icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Miss Lazy

Bab 2 Cariin Gue Pacar!

Jumlah Kata:1546    |    Dirilis Pada: 03/11/2021

lebih terurus sebab ada sosok sang Bunda yang tak bosan mengomelinya. Mulai dar

a pasangan barunya. Luna menjadi gadis yang sekarang, tak begitu peduli akan penamp

u sendiri." Ucapan Bunda masih teringat jelas dibenak Luna saat wanita itu k

g akan menemaninya kapan saja dikala suka dan duka nyatanya k

edia mengulurkan tangannya, menjadi tempatnya bersadar dan berkeluh kesah sepuasnya, ke

mak yang tengah memarahi anaknya, menatap penampilan Luna dari

menggunakan hotpants dan baju atasan yang bagian pundaknya kekur

matanya tanpa dosa

aruk tengkuknya, selanjutnya manar

na menahan langkahnya diambang pintu, satu tan

penampilan udah kay

llah Opet

isinya tomat

t melemparkan kameja hitam kotak-kotak serta celana jeans abu-abu tepat ke wajah Lun

ajak gue kemana,

langkah keluar saat Luna hendak membuka ba

mpat do

t lo

emukan lo sama kerabat-kerabat lo disana? Hab

ia

rua

akaian yang dipilihkan Opet barusan. Gerah, apalagi cuaca

enak diliatnya." Op

Selidik Luna dengan ta

duga kemana laki-laki itu akan membawanya. Sejauh ini tempat tidur adalah tempat favoritn

gal nih!" teriak Opet

embantingkan tubuhnya ke atas kasur yang se

💤

yusuri setiap rak buku diekori Luna yang tak berhenti menggerutu tanpa jeda. Bebe

lo pemandangannya buku-buku kayak gini. Mendin

wajah kolot yang kuker dan

berlalu. Raut wajahnya berubah sinis. Apa dia bilang? Ibu? Apa

kalo masih ngotot pengen tidur. Justru alasan s

pe

anyak tingkah. Bisa-bisa lo yang diamuk m

kan pandangannya menyadari tatapan sekitar yang m

ini, ayo pulang aja

yang perl

er dari sabang sampai merauke. Lo sebenernya cari

un. Baru ju

t itu terlalu sayang dilewat

tem

ngkat sebuah buku tebal bertulis

erjap saat benda itu ber

a tak mengerti men

lulus. Lo gak mau

atikan Opet yang masih b

api ini masih lama, kita

nisnya yang membuat beberapa gadis yang duduk dimeja sudut Gramedia

alu membantu Luna memahami materi dan mengerjakan tugas sekolahnya. Dan setelah lulus nanti ia

Luna berjinjit, berusaha mengem

ah emang. Hidup itu bukan tentang sekedar rebahan, ba

erusaha memahami pola pikir gadis dihadapannya. Nyatanya kebersamaannya dengan

ih. pokoknya gue gak jago melakukan banyak hal kayak lo. Dan gue juga gak punya sia

ud lo ngomon

py eyesnya seimut mungkin. Opet masih tak paham. "G

jis!" tandasnya semberi

h ngomongnya. Gue ini cewek, sensitif, omongan lo barus

, ba

i sini, beliin gue m

api pake

tar bola matanya pasrah. "Ayah lo kaya se

💤

abak spesial hanya untuk Luna seorang begitu pula

pusat Jakarta. Duduk dihamparan rumput hijau

egiatan yang ada disekitar. Kebanyakan yang datang sama-sama sek

et mencebik kesal. Sementara Luna sibuk menguny

akhirnya tersedak. Opet panik, menepuk-nepuk punggung Luna se

itu gak tau diri lagi siap

saja ia mati muda barusan. "Gue gak pelit, lo nya aja yan

eng!" Geram Opet, menyumpalkan

gotak-atiknya sebentar kemudian memasukkan benda itu kedalam sakunya lagi. Sebelumnya

a pacar

annya, wajah Luna kini tepat berada dihadapan

a mendorong dahi Luna agar gadi

l lo sayang di whatsapp

ahabat lo ini banyak yang naksir. Haru

et. Gadis itu merebahkan tubuhnya menyamping dengan meletakkan kepalanya di

ngan yang duduk dekat kolam. Silih melempar

au aja lo aslinya gimana. Gue yakin sehari aja mereka pasti u

ong kayak gitu itu gue. Gue khawatir sama pasangan

awaban atas setiap pernyataan yang Luna katakan. Dengan mudahnya mematahkan segala apa yan

ki-laki itu memiliki pacar? Bukankah prioritasn

riin gue

Opet

nimal kayak lo, yang mau gue susahin, yang mau gue porotin,

eguk ludahnya sendiri saat Lun

Kesur

SAM

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Miss Lazy
Miss Lazy
“Namanya Luna, gak pake Lucinta. Lebih tepatnya Aluna Meysha Jovita. Gadis pemalas, suka mengeluh, kekanak-kanakan, berotak lemot dan ceroboh. Bukankah kekurangan seorang Luna paket komplit? Disamping itu Luna punya sosok sahabat yang mau menerima dia apa adanya, dia Athala Petro Radeyo, panggil saja Opet. Seorang cowok pintar dan pandai melakukan banyak hal yang selalu bersedia menjadi tempat Luna bercerita, bersandar dan menumpahkan segala keluh kesahnya. Berbagai konflik menghiasi kisah persahabatan mereka, titiknya ada pada saat Luna mengenal arti kata jatuh cinta yang asing dalam kamus hidupnya untuk pertama kali. Sialnya Luna menyadari ia jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Akankah hubungan persahabatan mereka tetap berjalan baik-baik saja? Bahkan setelah keduanya terseret dalam lingkar perasaan asing dan rumit yang kelak mungkin akan merubah segalanya, termasuk status hubungan persahabatan mereka? Happy Reading NanaPoh”
1 Bab 1 Kegaduhan Pagi Hari2 Bab 2 Cariin Gue Pacar!3 Bab 3 Selalu Ada4 Bab 4 Hari Senin5 Bab 5 Barra Si Ketua OSIS6 Bab 6 Tak Ada Harapan7 Bab 7 Segala Kesialan Luna8 Bab 8 Tentang Rega9 Bab 9 Regondok10 Bab 10 Iva dan Masalahnya11 Bab 11 Bertemu di Minimarket12 Bab 12 Nonton Bareng13 Bab 13 Kecamuk Dalam Benak14 Bab 14 Mulai Menyadari 15 Bab 15 Opet Ngambek16 Bab 16 Maaf