikahan kontrak2 Bab 2 penuh luka3 Bab 3 hati yang datang bersamaan4 Bab 4 memberikan rasa aman5 Bab 5 setelah hari yang melelahkan6 Bab 6 pandangan penuh arti7 Bab 7 rasa takut gagal8 Bab 8 mempercayai orang yang tepat9 Bab 9 menaklukkan pengkhianatan10 Bab 10 dikhianati11 Bab 11 luka membekas12 Bab 12 pernikahan kontrak13 Bab 13 kehilanganmu14 Bab 14 keputusannya15 Bab 15 Jangan bicara16 Bab 16 banyak rahasia17 Bab 17 hidupnya tidak akan pernah sama18 Bab 18 merencanakan19 Bab 19 menyalakan lampu20 Bab 20 memastikan kebenaran21 Bab 21 menghancurkan hidupnya22 Bab 22 Di luar gedung