icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku Memilih Maduku

Bab 3 aku tahu ini mungkin salah waktu

Jumlah Kata:1016    |    Dirilis Pada: 17/08/2025

rsama Radwan. Sementara Arlisa duduk di ruang tamu, hanya ditemani

n, layar menyala menampil

nar-benar ingin ada di samping kamu. Aku nggak taha

tahu dirinya masih istri sah Radwan. Tapi di sisi lain, ia haus akan perhatian. Rafa hadir de

s: "Fa, jangan terlalu dekat. Ak

cepat, seakan Rafa m

ga harus jujur sama diri sendiri. Kamu bahagia sekarang?

mbali jatuh, membasahi layar ponselnya. Ia ingin menjawab "tidak

hasilnya: Radwan lebih sering memilih masakan Raline. Tapi entah kenapa, ia masih

panggang dan salad di depannya. Radwan tersenyum lebar melihatnya. "Wah, L

pur, menatap pemandangan itu dengan hati yang nyeri. Di me

nasi goreng juga ada

Oh, iya. Makasih, Lis." Tapi tangannya tetap m

emek yang ia kenakan, berusaha keras menaha

menikmati udara panas yang menampar wajah. Di tengah keramaian pasar,

ran, ponselnya bergetar. Ra

mana?" suara Rafa

at, sambil memastikan orang di

send

ya

Kita bisa makan siang bareng.

kanan-kiri, seolah takut Radwan tiba-tiba muncul di te

akan siang. Aku janji n

. Tapi rasa sepi yang sudah terlalu lama ia pendam membuat kata-kat

. Arlisa datang dengan hati berdebar, merasa seperti seor

rik kursi untuknya. "Aku sen

, kita nggak boleh sering-seri

Radwan tahu. Aku cuma peduli sama kamu. Aku lihat k

ehangatan yang sudah lama ia rindukan. Mereka berbincang lama, ter

ingkat itu membuat tubuh Arlisa merinding, bukan karena takut, tapi karen

ya. Arlisa terkejut ketika suaminya masuk ke ru

ir ini kelihatan beda. Kamu sering keluar, se

berdetak kencang, seolah R

Jadi sesekali jalan-jalan ke pasar at

"Lis, kamu boleh jujur sama aku. Kalau ada yang

du kamu. Aku butuh kamu. Aku ingin kamu kembali seperti dulu."

geleng. "Nggak ada, Ban

isi hatinya. Tapi kemudian ia berdiri, menepuk bah

a hanya bisa menatap p

akin dekat, meski hanya lewat pesan dan pertemuan singkat. Ra

tuh cinta la

Rafa tulus. Ia bisa merasakannya dari cara Rafa memperhati

adwan selalu muncul. Meski kini terasa jauh, Radwan masih suami

in malam berhembus lembut, membawa aroma tanah ba

dur. Aku kepikiran kamu

s: "Fa, jangan terus-terusan begin

au cinta itu salah, aku re

an. Air matanya mengalir lagi. Ia tersesa

line dengan penuh cinta. Sementara ia, istri per

in. Ia menatap bayangannya sendiri, lalu berkata lirih, "Aku nggak b

ema di hatinya, tanp

Arlisa benar-benar merasa bahwa bata

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Memilih Maduku
Suamiku Memilih Maduku
“Arlisa meminta suaminya, Radwan, untuk menikah lagi-sebuah keputusan yang ia ambil hanya demi mendapatkan perhatian yang sudah lama hilang dari pria itu. Ia berharap dengan adanya orang ketiga, Radwan akan kembali menyadari keberadaannya, kembali menoleh dan menyentuh dirinya seperti dulu. Namun kenyataan berbalik menyakitkan. Radwan justru larut dalam kemesraan bersama istrinya yang baru. Senyum, tatapan lembut, hingga sentuhan penuh gairah yang dulu Arlisa rindukan, kini hanya ia saksikan berpindah kepada madunya. Arlisa hanya bisa menelan pahit, menahan sesak di dada setiap kali melihat kebahagiaan yang tak lagi menjadi miliknya. Mampukah Arlisa bertahan dalam badai gairah yang semakin tak tertahankan? Ataukah ia akan memilih jalan yang berbeda-mencari pelukan hangat di luar rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman?”
1 Bab 1 menikah lagi2 Bab 2 Arlisa hanya diam3 Bab 3 aku tahu ini mungkin salah waktu4 Bab 4 rumah begitu ramai5 Bab 5 sinetron malam6 Bab 6 penuh kebahagiaan7 Bab 7 menertawakan kesedihan8 Bab 8 perempuan itu adalah dirinya sendiri9 Bab 9 menyelesaikan pekerjaannya10 Bab 10 membantunya mendapatkan uang sendiri11 Bab 11 benar-benar melakukan ini12 Bab 12 pendingin ruangan semalam13 Bab 13 mimpi buruk14 Bab 14 antara Radwan dan Raline15 Bab 15 mustahil16 Bab 16 semakin aman ia akan berada17 Bab 17 rasa lega18 Bab 18 membutuhkan lebih19 Bab 19 sarapan lengkap20 Bab 20 kekhawatiran21 Bab 21 sekarang yang penting adalah kau aman22 Bab 22 tumpangan pulang23 Bab 23 mata yang menyala amarah24 Bab 24 ruang keluarga25 Bab 25 Hatinya berdebar26 Bab 26 serius dan hangat27 Bab 27 tidak ada ruang untuk kesalahan28 Bab 28 harus diperhitungkan29 Bab 29 menentukan keselamatannya30 Bab 30 Hatinya dipenuhi rasa takut31 Bab 31 berpura-pura membaca buku32 Bab 32 memanfaatkan33 Bab 33 hanyalah kedok34 Bab 34 membutuhkan perlindungan35 Bab 35 tekad yang membara36 Bab 36 menyimpan rasa sakit