icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam Seorang Adik yang Tersakiti

Bab 5 Dosen baru yang dingin

Jumlah Kata:1917    |    Dirilis Pada: 06/10/2025

a sehari-hari di panggung dangdut atau dress seksi di rumah mewah Baskara. Ia membawa tas punggung kuliahnya, di dal

: ia akan menggunakan satu bulan ini untuk melunasi tunggakan, mencari kos baru yang lebih layak,

ebagai hadiah, anggap ini sebagai biaya ketenangan pikiranku." Kalimat itu menunjukkan betapa Baskara ingin membe

gambil jurusan komunikasi. Kampus adalah tempat perlindungannya, tempa

munikasi Pemasaran. Kelas pagi ini dikenal membosankan, biasanya

uangan sudah ramai, tetapi ada keanehan

an Pak Rudi itu galak banget, gila killer

gas presentasi kelompok yang materi

h menghadapi yang lebih galak dari pemilik

sepatu yang tegas terdengar di am

. Ruangan menja

Jantungnya mulai berdebar kencang, me

kelas, di podiu

sk

ap. Ia tampak luar biasa profesional, tetapi auranya seribu kali lebih mengintimidasi dibanding

as Baskara, suami Kak Maya. Di

a pucat pasi. Bagaimana mungkin? Dari semua kampus di kota ini, kenapa harus

tu tidak menunjukkan sedikitpun emosi, tetapi ketika pandangannya melewati Aura-dan kembali lagi,

ngkung di sudut bibir Baskara. Senyum itu bukan

aku tidak akan bi

abletnya di podium.

otoritas. Suara yang sama yang semalam menuntutnya memakai pakaian. "Mulai hari ini, s

mengenal saya dari dunia bisnis. Tapi lupakan itu. Di ruangan ini,

yapu lagi ruangan. Aura berusaha keras untuk tidak menu

titas. Dan tiga. Keterlambatan, ketidakdisiplinan, atau peril

ng galak. Ia memancarkan aura seorang CEO yang tidak m

di bidang... hiburan malam," kata Baskara, jeda kecil pada kata 'hiburan malam' terasa seperti tombak yang diarahkan langsung

karena nilainya, tetapi karena sesekali ia mengambil cuti mendadak untuk jadw

ang, seolah berkata: 'Aku tahu masa lalumu,

i di Balik

da materi yang disampaikan Baskara-yang ternyata sangat brilian dan mendala

a cium. Dan sekarang, di kampus sebagai dosen galak yang meng

uar. Aura berusaha secepat mungkin meninggalka

" perintah Baskara, menggunakan

dium, melipat tangan di dada. Matanya tidak menunjukkan kehang

an, berhenti beberap

" tanya Aura, nadanya sengaja dib

memanggilku dengan nada itu. Di sini, aku adalah do

k Baskara,"

ira kamu sudah terlalu sibuk mengurus pekerjaanmu yang... bernilai ko

mbali menyerang profesinya

keras. "Saya tidak punya kemewahan seperti kebanyakan mahasiswa lain di sini. Dan tugas yang

alah kasus yang menarik untuk semua orang. Kebetulan saja, kamu punya pengalaman langsung di

. Baskara sedang bermain-main dengannya, men

rutama setelah Anda membayar saya untuk berhenti dari

h keluar dari balik podium, kini ha

. Dan di sini," Baskara menunjuk lantai dengan kakinya, "di kampus ini, kamu adalah mahasiswaku. Aku yang memegang nasib nilaimu.

hanya menjatuhkanmu ke lantai. Aku akan menjatuhkanmu dari mata kuliah ini. Jaga sikap

erpaduan amarah dan keputusasaan. Ancaman itu nyata.

lanya! Anda ingin mengendalikan saya, peke

i, kamu adalah variabel yang sangat tidak stabil di lingkungan yang seharusnya ster

mengambil tasnya

iapkan presentasi terbaikmu. Aku

lasan dan I

percikan gairah yang kembali muncul. Baskara, si pria terkontrol, baru saja mengakui ba

n fisik sebagai senjata utama. Ancaman Baskara

melawan Baskara di medan yang pria itu

meneliti materi untuk tugas kelompoknya. Ia harus membuktikan pada Baskara bahwa ia bukan hanya seorang penari dangdut sexy

beberapa teman kelompoknya. Mereka mem

? Kenapa dia tiba-tiba mau jadi dosen kille

dari semua uangnya. Atau dia bo

s, Baskara adalah objek kekaguman dan ketakutan. P

e yang cemerlang dan mendalam. Ia berbicara tentang dinamika pasar, manajemen ri

tidak menyangka Aura yang sering

emua seluk-beluk ini," kata ke

erja di sana. Aku tidak sekadar menyanyi; aku mengamat

n yang tidak dimiliki oleh anak-anak kaya di kelasnya. Ia memiliki senjat

t yang sama, aku akan buat dia semakin tertarik padaku

dak ingin lagi memiliki kehidupan Maya. Ia ingin menciptakan kehidupan yang setara,

dan Peruba

produktivitasnya. Rumah itu kembali sunyi. Ia tahu Bask

ari-cari Baskara. Ia tidak lagi mencoba provokasi murahan. A

eesokan paginya, ia men

buah paket kecil. Di dalamnya, ada satu set peralatan mandi mewah: sabun, sampo, dan kondisi

an kecil

ri kamar mandi utama. Aku sudah memanggil teknisi

ada sapaan. Hanya peri

ngin dan meremehkan. Pria itu tidak bisa menahan diri unt

dari bahwa ia kotor karena pekerjaannya (atau, seperti yang ia sebut, 'aroma panggung

ipis. Senyum itu

sihkan diriku, dan kemudian aku akan kembali ke kelasmu seb

alah permainan panjang, sebuah tarian rumit antara kekuasaan, hasrat, dan harga diri. Dan kini,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Seorang Adik yang Tersakiti
Balas Dendam Seorang Adik yang Tersakiti
“Aura, seorang penyanyi dangdut yang juga berjuang menyelesaikan kuliah, diusir dari kos karena menunggak lima bulan sewa. Tak punya pilihan lain, ia terpaksa mendatangi rumah kakaknya, Maya, yang hidup serba berkecukupan bersama suaminya yang tampan dan dingin, Baskara. Awalnya, Aura hanya ingin menumpang sementara. Namun rasa iri pada kehidupan sempurna sang kakak perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit saat ia mulai tertarik pada Baskara. Ketegangan antara mereka memuncak ketika sebuah insiden tak terduga di kamar membuat keduanya terjebak dalam situasi yang mengguncang batas moral dan harga diri. Dihina, dipermalukan, dan dianggap murahan, Aura bersumpah tidak akan tinggal diam. Ia bertekad membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar beban atau godaan-melainkan perempuan yang mampu membalas luka dengan cara yang tak akan pernah dilupakan oleh Baskara.”
1 Bab 1 Hanya lima bulan tunggakan sewa2 Bab 2 Rasa sakit di siku3 Bab 3 Godaan Ipar4 Bab 4 bukan karena kedinginan5 Bab 5 Dosen baru yang dingin6 Bab 6 Godaan di Tengah Malam7 Bab 7 tidak membawa kehangatan8 Bab 8 Bayangan di Balik Kaca Mobil9 Bab 9 Motor besar Reza melaju perlahan10 Bab 10 Kebahagiaan di Atas Kaca Tipis11 Bab 11 Di Bawah Pengawasan Penuh12 Bab 12 Pekerjaan Aura sebagai asisten paruh waktu13 Bab 13 Penolakan l14 Bab 14 Pintu lift eksekutif terbuka15 Bab 15 menolak kekayaan16 Bab 16 Tiga bulan berlalu17 Bab 17 kehilangan ketenangannya18 Bab 18 Terbongkar19 Bab 19 Perhentian Terakhir Sebelum Hilang20 Bab 20 Pengasingan21 Bab 21 apartemen22 Bab 22 Ngidam dan Aroma Dapur23 Bab 23 Setelah insiden soto ayam24 Bab 24 pengakuan cinta25 Bab 25 Baskara kembali ke Jakarta26 Bab 26 Simpati27 Bab 27 Kembali ke Kebohongan28 Bab 28 Kehancuran29 Bab 29 telah kembali30 Bab 30 Dua Hati31 Bab 31 hanya menjadi dana darurat32 Bab 32 si kembar33 Bab 33 Negosiasi di Meja Kaca34 Bab 34 Kebenaran dari Sang Kakak35 Bab 35 Reaksi Kiano36 Bab 36 memalukan37 Bab 37 Tiga hari di pegunungan38 Bab 38 Menghadapi Monster Sendiri39 Bab 39 Dua Rumah40 Bab 40 tak terpisahkan41 Bab 41 Sepuluh Yupi42 Bab 42 Cemburu di Ruang Kuliah43 Bab 43 Menunggu di Batas Antara Logika