“Arlisa meminta suaminya, Radwan, untuk menikah lagi-sebuah keputusan yang ia ambil hanya demi mendapatkan perhatian yang sudah lama hilang dari pria itu. Ia berharap dengan adanya orang ketiga, Radwan akan kembali menyadari keberadaannya, kembali menoleh dan menyentuh dirinya seperti dulu. Namun kenyataan berbalik menyakitkan. Radwan justru larut dalam kemesraan bersama istrinya yang baru. Senyum, tatapan lembut, hingga sentuhan penuh gairah yang dulu Arlisa rindukan, kini hanya ia saksikan berpindah kepada madunya. Arlisa hanya bisa menelan pahit, menahan sesak di dada setiap kali melihat kebahagiaan yang tak lagi menjadi miliknya. Mampukah Arlisa bertahan dalam badai gairah yang semakin tak tertahankan? Ataukah ia akan memilih jalan yang berbeda-mencari pelukan hangat di luar rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman?”